Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
61


__ADS_3

Sudah 2 hari semenjak kepulangan Arletta dari rumah sakit, Arga masih melarangnya untuk kembali bekerja. Sikap over protektif yang ditunjukkan Arga membuat Reno, Elena juga Jessika terkadang membuat mereka kesal seperti pagi ini.


"Piringnya mas .." pinta Letta meminta piring makan Arga.


"Gak usah mas bisa sendiri, mana piring kamu yank?" menarik perlahan piring dari tangan istrinya.


"Mau ngapain mas?".


"Mau ngambilin kamu makan," cueknya sambil tangannya dengan lihai mengambil nasi dan beberapa lauk untuk istrinya.


"Mas, kamu lagi ngambilin istri kamu apa kuli mas?? .. " kagetnya saat melihat piringnya berisi tumpukan lauk.


"Sayang dengerin ya, didalam sini ada anak kita yang harus makan banyak dan perantaranya kamu. Jadi kamu harus banyak makan ya.. " meletakkan piring didepan Arletta.


"Ga, nggak salah kamu ngasih makan istri kamu segitu ?" tanya Reno heran.


"Kakak bener-bener deh aneh.. " timpal Jessika.


"Eh sayang mau ngapain ??" serunya mencegah Arletta saat akan mengambil sendok garpunya.


"Sini biar aku aja, " terlihat dengan cekatan Arga membersihkan sendok garpu dengan teliti sebelum diberikan kepada Arletta.


"Biasa aja Ga kalo ngelap sendoknya, takutnya ilang tuh sendok .." ledek Reno pada anaknya.


"Biar bersih pah, ".


Suasana makan pagi kali ini diakhiri dengan perdebatan antara Jessika dan Arga yang berebut untuk membuatkan susu ibu hamil untuk Arletta.


______________________________

__ADS_1


Siang ini terlihat sangat sibuk dikantor milik Arga, terlihat Bella juga Lio sibuk dengan laptop masing-masing. Namun tiba-tiba Ria datang menghampirinya.


"Waduh para pembantu lagi sibuk nih ??" sindirnya bersandar didaun pintu ruangan Bella juga Lio.


"Ngapain sih loe lampir kesini.." ketus Lio sambil terus matanya menatap laptopnya.


"Cuekin aja, dia kan gak penting gak kayak kita yang sangat-sangat dibutuhkan sama perusahaan.." timpal Bella juga masih fokus pada laptopnya.


"Dasar para pembantu kalian. Kasihan banget deh nasib kalian ditinggalin sama yang ngakunya sahabat kalian, oh malah cuma Verrel aja kan yang diajak..ckckck" cemoohnya membuat Lio geram dan menghentikan aktivitasnya.


"Eh dengerin ya nenek lampir peot kering kerontang hidup lagi, kita disini karena bos kece masih butuh kita nah kalo si Verrel disana karena emang bos yang nyuruhlah.." sinisnya.


"Mata lo buta apa cewek secantik gue loe kata nenek lampir. Dari pada si Bella yang sok seksi ini ya mending gue kemana-mana lah, nih liat body gue aja udah kayak gitar spanyol.." memamerkan lekuk tubuhnya dengan percaya diri.


"Iya gitar spanyol, tapi kalo gue liat dari sini kenapa lebih mirip kayak gitar ukulele ya .. ??" Bella yang sudah kesal segera meledek Ria dengan tampang sok pemikirnya.


"Dasar cewek gila!! sialan!!" amuknya lalu pergi, membuat Lio serta Bella tertawa terbahak-bahak.


Sika yang mendapat telpon dari kaka iparnya segera meresponnya, bahkan ia juga mengajak serta Arletta untuk ikut kepesta temannya.


"Udah siap kak ??" tanya Sika saat melihat Arletta menuruni anak tangga dengan perlahan.


"Udah dong, mau berangkat sekarang kah ?" tanya Arletta sesaat setelah ia sampai dihadapan Sika.


Namun sebelum Sika menjawab pertanyaan Arletta barusan, munculah Arga tiba-tiba dari halaman belakang mengejutkan keduanya.


"Mau kemana .?" tanyanya mengejutkan.


"Astaga kakak bikin kaget aja deh.." spontan Sika berbicara, sedang Arletta yang terkejut hanya diam memegangi dadanya.

__ADS_1


"Mau kemana??" ulang Arga.


"Mau keacara pesta temen aku kak".


"Terus kenapa istri kakak ikut? kan dia nggak kenal temen-temen kamu itu ??".


"Tenang ajalah kak, aku jagain kok istrinya.." rayu Sika.


"Sana pergi sendiri, jangan sekali-kali ngajakin kakak iparmu untuk ketemu sama temen laki-lakimu yang alay."


"Mas tapi.." seru Arletta terpotong saat Arga tiba-tiba saja berbalik menghadapnya dan langsung membopongnya.


"Astaga mas malu ada Sika.." teriak Àrletta saat Arga berjalan membawanya menaiki tangga.


"Bodo amat, aku berangkat dulu.." teriaknya.


"Mas turunin aku mas, maluu..".


"Diam nggak? apa mau mas kasih kamu tidur di kamar lain??" ancamnya sambil berjalan menaiki tangga.


Kemudian dengan perlahan Arga meletakkan Letta diatas ranjangnya dan menyelimutinya.


"Tidur..".


"Mas .. gak ngantuk."


"Tidur sayang kamu harus istirahat!!"


"Orang nggak ngantuk gimana mau tidur mas ..".

__ADS_1


"Yaudah sini ak tidurin kalo gitu..".


"Mas Arga mesummmmmmmm .. " teriaknya.


__ADS_2