
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
Arga telah sampai dihalaman bandara, tak lama Orland, David juga para anak buah Arga juga tiba.
"Dimana Ga??" Tanya David sambil melihat sekelilingnya.
"Nggak tau Vid, gue juga nyari.." sahut Arga yang juga melihat sekelilingnya.
"Permisi pak, " panggil Reno pada salah satu petugas bandara yang melintas.
"Ada yang bisa saya bantu pak ??"
"Oh, apa bapak pernah melihat anak saya ??" Menunjukkan foto Arletta yang ada diponselnya.
"Oh mbak nya ini.."
"Bapak lihat istri saya ?? Dimana dia pak ?" Panik Arga bertanya.
"Tadi dia sempat datang dipusat informasi pak, dia minta tolong buat bantu cari penculik anaknya.."
"Apa sudah ketemu ??" Sahut Orland.
"Belum mas, ini kita juga lagi nyari bapak penculiknya.."
Arga begitu lemas mendengar penuturan petugas tersebut. Reno mempersilahkan petugas tersebut untuk kembali mencari.
Namun saat Reno akan melangkah mendekati Arga, suara tembakan terdengar begitu nyaring mengejutkan semuanya.
Mata Arga terbuka lebar mendengar suara tembakan, bahkan semua orang juga terkejut dan melihat sekelilingnya.
"Letta .." lemah Arga menyebut nama istrinya.
"Letta, plis kamu harus baik-baik aja .." doa Arga memejamkan matanya.
"Kalian bagi kelompok, sisir bandara sampai tempat paling terpencil ..!!" Titah David pada anak buahnya.
"Land, loe ikut gue!" Ajak David.
"Om, kabarain kalau apa-apa.." seru Orland sebelum berlari mengikuti David.
"Bangun nak, kita cari anak istrimu!!" Ucap Reno menarik lengan Arga.
Disisi lain, Letta begitu terkejut saat Loise menembakkan pistolnya ke udara. Ia tak memikirkan jika Loise akan memiliki senjata api ditangannya.
"Jangan pernah mendekat!!" Bentak Loise.
"Aku bakal biarin om pergi, asal kembalikan anak aku .." ajak Letta bernegosiasi.
"Dia ?? Tidak akan!!" Menunjuk Shaka menggunakan pistolnya.
"Jauhkan pistol dari anakku!!" Teriak Letta melihat Loise menunjuk anaknya dengan pistol.
Betapa takutnya Letta saat pistol itu mengarah pada kepala anaknya, walaupun ia tahu jika Loise tidak akan melakukannya.
Air mata tanpa terasa mengalir membasahi pipi Letta, nalurinya sebagai seorang ibu membuatnya sakit saat tak bisa memeluk anaknya yang sedang menangis ketakutan dihadapannya.
"Tolong, tolong kembalikan anakku. Dia ketakutan om.." mohon Letta mengiba.
"Ini semua gara-gara kamu!! Jika saja kamu tidak mengejar kita, mana mungkin cucuku menangis seperti ini sekarang.." amuk Loise yang juga tengah kebingungan melihat Shaka menangis dengan kencangnya.
"Tolong kembalikan anakku, jangan sakiti dia.." tangis Letta yang tak tega melihat anaknya.
"Diam!!" Bentak Loise pada Letta, membuat baby Shaka bertambah ketakutan.
"Nak diam ya sayan, mama disini nak.." seru Letta mencoba menghibur anaknya dari jauh.
"Cucuku tidak butuh ibu tak berguna sepertimu!!" Hardiknya.
__ADS_1
"Saya ibunya, saya yang mengandung dan saya juga yang melahirkannya!! Atas dasar apa om bilang saya ibu tak berguna!" Emosinya.
"Terserah!! Tapi berani kamu mengejar kami, jangan salahkan saya tidak sungkan lagi!!" Memundurkan langkahnya.
"Jangan harap!! Saya akan dapatkan anak saya kembali.."
"Walaupun saya todongkan pistol pada kepalanya..?" Ancam Loise yang mengarahkan pistol tepat dipelipis Shaka.
Letta bimbang, ia memejamkan matanya tak sanggup melihat tindakan Loise pada anaknya. Hanya air mata yang menggambarkan bagaimana hancurnya Letta saat ini.
Loise memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur, ia segera berlari saat Letta masih diam memejamkan matanya.
Arga bersama Reno mencari hingga kedalam toilet, namun masih juga tak bertemu Letta ataupun Loise.
Namun saat melintasi suatu lorong, mereka mendengar suara tangis baby Shaka.
"Disana pah, " seru Arga yang terus berlari mendekati sumber suara.
Reno yang berlari segera memberi kabar pada David agar segera menyusul mereka.
Letta yang sadar dan membuka matanya terkejut saat melihat Loise sudah berlari menjauhinya.
"Tunggu!!" Seru Letta berlari mengejarnya.
Dan Arga yang sedang mendekati sumber suara anaknya melihat Letta sedang berlari. Ia pun segera berlari menghampiri istrinya.
Dorrr !!
Loise yang tahu jika Letta mengejarnya segera menembak kaki Letya dari kejauhan.
Arga segera menangkap tubuh istrinya agar tak terjatuh, sedangkan Reno yang terkejut menghentikan langkahnya.
"Letta, bangun syaang !!" Seru Arga yang panik saat melihat dara segar mengalir dari kaki istrinya.
"Loise!! Mati loe!!" Murkanya.
Arga benar-benar panik saat darah terus keluar dari tubuh istrinya. Bahkan kemeja yang dia gunakan tak bisa membuat darah itu berhenti.
"Om, " seru David ngos-ngosan.
"Sayang, jangan hiraukan aku. Selamatin anak kita.." pinta Letta menahan kesakitan.
"Tapi-
"Sayang aku mohon, bawa kembali anakku.." tangis Letta memegangi wajah suaminya.
"Aku mohon, aku nggak bisa hidup tanpa anakku.." tangisnya.
"Loe kejar Loise, gue urus Letta.." potong David mendorong tubuh Arga yang menopang Letta.
"Sayang, "
"Tolong .." pinta Letta lemah.
Arga yang bimbang memandangi Letta bergantian dengan Loise yang sudah menjauh bahkan menghilang dari pandangan.
"Kalian semua ikut saya!! Hidup atau mati dapatkan Loise tapi jangan lukai anak saya!!" Ucap Arga begitu murka, bahkan sorot matanya seperti ingin menelan Loise hidup-hidup.
"Kamu janji sama aku, bertahan. Aku bakal bawa anak kita.."
Arga berlari mengikuti para anak buahnya. Ia begitu murka melihat Loise yang masih bisa kabur darinya.
"Loe bakal mati ditangan gue!!" Batin Arga yang sedang berlari.
David begitu panik saat wajah Letta sudah sangat pucat. Orland berpamitan pada Reno mengejar Arga, sedang Reno sedang menghubungi ambulance.
"Nak, kamu tahan ya. Ambulance segera datang.." ucap Reno yang berjongkok didepan Letta.
Tubuh David menopang tubuh Letta, ia menahan sekuat mungkin agar Letta tak terjatuh. Namun darah yang semakin banyak membuatnya menjaga Letta agar tetap sadar.
"Ta, Letta.. loe harus tetap sadar oke.." seru David menepuk-nepuk pipi Letta dengan tangannya yang sudah terkena darah.
Reno melepas kemejanya, mengganti kemeja Arga yang sudah basah oleh darah Letta.
"Nak kamu bertahan, tetap sama kita ya.." ucap Reno menekan kemejanya pada luka Letta.
"Om, apa sebaiknya kita gotong Letta dan bawa ke rumah sakit aja.."
__ADS_1
"Nggak! Kita nggak tahu peluru itu menembus sampai mana, om nggak mau gegabah dan malah membuat kesalahan fatal.."
"Pah.. "
"Iya nak, papa disini.."
"Dingin .. " seru Letta.
David ikut panik saat melihat Reno yang panik saat Letta berujar kedinginan.
"Berikan sama om .." menggantikan David menopang tubuh Letta.
Reno memeluk erat tubuh Letta agar tak merasa kedinginan. Sedang David terus menekan lukanya berharap darah berhenti mengalir.
"Papa akan peluk kamu nak, " seru Reno yang meneteskan air matanya.
"Makasih pah, " lemah Letta yang kemudian kehilangan kesadarannya.
"Letta, !! Letta bangun nak..!!" Panik Reno.
"Ta, bangun!!" Teriak David.
...~...
Pagi buta Daniel sadar dari tidurnya, ia menatap sekelilingnya. Dan senyumnya merekah saat matanya menatap wajah wanita yang dicintainya sedang tersenyum kearahnya.
"Selamat pagi.. " ucap Cally tersenyum pada Daniel.
"Pagi cantik, " balas lemah Daniel.
Cally turun dari ranjangnya dan berjalan menghampiri Daniel. Ia duduk dipinggir ranjang, menggenggam erat tangan milik Daniel.
"Makasih ya, "
"Untuk apa ??"
"Untuk semu yang udah kamu lakuin buat aku .."
"Kamu tahu aku ikhlas, bahkan aku seneng lakuinnya.."
Cally tiba-tiba merasa sedih, bagaimanapun juga ia baru saja kehilangan bayi yang selalu dijaganya. Hatinya masih terasa tak rela dengan hal itu.
"Kamu udah tahu .." tanya Daniel menggenggam tangan Cally dengan erat.
"Ehm.." gumam Cally menganggukan kepalanya.
Daniel segera bangkit dari posisinya, ia menarik dan mendekap tubuh Cally. Ia memeluk erat seakan tak membiarkan Cally merasa seorang diri.
"Ada aku disini buat kamu. Maaf aku nggak bisa jagain dia.."
"Bukan salah kamu, mungkin ini yang terbaik.." membalas pelukan Daniel.
Daniel merenggangkan pelukannya, menghapus air mata Cally yang membasahi pipinya.
"Jangan nangis lagi ya .."
"Hehe iya, " tawa Cally memegangi tangan Daniel yang berada dipipinya.
"Kita hanya berdua ini ??"
"Iya, tante sama kak Runi lagi beli sarapan .."
Daniel tak menyahutinya, ia hanya tersenyum sambil mengelus pipi Cally. Cally memejamkan matanya , menikmati usapan tangan kekar Daniel pad wajahnya.
Nb : Hai semua, jangan lupa mampir juga yuk ke novel baru aku. Disana nggak kalah seru juga menggemaskan loh,, yuk mampir dan ramaikan "Terjebak Cinta" š„°
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya, dan share juga ke teman juga kerabat kalian.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
......HAPPY READING GUYS,......
...šš...
__ADS_1