
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
...ā...
Beberapa laki-laki mulai mengobrak-abrik isi rumah Daniel, bahkan mereka dengan lancang masuk kedalam setiap kamar.
"Apa sudah ketemu ??"
"Belum, "
"Disini juga nggak ada .."
"Cari lagi sampai ketemu, kalau tidak habislah kita.."
Begitulah percakapan dari beberapa anak buah Loise. Namun tanpa mereka sadari anak buah Arga sudah datang dan mulai menyelinap masuk kedalam rumah.
Satu persatu anak buah Loise berhasil dilumpuhkan oleh anak buah Arga. Dan mereka semua segera dibawa ke markas milik Arga yang sudah ada Orland yang menunggunya.
Para pelayan Daniel mulai bernafas lega saat semua laki-laki asing itu pergi meninggalkan rumah, termasuk anak buah Arga.
Mereka mulai membereskan isi rumah yang sudah berantakan karena ulah anak buah Loise.
*
Mobil ambulance mulai memasuki area rumah Arga. Disana sudah ada Reno, David, Elena serta Seruni yang menanti didepan rumah.
"Ikuti saya sus.." ucap David pada suster yang membawa David.
Cally nampak ragu untuk masuk kedalam rumah mengikuti Daniel. Ia hanya diam sambil memegangi perutnya disamping mobil ambulance.
Tak berapa lama datanglah mobil Arga dengan Arletta.
"Kenapa diam disini ??" Tanya Letta pada Cally.
Namun Cally hanya diam menundukkan kepalanya.
"Ikut aku.. " menggandeng tangan Cally.
Semua orang ikut masuk kedalam rumah. Mereka melihat para suster serta dokter yang sedang memeriksa kondisi Daniel.
"Apa dia akan baik-baik saja dok ??" Tanya Cally pada dokter.
"Semua akan baik-baik saja, semua fasilitas rumah sakit sudah dipindahkan pak Arga disini.."
"Terima kasih dok, "
"Baiklah, tugas kami sudah selesai. Kami akan kembali kerumah sakit, jika ada apa-apa bisa langsung hubungi saya. ." Ucap dokter.
"Saya antar kedepan dok, " seru Reno.
Semua orang mulai keluar dari dalam kamar Daniel, hanya tersisa Cally, Arga juga Letta.
"Kamu bisa istirahat dikamar samping ini.." ucap Letta.
"Kenapa loe baik sama gue ?" Tanya Cally tanpa memandang Letta.
"Bicaralah, aku akan keluar.." bisik Arga, dan Letta menganggukinya.
"Loe emang pernah jahat sama gue, tapi bukan berarti gue harus jahat juga sama loe kan.. " berjalan mendekati Cally.
"Gue gak pantas loe baik-baikin Ta.."
__ADS_1
"Cally, semua manusia itu pernah berbuat jahat. Semua manusia pernah melakukan kesalahan, tapi manusia juga bisa berubah bukan .."
Cally hanya diam menundukkan kepalanya, digenggamnya tangan Daniel yang masih tak sadarkan diri itu.
"Cally, gue emang pernah marah sama loe marah banget. Tapi bukan berarti gue dendam sama loe, dan gue udah maafin semua yang udah terjadi dimasa lalu.."
Cally menatap kaget pada Letta. Ia tau sebanyak apa ia dan keluarganya menyakiti Letta, namun gadis itu kini dengan gampangnya memaafkan semua itu.
"Ta .."
Letta melangkah maju dan memeluk Cally. Cally memeluk pinggang Letta dan menumpahkan rasa sedihnya. Ia merasa malu dengan apa yang sudah ia lakukan selama ini.
"Sekarang, kita lupain semua yang lalu. Kita mulai hal baru hari ini, oke ?"
"Ta gue udah jahat banget sama loe, gue malu Ta.." tangisnya menyesal.
"Gue udah maafin, beneran.."
"Lagian apa yang terjadi sama loe saat ini udah lebih dari cukup.." lanjutnya.
"Maafin gue Ta, maafin gue Arletta.." Cally terlihat begitu menyesal.
Dan tanpa keduanya sadari, semua orang tengah mengintip apa yang sedang terjadi didalam kamar. Seruni merasa lega saat Cally sudah menyadari kesalahannya, begitu juga dengan Arga juga lainnya.
Letta juga Cally masih asyik berpelukan, namun tiba-tiba saja Jesika pulang dan mengejutkan semua orang.
"Sedang apa kalian semua ..??" Tanya Jesika heran.
Karena terkejut, tanpa sengaja Reno mendorong tubuh Elena hingga mereka semua terjatuh masuk kedalam kamar. Namun beruntung Seruni yang sedang menggendong baby Shaka tak terjatuh.
"Kalian menguping ???" Tanya Letta mengernyitkan keningnya.
"Jesikaaaaaa.." seru Reno kesal.
"Sorry pah.. " cekikikannya.
Reno membantu Elena berdiri, sedang David membantu Arga. Cally nampak malu dengan menyembunyikan wajahnya dibalik tubuh Letta.
"Sampai kapan loe mau pelukin istri gue.." berjalan masuk kedalam kamar.
"Kak Daniel !!" Seru Jesika terkejut dan menerobos masuk kedalam kamar.
"Jes, bisa kecilkan suaramu ??" Seru Arga.
"Kak, apa yang terjadi dengan kak Daniel ??"
"Kecelakaan.."
"Pasti ulah loe kan !!" Menunjuk Cally dengan jarinya.
"Jesika !!" Tegur Reno.
"Jesika kita keluar, biarkan mereka istirahat.." ajak Elena pada anaknya.
"Tapi mah," rengeknya.
"Jesika .."
"Iya .." perlahan keluar dari dalam kamar.
"Bolehkan gue tidur disini aja ??" Pinta Cally.
"Loe mau tidur dimana ??" Tanya Letta.
"Gue bisa tidur disofa atau dibawah sini.. "
"Loe gila, ingat lagi hamil. Biar gue suruh pindahin satu kasur disini.."
"Thanks Ga, "
"Sementara loe istirahat aja disamping Daniel, nanti gue pindahin.."
__ADS_1
"Iya. "
"Sayang kita keluar .." ajak Arga pada Letta.
"Gue keluar dulu ya, kalau ada apa-apa loe bisa panggil gue aja.. "
"Makasih Ta .."
Selepas kepergian Letta juga Arga, Cally mulai membaringkan tubuhnya disamping Daniel. Sejujurnya ia merasa sedikit lelah hari ini, hingga dengan segera ia terlelap dalam tidurnya.
_____________________________________________
Loise begitu gelisah menanti anak buahnya yang tak kunjung kembali sedari tadi. Sudah hampir setengah hari pergi, namun tak satupun anak buahnya yang kembali.
"Kemana mereka semua ini !!"
"Sudah pergi selama ini tapi tak ada satupun yang melaporkan hasilnya!!"
Loise begitu murka, ia menebak-nebak dengan apa yang terjadi dengan anak buahnya. Dan pemikirannya itu membuatnya bertambah emosi.
"Brengsek !!" Membuang vas bunga dihadapannya.
Ia mulai berdiri dari duduknya,dengan perlahan berjalan kembali kedalam kamarnya. Namun sebelum itu, ia mencoba melihat notif ponselnya.
Tak ada satupun notif yang masuk, digenggamnya erat ponsel itu hingga tangannya memerah.
"Akhh.." serunya saat bahunya terasa sakit lagi.
"Gue harus segera pulih dan membalas mereka semua. Terutama Arletta Ferrour !!"
Dimarkasnya, Orland tengah duduk diatas kursi dihadapan banyaknya laki-laki berbaju hitam. Sambil memegangi sebuah cambuk, Orland mulia berjalan mengitari mereka.
"Katakan, siapa yang menyuruh kalian merusak rumah Daniel .." tanya Orland, namun mereka hanya diam semua.
Orland mulai mencambuk lantai yang menghasilkan suara keras mengejutkan semuanya.
"Kalian tau, gimana rasanya jika cambuk ini menyentuh kulit kalian satu persatu..??" Ancam Orland menakut-nakuti.
Semua orang diam menundukkan kepalanya,namun tubuh mereka bergetar. Nyatanya mereka ketakutan dengan ancaman Orland.
"Katakan !!" Bentaknya sambil mencambukkan kembali kelantai.
"Tuan Loise, tuan Loise yang memerintah kami.." seru salah seorang.
Orland dengan bangganya berjalan menghampiri laki-laki tersebut.
"Bawa dia kekursi .." perintah Orland pada anak buahnya.
Tubuh laki-laki itu dipaksa berdiri dan didudukkan diatas kursi. Dengan bengisnya Orland mencengkeram rahang laki-laki itu.
"Ceritakan apa yang diperintankan Loise pada kalian, semuanya dan jangan sampai terlewatkan.."
Laki-laki itu mulai menceritakan apa yang diperintahkan oleh tuannya, ia juga mengatakan tentang map hijau kepada Orland.
"Jadi map hijau yang dicarinya.."
"Benar tuan, "
"Sampai kalian tua sekalipun, nggak akan nemu dirumah Daniel. Kalian harus tau dimana map itu sebelum diasingkan.."
"Map itu ada dirumah tuan Arga, bukan dokter Daniel.." lanjut Orland.
Mereka semua nampak terkejut. Namun mereka lebih terkejut saat mendengar kata diasingkan.
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
__ADS_1
......HAPPY READING GUYS,......
...šš...