
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
_______________________________________š¾
...ā...
Letta yang kelelahan tanpa sengaja tertidur selepas ia mandi tanpa melepas jubah mandinya. Arga yang melihatnya begitu gemas dengan wajah istrinya tertidur, terlebih kini pipi Arletta semakin cubby saja.
"Gemesin banget sih kamu sayank.." mengecup sekilas pelipisnya.
Lalu ia mencoba menghubungi Ali untuk mengundur jadwal makan malamnya, namun ia meminta kedua bodyguardnya untuk makan malam terlebih dahulu.
Jarum jam menunjukkan pukul 8 malam saat mata cantik itu mulai terbuka. Ditatapnya wajah Arga yang juga tertidur pulas disampingnya, dengan perlahan ditelusurinya perlahan wajah itu dengan jari lentiknya.
"Geli sayank!" Arga yang terbangun akibat sentuhan itu segera menangkap tangan Letta.
"Maaf mas, aku bangunin kamu ya ??" serunya manja sambil bergeser memeluk tubuh suaminya.
"Tidur lagi aja yuk.. " ajak Arga dengan memeluk tubuh istrinya.
"Kok tidur sih, kan aku lapar mas belum makan. Terus ini juga minta makan gudeg loh, kok malah ngajakin tidur!!" kesal Arletta bangun dari tidurnya sambil mengus perutnya.
"Hheheh iya syank bercanda aja mas tadi, yaudah sana siap-siap mas tunggu disini.." senyum Arga menatap wajah cemberut istrinya.
*
Malam kian larut saat keempat orang itu menyusuri jalan setapak. Malam kian dingin namun masih banyak warga yang berkeliaran di jalan, bahkan ada yang hanya duduk menatap jalan saja.
"End, " panggil Arga.
"Saya tuan," sopannya.
"Tolong bawakan tas istri saya, saya takut dia kelelahan .." menyerahkan tas yang ia rebut dari Letta.
"Apaan sih mas, aku bisa bawa sendiri ih.." kesalnya.
"Yuk kita cari makan .." seru Arga merangkul pinggang Letta agar terhindar dari omelan istrinya.
_________________________________________
Cally yang kelelahan juga terpengaruh alkohol kini terlihat tertidur pulas dengan keadaan kacau. Tubuh polosnya kini terpampang tanpa penutup sehelaipun, dan Carlos dengan santainya duduk memandanginya sambil menghisap puntung rokoknya.
__ADS_1
"Sebaiknya gue pergi sebelum dia bangun dan ngebunuh gue!!" gumam santai Carlos mematikan puntung rokoknya, kemudian ia terlihat memunguti pakaiannya dan menggunakannya.
Berjalan menghampiri Cally yang tertidur, Carlos duduk disampingnya kemudian dengan mesra membelai tubuh Cally.
"Terima kasih untuk pelayanannya!!" bisiknya tepat ditelinga Cally.
Hembusan nafas Carlos menggelitik telinga Cally menimbulkan sensasi aneh bagi tubuh Cally. Tanpa ia sadari tangannya kini merangkul leher Carlos dan menyerangnya dengan ciuman panas kembali.
"Dasar Wanita penggoda.. " seru Carlos sebelum keduanya kembali menikmati malam bersama kembali.
Setelah lelah beradu, akhirnya Carlos memutuskan untuk segera pergi meninggalkan Cally yang tengah pulas diatas kasurnya.
Berjalan kaki, Carlos meninggalkan motel menuju bar tempatnya memarkirkan motor. Tanpa ia sadari, ada seseorang yang tengah menatapnya dari dalam mobil.
Pantulan lampu jalan menuntun langkah kaki meyusuri jalan setapak berhiaskan manusia. Bertambah malam bertambah pula pengunjung yang berdatangan.
Tak jarang dari mereka datang hanya untuk menyaksikan live musik angklung yang selalu ramai penonton.
"Mas aku kau lihat itu.. " ajak Letta menarik tangan Arga mendekati kerumunan penonton.
Berdiri didepan, Letta terlena dengan alunan merdu suara angklung yang sedang dimainkan. Musik tradisional yang mampu menyihir siapapun pendengarnya.
"Sayank ayo kita cari makan, kita harus segera balik hotel .." ajak Arga merangkul bahu istrinya.
Dengan patuh Letta hanya mengikuti suaminya, namun sesekali ia akan menoleh kebelakang untuk melihat pertunjukkan itu.
"Mau makan dimana sayank??" tanya Arga seraya matanya mencari restouran.
Setelah melihat menu yang disediakan oleh warung tersebut, Arga meminta Ali juga End untuk memesankan mereka makan.
Sedang Arga mengajak Letta untuk duduk disebuah bangku taman yang tersedia disetiap pinggir jalan.
"Syank kamu tunggu disini dulu ya, jangan kemana-mana.." seru Arga.
"Mas mau kemana ??" rengek Letta.
"Mau lihat End juga Ali, mas yakin mereka hanya membeli untuk kita saja .." .
"Yaudah jangan lama-lama.." serunya.
Tak sampai 10 menit Arga meninggalkan Letta, ia sudah kembali dengan 2 bungkus nasi ditangannya.
"Makanan datang sayank .." seru Arga bahagia menatap wajah berbinar istrinya.
"Mas aku udah lapar," menerima satu piring dari suaminya.
Lalu datanglah End juga Ali yang juga membawa nasi serta air mineral berjumlah 4.
__ADS_1
"Ini minumnya tuan, nona.." End dengan hati-hati meletakkan botol itu tepat dihadapan majikannya.
"Duduk ..!"
"Biar kami berdiri saja tuan".
"Ali, End saya tidak suka mengulang ucapan saya..!!" seru Arga namun matanya fokus mengaduk nasinya.
Dengan patuh keduanya akhirnya duduk dihadapan Arga juga Letta. Menikmati makan bukan antara atasan juga bawahan, namun mereka terlihat layaknya kawan yang sedang menikmati kuliner dimalam hari bersama.
Letih berjalan-jalan menyusuri malamnya kota Jogja membuat Arga memaksa Letta untuk kembali ke hotel bersamanya.
"Ayo ke hotel sayank!" ajaknya dengan lembut, namun terlihat Letta masih enggan untuk beranjak pulang.
"Sayank besok kita harus pulang, dan kamu harus banyak istirajat.." ajaknya lagi, namun Letta masih saja diam sambil mengayunkan kedua kakinya.
Arga yang kesal dan tak bisa mengontrol emosinya pada akhirnya memanggil istrinya dengan nama lengkapnya.
"Arletta Ferrour!!" seru Arga menahan teriakannya.
Letta yang menyadari emosi suaminya segera berdiri dan melangkahkan kakinya menuju hotel.
____________________________________________
Malam berganti esok hari, dan bulan terganti oleh mentari. Perlahan tubuh itu mulai bergerak, mencari posisi melindungi wajahnya yang terpapar pantulan mentari.
"Akkhh .. kenapa badan gue sakit semua ??" seru Cally yang baru saja sadar dari tidurnya.
Perlahan mendudukan dirinya bersandar pada dinding kamar, ia mulai mengingat apa yang telah terjadi terhadapnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi ??" herannya menatap sekeliling.
Namun pandangan matanya terkunci saat menatap pakaian yang ia gunakan semalam tercecer dilantai.
"Akkhh .. apa yang udah terjadi!!" teriaknya menyadari kondisi tubuhnya saat ini.
Dengan panik Cally berlari menuju kamar mandi, dari pantulan cermin ia melihat ada beberapa tanda merag yang tertinggal ditubuhnya.
"Brengsekkk!!! Akkhh!!" amuknya membanting semua barang dihadapannya.
"Siapa .. siapa yang berbai kurang ajar sama gue!!" geram Cally yang lelah.
Perlahan ia mulai mengingat apa yang terjadi sebelum dirinya tak sadarkan diri.
"Jangan-jangan ..??" seru Cally terkejut dengan wajah merah membaranya menahan emosi.
"Brengsek loe Carlos!! Brengsek!! Laki-laki bajingan tak bermoral!!" amuk Cally menghancurkan kamar mandi.
__ADS_1
"Gue pastiin loe bakal bayar apa yang udah loe perbuat sama gue!!"
"Loe bakal nyesel udah berurusan sama gue Carlos!! Loe udah berani nipu gue !!" amuknya yang tak mampu ia bendung.