
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
_______________________________________š¾
...ā...
Sia yang merasa sangat emosi memilih keluar dari dalam cafe meninggalkan mereka yang masih saja berdebat.
"Kalian lihat apa yang bisa gue lakuin !!" ancamnya, kemudian ia terlihat mengejar Sia keluar dari cafe.
Diluar cafe terlihat Sia tengah duduk disebuah bangku cafe sambil menangis tersedu-sedu. Carlos pun dengan santai berjalan mengahampirinya.
"Sayang, hai ada apa ??" lembutnya menghapus air mata Sia.
Sia hanya diam menggelengkan kepalanya, namun sejujurnya ia merasa sangat sakit hati saat Joni menyebutnya sebagai parasit.
Terlepas apa yang sudah ia perbuat, ia merasa tak pernah menjadi parasit bagi orang lain. Dan itu yang membuatnya sakit hati.
"Sepertinya ini hari yang bagus untuk mendapatkannya," gumam Carlos sambil menatap licik wajah Sia dihadapannya.
"Sayang ikut aku sebentar aja yuk .." ajaknya menggenggam tangan Sia.
"Kemana ??" sahutnya.
"Kemanapun asal bisa bikin kamu tersenyum lagi ..!!" gombalnya.
Namun Sia yang sudah termakan gombalan Carlos hanya diam mengikuti langkah Carlos sambil terus memancarkan senyumnya.
"Silakan tuan putri .." ucap Carlos saat mempersilahkan Sia masuk kedalam mobil.
Dalam perjalanannya Sia tak henti memancarkan aura bahagianya. Dimatanya Carlos adalah laki-laki sempurna, dan ia merasa beruntung memilikinya.
"Yank ini dimana ??" tanya Sia saat mobil berhenti disebuah bukit dengan pemandangan yang memanjakan mata.
Bukit ini cukup jauh jarak tempuh dari pusat kota, dan disini udara terasa sangat dingin. Bahkan Sia yang sudah menggunakan jaket masih bisa merasakan hawa dingin menembus tulangnya.
"Ini namanya bukit cinta, disini kita bisa menenangkan diri kita kalo lagi ada banyak masalah.. "
"Dan disini juga, nantinya kita bisa melihat pemandangan malam dengan cara yang berbeda .." serunya ambigu.
Namun Sia yang sudah percaya penuh dengan Carlos hanya menganggukan saja kepalanya.
"Tunggu sebentar ya, aku ambil minuman di bagasi .." pamitnya.
Sia tak menaruh curiga padanya, ia sibuk mengagumi pemandangan didepan matanya. Namun ia tak tahu jika sebenarnya dirinya sedang dalam bahaya.
"Hari ini kita hanya akan bersenang-senang sayang !!" gumamnya sambil memasukkan serbuk kedalam minuman kaleng Sia.
"Ini sayang, " menyerahkan kaleng minumannya, kemudian ia bergabung duduk diatas mobil menikmati suasana siang hari.
"Makasih yank .." dengan riang menerima dan meneguk minumannya.
__ADS_1
"Habiskan Sia, habiskan hingga tetes terakhir. Hhahah jangan menyalahkanku salahkan saja Arletta nantinya!!" batinnya penuh rasa kemenangan.
Hampir 30 menit mereka bersenda gurau, kini obatnya mulai bereaksi. Terlihat Sia salah tingkah, bahkan ia merasa tubuhnya panas serasa terbakar.
"Sayang apa yang terjadi ??" pura-pura panik Carlos.
"Yank, tubuhku panas sekali rasanya. Aku tidak tahan lagi yank .." serunya sambil melepas jaketnya.
"Sebaiknya kita masuk kedalam mobil saja sayang.." ajaknya.
Namun saat Carlos membantu Sia masuk kedalam mobil dengan sengaja ia menyenggolkan tangannya tepat diarea sensitif milik Sia, membuat Sia merasakan hawa aneh menyerang tubuhnya.
Dan tak ingin bermain telalu lama, pada akhirnya Carlos menyerang Sia dibawah pengaruh obat dengan begitu brutal dan kasarnya.
______________________________________
Kantor David,
David begitu tercengang saat menerima laporan dari anak buah yang diperintahkannya untuk mengawasi cafe milik Letta.
"Siapa laki-laki ini ?? kenapa wajahnya bikin curiga ??" gumamnya berfikir tentang Loise dalam foto ponselnya.
"Apa dia anak buah Alfon yang diperintahkan untuk menyakiti Letta ??" pikirnya.
Namun sebelum ia mendapat jawaban, ponselnya kembali berdering dan menunjukkan nama Ilham dilayarnya.
š "Halo om ??"
š " Halo nak David, apa om mengganggu pekerjaanmu sekarang ??"
š "Oh tentu tidak om, kebetulan saya lagi longgar ini. Kalo boleh tau kenapa ya ??"
š "Boleh om, kita mau ketemuan diaman ??"
š "Di cafe purnama ya dekat kantor kamu, soalnya om juga berada dijalan yang satu arah kesana.."
š "Baik om, saya tunggu disana kalo begitu.."
Lalu setelah mengakhiri panggilannya, David terlihat meninggalkan kantornya dengan hanya berjalan kaki.
Dan disinilah keduanya sekarang, duduk saling berhadapan ditemani coffee americano juga arabian coffee.
"Apa yang ingin om sampaikan ??" tanya David yang sudah penasaran.
"Om yakin kamu sudah menerima laporan dari anak buahmu bukan ??" tanyanya.
David yang ditanya hanya diam tak menyahuti, ia merasa tak mengerti arti dari pertanyaan yang dilontarkan oleh Ilham.
"Om tau kamu memata-matai cafe Letta kan, dan om tau anak buahmu sudah mengirimkan foto laki-laki itu.." sahutnya seakan tahu isi dari fikiran David.
"Om kenal laki-laki itu ??" tanyanya terkejut.
Lalu Ilham mulai menceritakan kisah antara dirinya, Mark Ferrour juga Loise. Dimana ketiganya sudah dekat layaknya saudara, namun hal itu rusak akibat ulah Loise yang mencintai Emly dan berusaha mencelakainya.
"Jadi om sudah mengawasi laki-laki itu sejak lama ??"
"Hmm, karna om tau dia pasti akan kembali dan menuntut balas atas apa yang ia alami beberapa tahun lalu.."
__ADS_1
"Kita harus menceritakan ini sama Arga om, supaya dia bisa lebih hati-hati lagi menjaga Letta.." panik David.
"Tenanglah, om Reno sudah tau semuanya. Dan om Reno sendiri yang akan menceritakan masalah ini.." jawabnya.
Dan seorang yang sedang mereka khawatirkan kini terlihat tengah asyik bersenda gurau dengan tantenya yang bernama Joy.
Bahkan tak ada sedikitpun rasa sedih diraut wajahnya, hanya terlihat tawa suka cita dari candaan keduanya.
"Hhahaha .. aduh tante nih bikin aku kebelet pipis terus deh .." keluh Letta saat dirinya terus menerus buang air kecil.
"Bukan salah tante, salahin aja tuh anaknya Arga yang sama nyebelinnya kayak bapaknya!" ocehnya, namun Letta hanya diam dan tersenyum menanggapinya.
"Dih gak boleh gitu tan, nanti kasian suami aku dikantor kesedak karena tante gibahin loh.." senyumnya sambil mencoba perlahan duduk.
Kehamilan yang hampir memasuki usia 7 bulan membuat Letta mulai gampang merasa letih saat melakukan kegiatannya sehari-hari.
Maka dari itu pula Arga melarangnya untuk pergi bekerja ke kantor. Hanya saat ia dibutuhkan mereka akan datang kerumah, bahkan meeting penting akan tetap ia pindahkan kedalam rumah.
"Uhukk .. uhukk, uhuuukk !!" Arga yang sedang bekerja diruangannya terbatuk-batuk dan segera meneguk minumannya.
"Ahhhh .. siapa yang berani membicarakanku dibelakang!! cai mati " amuk nya menatal tajam laptopnya.
"Tante Joy, Jake ayo makan siang dulu yuk.." ajak Letta saat sudah mendapat aba-aba dari bibinya bahwa makan siang ia bebas mau kemana.
Duduk saling mengelilingi, membuat Letta merasa sedikit tercengang saat menatap menu makan siangnya.
"Astaga bibii !!" teriak Letta mengejutkan semuanya.
"Kenapa nak ?? apa, mau makan apa kamu nak ??" tanya Joy yang merasa khawatir.
"Mau makan apa kak, nanti Jake beliin.." seru Jake kemudian.
Dan belum sempat Letta bersuara, suara ketiga bini sudah memenuji meja makan.
"Siapa yang suruh masak ini ..??" tanyanya.
"Tidak ada nona muda, " seru bi Luni dan diikuti bi Muli juga bi Suti.
"Masakan bibi kali ini sempuran bik, aku juga lagi pengen makan ini .." seru Letta sambil mengapus jejak air mata harunya.
Ditengah Letta yang terharu dengan semua perhatian untuknya, terselip air mata dari Sia yang merasa sakit diseluruh tubuhnya.
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
___________________šŖ______________________
Hai semuanya, jangan lupa mampir juga yuk ke novel milik saudara aku. Rekomendasi langsung dari aku loh, dan jangan lupa kalo mau baca siapin sekotak tisu juga sekardus rasa sabar karena kita akan dibawa masuk kedalam emosi para pemainnya.. š
judulnya : CINTA SUGAR DADDY
spesial author : Khalisa Maisara
__ADS_1