Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
39


__ADS_3

Arletta yang sedang melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Arga terlihat santai sambil mengunyah keripiknya. Namun saat membuka pintu ruang kerja ia terkejut dengan tamu yang sedang bersama suaminya.


"Mas Argaaaa .. ".


Pyarrr ..


"Letta .. " seru Arga berdiri menghampiri Arletta yang masih mematung dengan sebelah kakinya berdarah terkena serpihan kaca.


"Bisa tidak lain kali kamu hati-hati saat membawa sesuatu .. " serunya dingin sambil membersihkan beberapa serpihan di kaki Letta.


"Ka.. kalian ada disini ??" tanyanya gugup tak memperdulikan ucapan suaminya.


"Kita lagi bahas sesuatu dengan pak Arga Ta, " sahut Bella dengan senyuman ramahnya membuat Arletta mengerutkan dahinya.


"Aakkhh .. " pekiknya terkejut saat Arga mengangkat tubuhnya.


"Pergilah keruang makan, kita makan malam bersama baru melanjutkan pembicaraan kita barusan.." perintahnya pada tiga orang karyawannya itu.


"Baik pak .. " seru Verrel sambil matanya menatap Arletta yang menyembunyikan wajahnya didada Arga bos nya.


"Lohh .. loh Arletta kenapa Ga ??" panik Elena saat melihat tubuh menantunya digendong anaknya.


"Kena pecahan kaca mah kakinya .. " sahut singkat Arga lalu membawanya kedalam kamar.


Sesampainya kedalam kamar dengan hati-hati Arga meletakkan Letta diranjang. Dengan cekatan ia mengambil kotak p3k yang tersimpan dikamarnya itu.


"Apa maksud semua ini mas ?" tanya Arletta dingin.


"Maksud kamu apa, aku nggak ngerti .." berlagak tak tahu arah pembicaraan Arletta namun ia terlihat sibuk mengamati luka dikaki istrinya itu.


"Jangan sok nggak tau kamu mas , bukankah kita sudah sepakat untuk merahasiakan pernikahan kita?? lalu kenapa mereka ada disini !!" kesalnya membuat Arga menatap tak suka kearahnya.


"Berani sekali kamu berteriak sama suami kamu Letta, apa kamu lupa siapa kamu ??" aura dingin serta tatapan mata Arga membuat nyali Arletta yang semula berapi-api kini padam.


"Memangnya kenapa kalau saya mengundang mereka kesini ?? saya ada kepentingan dengan mereka bertiga. Apa kamu sengaja mau merahasiakan terus pernikahan kita supaya kamu bisa bebas pergi kencan dengan si Robi itu !!" tuduhnya pada Arletta membuat suasana makin memanas.


"Jangan asal bicara mas, aku bukan perempuan seperti yang kamu pikirkan. Aku hanya nggak suka dengan cara kamu membongkar pernikahan kita, kamu bisa bicara denganku dulu .. " seru Arletta berusaha menekan amarahnya namun semua amarhanya terasa disetiap kata yang ia ucapkan.


"Aku sudah menjelaskan semua tentang kita dengan mereka , jadi kamu nggak usah panik kalau mereka akan marah sama kamu .." kembali fokus mengobati kaki Arletta.

__ADS_1


"Kamu egois mas !!" menarik kakinya dari Arga lalu berjalan keluar dari kamar dengan amarah yang memuncak.


"Arletta kembali!! Arletta .. !!" teriaknya memanggil istrinya.


Perlahan menuruni tangga rumahnya, ia melihat ketiga sahabatnya tengah berada dimeja makan dengan Bella yang membantu Sika serta Elena menyiapkan makanannya.


"Mah .. " panggilnya sambil menundukkan wajahnya.


"Iya nak kenapa ? mau makan sesuatu kah .?" menghampiri Arletta lalu mengusap punggungnya.


"Mah, Letta boleh nggak bicara sama sahabat Letta?? sebentar aja kok .." rayunya pada Elana saat melihat Elena mengerutkan dahinya.


"Tentu sayang .. apa yang nggak buat kamu .." senyumnya sambil mencubit pipi Arletta yang mulai terlihat tembem.


"Kita bicara di taman belakang yuk ,, " ajak Letta pada ketiga sahabatnya.


"Nak jangan lama-lama ya nanti sakit, pakai jaket.."teriaknya saat tubuh Arletta tal terlihat lagi.


"Keluarganya pak Arga care banget ya Ta sama loe !" puji Bella membuat Arletta bertambah makin bersalah.


Sambil menundukkan kepalanya Arletta berucap maaf dengan tulus. Verrel yang sudah lebih dulu menganggap Arletta sebagai adiknya tahu betul bagaimana perasaannya saat ini.


"Nggak perlu minta maaf Ta, kita ikut bahagia kok denger kamu udah nikah sama pak Arga .." ucap Verrel tulus sambil menggenggam tangan Arletta.


"Gue gak sabar tau nggak sih gimana wajah anak loe ntar .. dominan pak Arga apa loe yha? secara kan pak Arga .. wrauwww gitu .." canda Lio membuat Arletta menyebikkan bibirnya.


"Kalian bener-bener nggak marah kan sama gue ??" tanyanya memastikan.


"Pak Arga udah jelasin semuanya kok, dan kita sama sekali nggak marah. Pak Arga begitu mencintai loe dan kita semua bahagia melihat itu.." tulus Bella memeluk sahabatnya.


"Yaudah tadi pesennya mertua loe kan nggak boleh lama-lama diluarnya takut loe masuk angin .. " ajak Lio masuk yang mendapat pukulan dilengannya.


"Sakit Bel .. " protes Lio.


"Bilang aja loe laper ,, " ejek Bella yang mendapat rangkulan dibahunya oleh Verrel.


"Males gue lihat si bebek sama si velek sok romantis .. " melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah seorang diri.


"Hhahhahaahha .. " tawa riang semuanya sambil ikut memasuki rumah.

__ADS_1


Dimeja makan sudah duduk semua orang namun tidak dengan Arga yang masih berada diatas.


"Kak Letta tadi aku udah ke kamar nyuruh kak Arga makan, tapi katanya nggak kamu lagi nggak nafsu.." adu Sika pada Letta.


"Yaudah semuanya makan dulu aja gpp, biar aku panggil mas Arga turun dulu.. " pamit Letta meninggalkan meja makan menuju kamarnya. Dengan langkah perlahan ia menaiki tangga satu persatu.


Memasuki kamar ia mengedarkan pandangannya mencari sang suami. Arga yang berada dibalkon sebenarnya menyadari kedatangan Arletta istrinya, namun karena masih kesal ia hanya diam mengacuhkannya.


"Mas .. " panggil Letta saat menemukan keberadaan suaminya. Namun Arga tak bergeming sama sekali, ia hanya diam sambil memandang langit malam.


"Mas makan yuk ,, " ajaknya menyentuh lengan Arga.


"Lagi nggak nafsu makan, kamu makan aja sama yang lainnya .. " ketus Arga membuat Arletta menghela nafas. Ia tahu ia telah membuat suaminya itu kesal.


"Mas .. " mulai terisak membuat Arga terkejut lalu membalikkan badannya.


"Aku kan nyuruh kamu makan, kenapa malah nangis disini .. ???" dengan penuh perhatian Arga menghapus air mata Arletta yang terus mengalir.


"Aku minta maaf .. aku udah hiks ..hikss , udah bikin mas marah sama aku .. " isaknya berucap membuat Arga menyunggingkan senyumnya.


"Iya gpp ., sekarang diam dong kan udah dimaafin ,, " seru Arga membuat Arletta menatapnya.


"Kenapa liatinnya gitu ..??" tanya Arga heran.


"Mas belum minta maaf sama aku ,, " cicitnya.


"Minta maaf buat apa ??" menahan tawanya agar tak menggelegar.


"Yakan tadi mas udah marahin aku, udah teriak-teriak sama aku .. " kesalnya menghentakkan kakinya tanpa sadar.


"Hhhahhahahhaha.. jangan marah dong sayang. Iya aku minta maaf yha udah bentak kamu tadi .. " menggesekkan hidungnya ke hidung Arletta, membuat wajah Arletta bersemu merah merona.


"Yaudah .. jadi makan nggak ni ??" tanya Arletta dengan nada manjanya. Dengan gemas Arga mencium sekilas bibir Arletta membuatnya mendapat cubitan diperutnya.


"Hhahha .. kenapa malah dicubit sih,?? yaudah makan yuk yank .. laper ,, " serunya memeluk tubuh Arletta dari belakang dan melangkah bersama.


"Katanya nggak laper ,, " sindir Arletta berpura-pura kesal.


"Mau mas makan kamu aja sebagai makan malamnya??" tanya Arga dengan nada dinginnya membuat bulu kudu Arletta merinding terkena hembusan nafas Arga.

__ADS_1


"Nggak usah makasih ,"


"Hhahahahhahaaaa... "


__ADS_2