
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
...ā...
Hari itu juga Carlos dimakamkan dengan bantuan rumah sakit. Langit siang itu mendung, seolah ikut iba atas apa yang menimpa Cally saat ini.
"Bu Cally," panggil salah seorang polisi.
"Ada apa pak.."
"Ini semua barang-barang korban yang bisa kami selamatkan bu," menyerahkan satu plastik berisi dompet juga ponsel milik Carlos.
"Terima kasih pak.." lemas Cally berucap.
Semua orang pergi, meninggalkan Cally seorang diri di makam Carlos. Namun Cally tak sepenuhnya sendiri, Loise disana. Dibalik pohon ia memantau Cally dari kejauhan.
"Ini baru permulaan, kalian semua akan pergi menemani Alfon di dalam kuburnya.." serunya menyeringai.
Cally pergi meninggalkan makan dengan membawa barang Carlos. Memastikan mobil Cally menghilang, Loise keluar menghampiri makan Carlos.
"Hai bung, maaf jika aku menghilangkanmu.." serunya berjongkok didepan makam.
"Awalnya aku hanya ingin memberi pelajaran pada anak durhaka yang telah membunuh daddy nya itu, tapi semua diluar rencana.." mengusap nisan Carlos.
"Aku hanya ingin membuatmu celaka malam itu, namun aku tak tahu jika ada mobil lain dari arah berlawanan.." kenang Loise pada kejadian malam itu.
Loise tahu siapa Carlos, ia tahu apa yang sudah ia juga Cally perbuat selama ini. Dan siang itu Loise yang membuntuti Cally sudah bisa menebak jika anak sahabatnya itu tengah mengandung.
Malam itu ia hanya ingin mencelakai Carlos untuk menakut nakuti Cally. Loise sengaja melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi mengarah pada mobil Carlos.
Carlos yang terkejut tak dapat mengendalikan mobilnya hingga menabrak pembatas jalan. Dan naasnya, ada mobil lain yang tanpa sengaja menabrak mobil Carlos hingga terguling dan membuatnya merenggang nyawa.
"Aku tak menyesal, aku hanya kasihan saja denganmu. Tapi maaf telah menghilangkan nyawamu.." seru Loise sambil menaburkan mawar merah.
Setelah menepuk nisan Carlos, Loise berdiri lalu berjalan pergi meninggalkan pemakaman.
Didalam mobilnya, Loise mulai menyeringai mengingat semua rencananya yang berjalan lancar.
"Selanjutkan kamu Arletta.." serunya.
_____________________________________________
Hari ini Arum akan dipindahakan dari rumah Arga menuju rumah sakit jiwa tempat Daniel bekerja. Dibawah pengawasan Daniel, akhirnya Letta setuju Arum dibawa pergi.
"Kita akan terus mengawasi kondisi juga perkembangan pasien, nona tenang aja saya pribadi akan terus merawat bibi anda.." ucap Daniel meyakinkan Letta yang masih nampak ragu.
Pada akhirnya mau tidak mau Letta hanya bisa menganggukan kepalanya. Dan siang itu semua orang mengikuti Daniel memindahkan Arum.
Arum histeris saat dimasukkan kedalam sebuah kamar bernuansa putih tanpa jendela, hanya ada jeruji besi untuk pergantian udaranya.
__ADS_1
"Apa ini aman untuk bi Arum yank ??" Tanya Letta mengedarkan pandangannya.
"Yank ini rumah sakit jiwa, pasien nya semua terkena gangguan mental. Mana mungkin kamarnya kayak kamar rumah sakit biasa .." celetuk Arga.
Letta cemberut memanyunkan bibirnya mendengar ucapan Arga suaminya. Daniel kemudian menjelaskan prosedur penanganan Arum serta jam besuk juga terapinya.
"Gue serahin semuanya sama loe Niel.!!" Seru Arga menepuk bahu Daniel.
Reno juga Elena merasa lega saat Arum sudah dipindahkan dari rumah anaknya. Ia begitu khawatir memikirkan kondisi Letta jika masih satu rumah dengan Arum yang mengalami depresi.
"Kalau begitu kami pamit dulu ya .."
"Baik om, serahkan semua sama Daniel.."
"Hm, om percaya .."
Keempatnya pergi meninggalkan rumah sakit jiwa, namun ditengah perjalanan tiba-tiba Letta merasa lapar.
"Mau makan disini aja ??" Tanya Reno saat melintasi sebuah resto sari laut.
"Mau sayang ??" Tanya Arga.
"Apa aja, yang penting ada nasinya.." jawab Letta.
Mereka turun dan mulai masuk kedalam resto untuk makan. Dan saat mereka makan, Ilham juga keluarganya telah sampai kembali di Indonesia.
"Pah, mau pakai taxi apa minta jemput orang aja..??" Tanya Seruni.
"Kita pakai taxi saja, nggak enak kalo nelpon orang buat jemput kita disini. Udah kayak bos besar aja minta dijemput.." canda Ilham membuat Flora juga Seruni tersenyum.
Mereka berjalan keluar dari jalur penjemputan di bandara untuk mencari taxi, dan tak menunggu lama taxi itu melintasi mereka.
"Nak, jika nanti papa sama mama nggak ada ingat untuk menjaga diri kamu baik-baik!! Jaga juga Letta adik kamu ya .." pesannya tersenyum kearah Seruni.
Flora tiba-tiba saja memeluk putrinya itu begitu erat, seakan mereka hendak berpisah jauh dan tak ingin dipisahkan.
"Mama sayang banget sama kamu nak.." serunya mengeratkan pelukannya.
"Mama sama papa jangan ngaco kalo ngomong ya.." kesal Seruni dengan semua ucapan orang tuanya.
Ilham juga Flora hany tersenyum menatap putrinya yang sedang merajuk. Namun semua senyuman berbalik menjadi kekhawatiran saat sebuah mobil menabrak taxi yanh mereka tumpangi.
Mobil berguling dan jatuh disebuah jalanan yang menurun. Supir taxi terpental saat mobil terguling, sedang Ilham Flora juga Seruni didalam mobil dengan bersimbah darah.
*
Letta saat ini sedang makan dengan lahapnya bersama Arga, Reno juga Elena. Namun tiba-tiba saja ia menangis mengejutkan ketiganya.
"Hiks.. hikss,," tangis Letta sesegukan.
"Sayang ?? Kamu kenapa ?? Ha ??" Panik Arga menatap istrinya.
"Nak ada yang sakit atau perut kamu sakit ??" Tanya Reno.
"Om Ilham, tante Flora.. kak Runi.." ucap Letta ditengah tangisnya.
Namun belum sempat Reno kembali bertanya, ponselnya tiba-tiba berdering.
"Siapa pah ??" Tanya Elena.
__ADS_1
"Nggak ada namanya, papa angkat dulu ya.."
Mata Reno membulat setelah menerima telponnya. Matanya berkaca-kaca sambil memandangi Letta yang masih menangis dihadapannya.
Reno menutup telponnya, dan seketika ia lemas tak berdaya. Arga menatap reaksi papanya setelah menerima telpon.
"Ada apa pah ?? Siapa yang menghubungi papa ??" Tanya Arga, namun Reno diam tak menjawabnya hanya menatap Letta yang masih menangis.
"Kuat sekali ikatan batin mereka dengan Letta, bahkan Letta yang belum tau kabar kecelakaan sudah lebih dulu dengan firasatnya.." batin Reno.
"Kita pergi sekarang ya, "
Mereka mulai masuk kedalam mobil. Namun Arga merasa heran saat mobil berjalan tak melewati jalan menuju rumahnya.
"Pah.." panggilnya hendak bertanya.
Namun Reno diam sambil menggelengkan kepalanya. Arga paham kode papanya, ia diam dengam pemikirannya sendiri.
Mobil berhenti didepan rumah sakit harapan bunda, mata Letta menatap terkejut saat melihat siapa yang keluar dari mobil ambulance lewat kaca mobilnya.
"Om ..!!" Teriak Letta keluar dari dalam mobil dengan tergesa-gesa.
Semua orang panik melihat Letta sudah keluar dan berlari masuk kedalam rumah sakit. Namun Letta yang hendak mengejar Ilham terkejut saat tiba-tiba ia melihat Seruni juga Flora sedang didorong dengan bersimbah darah.
Letta terkejut dan hampir terjatuh, namun untung saja ada Arga yang dengan sigap memegangi istrinya.
"Sayang.." seru Arga.
Mereka semua dibawa ke ruang UGD untuk mendapat pertolongan pertama. Letta begitu panik dan terus menangis.
"Sayang tenang ya.." bujuk Arga agar Letta diam.
"Mana bisa aku tenang, mereka semua ada didalam yank.. " bentak Letta pada Arga.
Tiba-tiba dokter keluar dengan raut wajah sendunya.
"Bagaimana dok .." tanya Reno panik diikuti Elena.
"Pasien atas nama Seruni saat ini masih dalam kondisi kritis, pendarahan dikepalanya membuat pasien kehilangan banyak darah. ." Jelas dokter.
"Lalu bagaimana dengan om dan tante saya dok??" Tanya Letta.
Tiba-tiba dokter menundukkan kepalanya, Letta panik tiba-tiba melihat reaksi dokter.
"Dokter .." panggilnya.
"Maaf, tapi kami sudah berusaha. Pasien terlalu banyak mengeluarkan darah, dan luka yang cukup parah.."
Tubuh Letta melemah dan tiba-tiba jatuh. Arga panik saat Letta merintih sakit pada perutnya, dan Elena melihat ada darah yang mengalir dikaki menantunya itu.
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
......HAPPY READING GUYS,......
__ADS_1
...šš...