
Arga membawa Arletta untuk segera pulang kerumah, dalam perjalanan baik Arga maupun Arletta hanya diam tak bertegur kata.
"Kasih ak waktu buat jelasin .. " bujuk Arga
"Hmm .." acuhnya, namun matanya tanpa sadar melelehkan bulir air mata.
Melihat istrinya menangis membuat Arga merasa sangat bersalah apalagi kehamilan yang dijalani Arletta membuatnya sangat sensitif.
"Loh kok udah pulang nak ?" tanya Elena saat Arletta menghampirinya mencium tangannya.
"Gpp mah, Letta naik ke kamar dulu ya .."
"Argaaa .. " tegur Elena saat melihat Arga akan menaiki tangga tanpa menyapanya.
"Mah.. " mencium tangan Elena.
"Ada apa dengan istrimu.. "
"Nanti aja ceritanya mah, Arga naik dulu .. "
Elena terus saja memandangi punggu Arga yang berlari menaiki tangga dengan rasa heran. Ia tahu bahwa keduanya pasti sedang bermasalah, namun ia tak ingin memaksanya bercerita.
"Sayang dengerin aku .. " pintanya menggenggam erat tangan Arletta.
__ADS_1
"Sayang aku mohon .. " bujuknya menciumi tangan Arletta, namun tak ada respon darinya.
"Aku nggak tahu kalau Cally akan datang kekantor, aku nggak tahu juga kenapa dia bisa masuk kedalam ruangan aku.." jelasnya,
"Terus kalau nggak tahu kenapa pelukan, kenapa kak Cally memeluk mas dan mas diam saja..??" tanyanya berlinang air mata.
"Dengerin dulu jangan nangis. Aku bukan diam aja waktu Cally meluk aku, ak berusah lepas tapi ak diam karena aku kaget kamu masuk tiba-tiba.. "
"Tapi kamu udah pelukan sama kak Cally ,, hikss hikss.." tangisnya semakin menjadi.
Arga yang merasa istrinya sudah mempercayainya ingin memeluknya, namun dengan segera dihalau oleh tangan Arletta.
"Kenapa ?? " herannya saat kedua tangan Arletta menghalangi dadanya.
"Aku nggak mau deket-deket selama mas masih pakai baju bekas pelukan kak Cally , dan masih ada baunya.. " memundurkan diri hingga diujung ranjang.
Dikantornya, Cally merasa marah saat anak buah yang diperintahkannya tak mendapat hasil sesuai keinginannya. Dengan mata merah menahan emosi ia segera meninggalkan perusahaannya.
Cally yang memilih pulang kerumah bertambah kesal saat mengetahui mommynya membawa semua teman-geman sosialitanya.
"Darling .. sudah pulang,, " sapa Arum pada Cally dengan sok inggrisnya.
__ADS_1
"Hmm , aku naik dulu mom.." pamitnya yang merasa enggak berlama-lama melihat teman-teman Arum.
"Yes darling, jangan lupa makan.. "
"Yuk mulai lagi arisannya.."
Cally yang baru saja memasuki kamarnya segera merebahkan tubuhnya diranjang empuk miliknya. Bayang-bayang wajah Arga tengah mengikrarkan ijab kobul terus saja terngiang difikirannya.
"Aaaaahhhh .. sial!!!" amuknya melempar bantalnya.
"Kenapa nggak ada satu info pun tentang jalang itu, siapa dia .. siapa yang menikahi Argaku!!!!" teriaknya melempar semua isi kamarnya.
"Tunggu .. tapi dia seperti tidak asing, tapi dimana ak pernah melihatnya .. " lelah mengamuk Cally menyandarkan tubuhnya di samping ranjang sambil berfikir.
"Aku harus cari tahu sendiri siapa dia .. kalo aku tahu matilah dia !!" gumamnya meremas selimutnya penuh amarah.
Tiga serangkai yang baru saja kembali ke kantor terkejut saat tak menemukan keberadaan Arletta didalam ruangannya, hanya ada tas serta jas miliknya saja. Namun tiba-tiba Manda datang memberitahukan kejadian selama istirahat berlangsung.
"Bener-bener sialan tuh nenek lampir !!" greget Bella pada Cally.
"Iya, nggak tau malu banget. Tapi gimana nanti kalo dia tahu istri pak Arga ternyata Arletta sepupunya .." takut Lio membayangkannya.
"Gue yakin pak Arga sudah memikirkan solusinya. Kita tunggu saja berjalannya rencana pak Arga dan keluarganya .." ucap Verrel dengan santainya sambil mengerjakan pekerjaannya.
__ADS_1
"Pacar aku emang paling bijak dehh .. " Bella yang terharu dengan ucapan Verrel segera memeluk lehernya dan mencium pipinya, membuat Lio kesal melihatnya.
"Gue banting nih kursi kalo loe nggak balik Bel .." ancamnya membuat Bella segera kembali kebangkunya. Verrel hanya tertawa melihat interaksi keduanya.