
Arletta hanya diam tanpa berani menatap suaminya, dipandanginya selimut yang ada dihadapanya itu.
"Apa aku perlu menjabarkan nama papa mertuaku ??" tanya Arga yang sudah dalam posisi duduk memandang istrinya.
"Apa kamu menyelidiki identitasku mas ??" tanyanya tanpa berani menatap.
"Apa salah kalau seorang suami ingin tahu tentang istrinya ??"
"Maaf, bukan aku bermaksud menyembunyikannya dari kalian semua .. tapi aku belum siap membuka luka lamaku .. " tanpa sadar, Arletta yang sedang tertunduk sudah berlinang air mata.
"Sebaiknya aku bahas ini lain kali saja .. kasihan dia ," batin Arga sambil memeluk tubuh Letta.
"Sssttt .. udah jangan nangis lagi, aku gak akan maksa kalau kamu belum siap .. " membelai lembut rambut milik Arletta.
"Maafin aku mas .. " tangisnya pun semakin menjadi.
"Udah .. udah, sssstt .. jangan nangis lagi yha .,kasian dede bayi nya .. "
"Mas .. "
"Hmmm .. " masih memeluk tubuh istrinya.
"Aku pengen makan nasi bakar .. " ucapnya melonggarkan pelukan suaminya.
Arga hanya diam sambil terus menatap Arletta yang juga tengah menatapnya. Entah mengapa jantung Arga berdetak kencang melihat raut wajah menggemaskan istrinya itu.
"Masss .. " panggil Arletta membuyarkan lamunan Arga.
"Mau makan dimana ??" tanyanya gugup.
"Ehhhhmmm .., " Arletta yang sedang berfikir tak menyadari pandangan Arga yang gemas melihat wajahnya itu.
Tiba-tiba saja Arga mengecup sekilas bibir ranum milik istrinya itu. Arletta diam mematung mendapat serangan dadakan dari suaminya.
"Kita makan diresto langganan papa aja yuk ,, " ajaknya sembari mengusap usap bibir istrinya.
"Ehhmm " angguknya tanpa bersuara.
Setelah selesai bersiap-siap, Arga dengan hati-hati menuntun Arletta menuruni anak tangga.
"Mas aku bisa sendiri .. " protes Arletta dengan sikap suaminya.
"Iya tau .. " acuhnya yang tetap menuntun sang istri.
Tak ingin membuang tenaga untuk protes lagi, akhirnya Arletta hanya diam menerima perlakuan dari suaminya.
,
,
,
__ADS_1
,
Di apartemen milik David, Orlan sedang sibuk berkutik dengan laptop miliknya .. sedang David sendiri terlihat sedang memeriksa beberapa lembar kertas.
"Aaaaa .. ketemu ,, !!!" seru Orlan.
Bukkkk ..
"Sialan loe !!., bikin kaget aja tau nggak !!.. " David yang terkejutpun secara reflek melemparkan bantal sofa didekatnya.
"Sorry .., sorry. Tapi gue udah berhasil nemuin semua aset milik keluarga si Letta, terus juga sama pengelolanya .. " tunjuk Orlan pada layar laptopnya.
David yang penasaranpun segera duduk dibawah disamping Orland. Pandangan mata keduanya terpaku pada satu nama yang tertera disana.
"Ilham .. " seru keduanya bersamaan.
"Kita harus cepet-cepet kasih tau Arga soal ini .. " Orlan yang sedang antusias mencoba menghubungi Arga.
"Kenapa ??" tanya David saat melihat ekspresi sahabatnya.
"Gak diangkat-angkat .. "
Arga yang sedang menemani Arletta makan nasi bakar tak menyadari bahwa ponselnya tertinggal di dalam mobil. Saking asyik memandang Arletta yang sedang,ia tak sadar disampingnya ada seorang waiter sedang bertanya padanya.
Arletta yang sedang makan menghentikan aktivitasnya saat dirasa sang suami tak merespon waiter itu.
"Mas .. " panggilnya.
"Itu dari tadi ditanya sama mas nya .. " ucapnya sambil menunduk, menyembunyikan wajah malunya itu.
"Aaa .. maaf ya mas, ada apa ??" tanyanya sedikit salah tingkah.
"Itu pak, untuk pesanan yang dibungkus mau antar sekarang atau nanti .. " ucap waiter.
"Oh .. nanti aja mas, saya masih nemenin istri saya makan dulu.. "
Setelah selesai, akhirnya merekapun masuk kedalam mobil hendak pulang.
"Mas .. tadi ponsel kamu ketinggalan ya ??" tanya Arletta yang melihat ponsel suaminya.
"Astaga !! ., iya yank .. aku sampai gak sadar looh .. " membukan ponselnya.
"Kenapa mas ??" tanya Letta yang melihat raut wajah suaminya.
"Enggak ,, ini tadi si Orlan nelpon banyak banget.. ni coba aku wa dulu.. " sahutnya sambil mengirim pesan pada Orlan.
Orlan yang menerima pesan dari Arga segera menceritakan semua yang didapatnya bersama David tentang Arletta. Dan Arga pun segera pergi ke apartemen milik David setelah tadi menidurkan Arletta yang ketiduran di mobil.
,
,
__ADS_1
,
,
,
Saat mereka sedang berkumpul, mata mereka fokus pada laptop bergantian dengan lembaran demi lembaran kertas. Bahkan Reno pun ikut bergabung bersama mereka saat Arga meminta hasil penyelidikan papanya itu.
"Sepertinya papa tau dimana Ilham tinggal .. " ucap Reno membuyarkan konsentrasi.
"Papa kenal ???" tanya Arga.
"Tentu saja, keluarga Ferror adalah orang yang membantu papa ketika terpuruk, bahkan kita sudah seperti keluarga maka dari itu papa tau tentang Ilham dan keluarganya .. " jelas Reno sambil menerawang masa lalu.
"Jadi om kenal juga sama om Alfon udah lama ..??" tanya David kemudian.
"Om kenal Alfon baru-baru ini .. dulu om hanya tau kalau Mark punya saudara,, "
"Menurut om, sekarang om Ilham ini ada dimana .." tanya Orlan.
"Solo .. "
"Solo ???" seru ketiganya bersamaan.
"Mark pernah membeli sebuah rumah disana, tapi secara diam-diam dan hanya kami bertiga yang tau. maka dari itu papa yakin dia ada disana .. " yakin Reno pada pendapatnya.
"Kalo gitu aku akan suruh orang untuk menjemputnya .. "
"Tidak Arga ,, kalau kamu meminta seseorang untuk menjemputnya dia tidak akan pernah datang kesini. ."
"Lalu ??"
"Pergilah ke Solo, jemput dia dan bawa ke Jakarta .. "
,
,
,
,
,
,,
,
Yuk bagi-bagi komen kalian disini ..
Jangan lupa klik like and votenya yha .. Happy reading ,,
__ADS_1