
Pagi ini adalah pagi tersibuk untuk Seruni dikantor, sebab semenjak Arletta masuk rumah sakit dan absen dari kantor ia menghandle semua pekerjaan Arletta dibantu juga oleh Ilham.
"Runi, apa laporan keuangan bulan lalu sudah selesai??" tanya Ilham yang masuk kedalam ruangan anaknya.
"Sudah pah, Runi udah cek ulang dan data sama dengan jumlah uang yang ada .." menyerahkan laporan keuangan kepada Ilham.
"Bagus, nanti papa bawa ini untuk diperiksa ulang sama Letta dirumah.." serunya.
"Oh iya pah, kapan Letta masuk lagi??" tanyanya.
"Entahlah, suaminya masih belum kasih ijin dia.." jawabnya namun mata menatap lembar laporan.
"Yaudah habis ini Runi ada meeting sama perusahaan X ya pah terus lanjut ke cafe buat ketemu client juga.." lapornya.
"Jangan telat makan ya nak .." ucap Ilham sambil mengusap lengan anak gadis satu-satunya itu.
"Papa juga ya .." senyumnya.
Dengan teliti Seruni menjelaskan prospek kerja sama yang ditawarkan oleh perusahaannya didampingin oleh sekretaris Arletta.
"Saya bersedia untuk menandatangani kontrak kerja sama dengan perusahaan kalian, dan saya berharap untuk pertemuan selanjutnya bisa langsung dihadiri oleh bu Arletta sendiri.." pintanya.
"Tentu saja pak, setelah kondisi Ibu Arletta membaik beliau pasti akan menemui bapak.." tulus Seruni menyampaikannya.
__ADS_1
Namun saat akan keluar dari gedung perusahaan X dan beralih ke cafe tanpa sengaja Seruni menabrak tubuh seorang laki-laki.
"Awww .. maaf pak, " serunya segera meminta maaf.
"Seruni??" sapanya.
"Loe!!" tunjuknya, namun segera ditepis oleh David.
Ternyata laki-laki yang ditabrak oleh Seruni adalah David. Kebetulan pagi ini David juga ada janji dengan salah seorang temannya yang bekerja juga di perusahan X tersebut.
"Ngapain loe disini!! Oh , apa jangan-jangan loe ngikuti gue ya ??" tuduhnya menajamkan pandangannya pada David.
"Jangan asal ngomong.." menoyor kepala Seruni pelan.
"Gue disini habis ketemuan sama temen gue," jelasnya.
"Terserah loe!! yuk ah kita harus pergi.." ajaknya pada sekretarisnya.
"Dasar cewek aneh .. " senyum David sambil menggelengkan kepalanya.
Sesampainya di cafe terlihat Seruni sedang mengedarkan pandangannya mencari sosok client yang ingin ditemuinya.
"Ibu Seruni .. " panggil seseorang sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
Merasa namanya disebut membuat Runi menoleh keasal suara. Setelah mengenali siapa yang memanggilnya ia segera berjalan menghampirinya.
"Selamat siang pak Key .. " sapanya sopan.
"Siang, silahkan duduk dulu .." .
"Kita makan siang dulu atau mau kerja dulu ini ??" tanya client itu sambil tersenyum manis memandang kearah Seruni.
"Sebaiknya kita bahas pekerjaan kita dulu pak, sambil nunggu jam makan siang masih 15 menit lagi .." tawanya membuat Key terdiam.
"Baiklah kalau begitu, mari kita bahas dulu.. " ucap Key sambil menerima berkas dari sekretarisnya begitupula dengan Seruni.
Pandangan mata Key tak lepas dari wajah Seruni, bahkan sesekali ia akan tersenyum sendiri saat memandanginya.
"Saya setuju dengan penawaran bapak.." seru Runi mengejutkan Key yang tengah asyik memandanginya.
Kedua sekretaris mereka hanya mampu menahan tawa saat melihat ekspresi wajah Key ketika terkejut. Namun suara tawa yang mereka tahan tak luput dari pandangan Key yang merasa malu.
"Apa ada yang lucu hingga kalian berdua tertawa..???" tanyanya dengan raut wajah serius, membuat kedua sekretaris mereka langsung diam seribu bahasa.
"Maaf tuan .. " ucap sekretaris Letta.
"Baiklah kita mulai saja menandatangani berkas kerja sama kita pak Key.. " ajak Seruni mengalihkan pandangan Key.
__ADS_1
Namun tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedari tadi menatap kearah mereka ..