
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
_______________________________________š¾
...ā...
Carlos telah selesai dengan permainannya, sedang Sia telihat tengah tertidur entah karena pengaruh obat atau karena lelah melayani Carlos yang tidak ada puasnya.
"Memuaskan!! Nggak rugi gue terima tawaran kerja sama Cally, bisa dapatin 2 sekaligus .." bangganya sambil duduk diatas mobil menghisap rokoknya.
Hampir 2 jam ia berada diluar menikmati kemenangannya sebelum pada akhirnya ia membawa Sia juga dirinya kembali ke rumah kontrakan Sia.
Malam hari dirumah Arga terlihat ramai dengan kedatangan semua orang, termasuk Joy juga Jake yang memang belum pulang.
"Sayang makan ini yang banyak ya .." meletakkan potongan daging kepiting juga udang dipiring Letta.
"Makasih mas .." balasnya penuh keceriaan.
Ilham menatap kebahagian Letta dengan raut wajah kekhawatirannya, dan itu tak lepas dari tatapan Reno juga Aldo yang sudah mengetahui situasinya.
"Pah, makanlah .." seru Flora mengingatkan.
Lalu semua kini larut dalam kenikmatan makan malam berlatar kegembiraan.
"Arga, bisa ikut papa dulu ke belakang ??" ajak Reno saat melihat semua orang tengah bersantai didepan tv.
"Bisa pah. Sayang sebentar ya .." pamitnya mengecup kening Letta sebelum beranjak berdiri.
"Hilih, cuma mau kebelakang aja pakai acara cium jidat segala.." sindir Seruni.
"Bener banget tuh mbak Runi, sok romantis banget kan.." imbuh Jesika.
"He.emm .." dan ditimpali oleh Kenny.
"Aduhh, para jomblo berkoar-koar deh .." santai Letta berkomentar sambil meluruskan kakinya.
ketiga orang itu menatap tajam pada Letta yang baru saja meluncurkan kata-kata tajamnya.
"Betul nak, padahal sudah ada didepan mata tapi diacuhin .." ucap Flora tanpa melihat anaknya.
"Siapa tan ?? pasti kak David ya ??" tebak Letta dan ditertawakan oleh semua orang.
"Hhahahahahaha .. "
"David itu anaknya baik loh Run, pekerja keras juga. Dia mandiri bisa masak terus bisa menata hidupnya sendiri dengan sempurnya.." puji Elena pada David.
"Iya, kalo ketemu saya sama mas Ilham juga sopan banget .. mantu idaman memang," imbuh Flora.
"Ahh, lalu apa kabar nasib kedua anakku yang buruk rupa ini ..?" seru Joy menghina kedua anaknya.
"Mi, ini anak sendiri loh.. ?? kenapa malah dijelek-jelekin??" protes Kenny.
"Biarin aja dek, biar bahagia mami kalo perlu biar bikin adek baru lagi aja.." komentar Jake yang berakhir dengan lemparan bantal dari Joy.
"Dasar anak nakal!!" protesnya.
Meninggalkan keributan didalam rumah, kini kita beralih ke halaman belakang dengan Reno dan juga para laki-laki, kecuali Jake yang tak ingin hadir.
Reno juga Ilham bergantian menjelaskan kondisi saat ini dengan kemunculan Loise kembali.
"Aku nggak akan biarin dia atau siapapun nyakitin istri aku!!" geramnya mengepalkan kedua tangannya.
"Tenanglah, kita akan Jaga Letta bersama-sama!!" seru Aldo menimpali.
"Kita akan pastikan dulu apa mau dia, dan rencana apa yang sedang disiapkannya!!" imbuh Reno.
__ADS_1
____________________________________
Keesokan harinya, Sia terbangun dengan kesakitan diseluruh tubuhnya terlebih pada pusat intinya.
"Carlosssssss ..!!!" teriak Sia dalam tangisnya.
Rasa sakit ditubuhnya tak sebanding dengan rasa sakit hatinya saat ini. Kehormatan yang ia jaga selama ini telah hilang karena keteledorannya.
"Kenapa!! kenapa Carlos tega perkosa gue!!" tangisnya meraung-raung.
Dan tak ingin larut dalam penyesalannya, Sia memutuskan untuk pergi bekerja ke cafe.
Seharian bekerja Sia hanya terlihat murung didalam ruang kerjanya, bahkan ia berkali-laki menghubungi Carlos namun tak satupun mendapat jawaban.
"Kenapa loe tega sama gue Carlos!" gumamnya dengan pandangan kosongnya.
Lalu tanpa minat membaca ia begitu saja menandatangani beberapa berkas yang diletakkan dimejanya.
Namun ia tak tahu, jika semalam anak buah Arga sudah menyelinap masuk dan menyelipkan surat pemindahan kepemilikan cafe kembali pada Arletta Ferrour.
Bukan hanya itu saja, bahkan mereka memasang kamera pemantau didalam ruangan. Dan setelah melihat Sia menandatangi berkas-berkasnya, mereka yakin bahwa berkas mereka semalam juga telah ditanda tanganinya.
"Hubungi bos, kasih tau misi kita clear!!" titahnya.
"Baiklah ..!!" menghubungi Arga.
Dan Arga yang tengah berada dikantor merasa sangat senang setelah menerima kabar dari anak buahnya.
Tak ingin membuang waktu, Arga segera menghubungi Arletta dan menceritakan keberhasilan anak buahnya merebut kembali cafe miliknya.
Letta yang bahagia segera mengajak Ali serta End untuk pergi ke cafe, disusul dengan Arga yang saat ini terlihat meninggalkan kantornya.
David yang juga sudah mengetahui kabar ini dari anak buahnya tak ingin ketinggalan pergi juga ke cafe bersama Orland.
Di cafe,
Nomi begitu lesu menatap pada layar komputernya, Joni yang memperhatikan sedari tadi segera menghampirinya.
"Gak semangat aja mas, suasananya jadi nggak enak.." sahutnya.
"Sabar, pasti sebentar lagi bakal balik kayak dulu lagi.." yakinnya.
"Iya tapi kapan, sehari saja udah bikin gue frustasi apalagi kalo berhari-hari .. bisa gila gue ngadepin Sia itu.." protesnya.
"Sabar mb Nomi .." Letta yang baru saja masuk kedalam cafe segera menghampiri anak buahnya.
"Mb Letta ..!!" seru keduanya, lalu berlari menghampirinya.
"Mb Letta kenapa datang kesini ??" tanya Nomi.
"Memang kenapa kalau saya datang ke cafe saya sendiri??" senyumnya bertanya.
Joni juga Nomi hanya diam saling berpandangan mencari jawaban. Sedang Letta tertawa geli melihat ekspresi wajah keduanya.
"Nona mau kemana ??" seru End menahan lengan Letta.
"Tentu saja mengambil alih kantorku lagi," jawabnya.
"Maaf nona, tuan muda berpesan untuk menunggu beliau .." sahut Ali menjelaskan.
Namun tiba-tiba masuklah David serta Orland menghampiri mereka, terlihat ditangan Orland terdapat satu buket mawar merah yang sangat cantik.
"Bunga yang cantik untuk wanita paling cantik.." puji Orland saat menyerahkan buket tersebut pada Arletta.
"Jangan pernah menggombali istri orang!!" seru Arga yang baru datang dan berjalan menghampiri mereka.
"Hadeh, satpamnya datang.." gumam Orland yang mundur 2 langkah dari Letta.
"Ayo mas masuk!!" ajak Letta mengandeng lengan Arga suaminya.
"Hati-hati sayang, ingatlah kandunganmu ini!!" kesal Arga dengan nada halusnya.
__ADS_1
"Haduh, anak kita juga paham kok situasinya .." kekeh Letta menarik Arga masuk.
Sia yang sedang termenung terkejut saat tiba-tiba Letta juga Arga masuk diikuti David juga Orland.
"Mau apa lagi kalian kemari.." malasnya.
"Tentu saja mengusirmu dari tempatku!!" seru Letta dengan nada sinisnya.
"Maaf ya ibu Arletta yang terhormat, tapi cafe ini sudah menjadi milik gue yang sah kok.." .
"Oh, begitukah ??" tanya Letta dengan ekspresi sok polosnya, membuat Arga gemas dan tanpa sadar mengecup sekilas bibir istrinya.
"Dasar suami mesum!!" lirih Letta berbicara.
"Lihat-lihat situasinya kalii .." sindir Orland yang sudah dengan santainya duduk disofa bersama David.
Namun Arga tak menghiraukannya, ia berjalan menuju meja kerja.
"Mau kemana anda tuan!!" cegah Sia saat Arga akan melewatinya, namun dengan cepat tangannya dihempas oleh Arga.
Mengambil berkas berwarna biru tua, dan dibawanya untuk diberikan kepada istrinya.
"Sesuai janjiku sayang, cafe ini kembali pada pemiliknya.." menyerahkan berkas tersebut.
"Terima kasih tuan suami .." bahagia Letta.
"Lihatlah ini, tanda tanganmu ada disini Sia. Terima kasih telah mengembalikan apa yang seharusnya menjadi milik saya!" sindir Letta menujukkan berkas yang ditanda tanganinya.
Sia begitu terkejut, bahkan ia begitu murka karena merasa dibodohi oleh semua orang.
"Sialan kamu Arletta !!" Sia yang begitu emosi berniat menyerah Letta.
"Akhhh ..!!" namun Arga dengan sigap menghadang bahkan mendorong tubuh Sia hingga tersungkur.
"Jangan pernah sekali-kali mencoba menyentuh istri saya kalau anda masih menyayangi kedua tangan anda!!" ancam Arga yang tersirat dari kata-katanya.
"Ali, End !!" teriak Arga.
Mendengar namanya dipanggil, keduanya yang sedang berjaga didepan pintu segera masuk menghadap tuannya.
"Kami tuan," sahut Ali.
"Bawa perempuan parasit ini dari sini!! Dan mulai dari sekarang jangan biarkan dia mendekati istri saya!!" perintah Arga menatap tajam Sia yang masih diam tersungkur.
"Baik tuan, "sahut keduanya.
"Lepaskan tangan kalian!!" berontak Sia saat Ali serta End menarik tangannya.
"Tunggu!" cegat Letta saat ketiganya melewatinya.
Saling memunggungi, Arletta pun mengutarakan isi hatinya.
"Saya sudah memaafkan kamu Sia, saya akan melupakan semua tindakan kamu kemarin yang melukai saya! Saya memaafkanmu, jadi nanti jangan pernah mencoba menemui saya walau dengan alasan meminta maaf. Karena dari detik ini juga, saya tidak ingin ada hubungan apapun lagi dengan kamu!" ungkapnya.
"Bawa dia pergi!!" perintah Letta.
Arga tahu jika istrinya masih menyayangi Sia sebagai saudaranya, tapi ia juga salut dengan keputusan yang dibuat istrinya untuk memutus hubungan dengan Sia dan memaafkan kesalahannya walau Sia tak meminta maaf.
"Good job sayang.." memeluk tubuh Letta dan membelai rambutnya.
"Aku baik-baik saja mas, aku bahkan bahagia bisa mendapatkan kembali cafeku.." serunya masih dalam dekapan suaminya.
Keduanya yang sedang dalam suasana romantis bahkan melupakan keberadaan 2 laki-laki jomblo yang sedang menatapnya.
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
__ADS_1