
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
...ā...
Pagi berganti dengan malam, malam berganti dengan siang dan begitulah langit selalu berganti dengan kawannya.
Hari ini bayi Letta sudah diijinkan untuk keluar dari inkubator, dan itu membuat Letta tak sabar untuk menggendongnya.
"Yank kok dokternya lama ya .." rengek Letta pada Arga.
"Sabar sayang, mungkin baby nya lagi dimandiin .."
"Jam berapa baru mandi ? Emangnya kamu .." ejek Letta dengan wajah cemberutnya.
Arga hanya diam memandangi wajah cemberut Letta tanpa mau menyahutinya. Reno juga Elena dengan setia juga menunggu kedatangan cucu pertama mereka, termasuk Orland disana.
Tok.. tok, tokk..
Terdengar suara pintu diketuk, dan Letta terlonjak kaget saat mengira itu bayinya yang datang.
"Morninggg semuaaa .. " seru Lio masuk dengan cerianya.
Namun berbeda dengan Lio, Letta justru menekuk mukanya sambil menatap Lio tajam.
"Heh ibu baru, itu mata awas nanti copot .." seru Lio mengejek Letta.
"Yank.. " rengeknya sambil menarik ujung baju Arga.
"Mampus loe dimakan beruang kutub.. " bisik Verrel pelan saat melewati Lio.
Bella mendengar apa yang diucapkan pacarnya, dan ia hanya bisa menahan tawa agar tak ikut dimangsa oleh Arga.
"Pagi om, tante .. " salam Verrel juga Bella mencium tangan keduanya.
"Eh lupa belum salim ya.. " ucap Lio cengengesan sambil mendekati Reno juga Elena.
Semua orang tertawa melihat tingkah Lio, namun tidak dengan Arga yang memasang wajah dinginnya.
"Selamat pagi semuaaa .. "
Seorang dokter masuk kedalam kamar Letta dan dibelakangnya ada suster yang mendorong box bayi.
"Anak mamaa .. " girang Letta ingin turun dari ranjang.
Namun untungnya Arga segera mencegahnya, jika tidak istrinya itu sudah terjun menghampiri anaknya melupakan kondisinya.
"No sayang, diam disini biar aku yang ambil anak kita.. "
"Ehmm .. " patuh Letta menganggukan kepalanya.
Dokter mulai memeriksa kondisi Letta, kemudian dengan perlahan ia menyerahkan bayi mungil itu pada ibunya.
"Bayinya sudah bisa keluar inkubator ibu, " seru dokter.
__ADS_1
"Terima kasih ya dok.." haru Letta menciumi wajah jagoannya.
Lalu dokterpun keluar meninggalkan kamar Letta, menyisakan Letta juga semuanya. Digendongnya bayi mungil yang begitu menggemaskan itu.
"Halo sayang, ini opaa .." gemas.
"Ini omaa sayang, haloo .. haloo ," imbuh Elena.
"Wah bayinya tampan banget ya, mirip gue nih.." seru Lio.
Dan ucapan Lio itu membuatnya mendapat tatapan tajam dari Arga. Bukan hanya Arga, tapi semua orang yang ada didalam kamar itu.
"Apa maksudmua anakku mirip denganmu ??" Tanya Arga.
Letta hanya diam tak ingin melerai keduanya, karena ia tahu jika suaminya mungkin akan memakan Lio hidup-hidup.
"Lihatlah dia pak, begitu lucu dan menggemaskan. Bukankah mirip sekali denganku .." bangganya berucap.
"Bagaimana bisa mirip denganmu jika aku yang menanam benihnya??" Seru Arga mulai kesal.
Dan ucapan Arga barusan mengejutkan Letta, bahkan semua orang yang berada disana. Letta membuang asal wajahnya karena malu dengan ucapan suaminya.
Lio tak menyahutinya, ia merasa kikuk dengan ucapan atasannya itu.
"Dia ini anakku, aku yang setiap malam membuahi istriku. Aku juga yang berusaha suapa dia jadi, jadi dia itu mirip denganku juga Letta istriku.. " cerocos Arga.
"Yayayaya pak, " sahut Lio kikuk.
"Dia ini hasil keringat saya dengan Arletta, jadi jangan pernah menyebutnya mirip dengan siapapun selain kami orang tuanya.." seru Arga.
Namun bukannya merasa takut, Lio malah terlihat menahan tawanya. Tak hanya Lio bahkan mereka semua sedang menahan tawa masing-masing, kecuali Letta yang malu dan memilih menatap bayi mungilnya.
"Perlu ya gak menjabarkan siapa yang membuahi?? Kita juga tau itu hasil dari siapa.." ucap Reno berkomentar.
"Hahaaa.. kamu pasti malu kan ," tawa Elena memandangi kedua anaknya itu.
"Sudah.. sudah. Arga, Letta kalian sudah siapkan nama buatnya ??" Tanya Reno.
"Sudah pah, " menatap Letta dan saling melemlar senyuman.
"Siapa nama cucuku ini ??" Tanya Elena.
"Arshaka Putra Wijaya .." seru Letta juga Arga bersamaan.
"Nama yang bagus, papa suka .."
"Mama juga suka, Arshaka .." panggil Elena.
Orland maju menghampiri Letta, kemudian ia memasangakan sebuah gelang ditangan Arshaka.
"Kak Orland.." seru Letta terkejut.
"Ini khusus dari gue buat ponakan pertama gue, gelang ini spesial dan edisi khusus yang gue persembahkan buat Arshaka.." ucap Orland.
"Thanks bro.. " peluk Arga pada sahabatnya itu.
"Letta sayang.." panggil Bella, lalu memeluknya dari samping.
"Gue seneng banget akhirnya loe juga debay bisa sehat-sehat aja.. "
"Berkat doa loe juga semuanya juga .." sahut Letta.
"Gue bawa ini buat keponakan gue yang lucu ini ya, spesial dari uncle Verrel juga aunty Bella.." cekikikannya lalu meletalkan paper bag dibawah tepat disamping Letta.
__ADS_1
"Mana hadiah buat anak saya ?? Jangan bilang kesini cuma bawa badan aja ??" Tanya Arga pada Lio.
Namun Lio hanya diam sambil meraba saku celananya dengan terlihat sedikit panik. Arga mengerutkan dahinya menatap Lio yang terlihat kebingungan.
"Kemarin saya baru mencairkan gaji kalian loh, awas saja kalau gak bawa buah tangan .. "
"Bapak kan sudah kaya, masa masih butuh hadiah recehan dari kami sih pak.." komentar Lio sambil terus merogoh sakunya.
Arga hanya menyunggingkan senyum mengejeknya, sedang Letta malah fokus pada ekspresi Orland.
"Nahhh, ketemu .. " mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah dari sakunya.
"Apa itu ??" Tanya Letta memicingkan matanya.
"Kotak lah, masa iya kue bolu .." celetuk Lio.
"Apa isinya ? Jangan bilang kamu mau melamar anak saya ya !!" Seru Arga.
"Amit-amit si bapak ini kalau ngomong ya, pak gini-gini saya masih suka perempuan ya.." belanya pada dirinya sendiri.
"Ini itu isinya koin emas pak, nah koin ini sudah saya ukir dengan nama bapak juga Letta didalamnya.. " jelas Lio.
Arga maju dan mengambil kotak itu, ia begitu terpikat saat menatap koin emas bertulisakan nama dirinya juga Letta.
"Nggak buruk .." komentar Arga.
______________________________________________
Cally mendatangi tempat dimana Arga pernah memberitahunya. Ia kini sedang duduk disebuah ruangan yang sangat rapi, dan dimeja itu bertulisan nama Daniel.
"Apa anda sudah lama menunggu ??" Tanya Daniel saat memasuki ruangannya dan melihat Cally masih duduk disofa ruangannya.
"Oh tidak dok, " sahut Cally.
Cally secaa to the point menanyakan perihal kabar mommy nya saat ini, ia juga menanyakan perkembangan kondisi Arum.
Daniel menceritakan juga menjelaskan bagaimana saat ini kondisi mental dari Arum sendiri. Walaupun Arum hanya diam saja ,namun tidak menuntut kemungkinan jika ia sewaktu-waktu akan menyerang seseorang.
Cally yang semula berencana membawa Arum pulang dan merawatnya sendiri kini berfikir ulang. Ia juga takut jika nantinya Arum akan mencelakai dirinya dan juga kandungannya.
"Boleh saya melihat mommy saya dok ??"
"Tentu saja, silahkan saya antar. ."
Daniel berdiri tepat disamping Cally, menunggunya bangkit dari sofa. Namun tiba-tiba saja Cally kehilangan keseimbangannya dan terjatuh memeluk tubuh Daniel.
Kedua mata itu saling bertemu, mengunci satu sama lain dalam pandangannya. Daniel menatap kagum kecantikan Cally , sedang Cally merasa jantungnya berdetak tak semestinya.
"Akhh, maaf dok.." seru Cally berdiri dari pelukan Daniel.
"It's ok, mari saya antar keruangan nyonya Arum.."
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
......HAPPY READING GUYS,......
...šš...
__ADS_1