Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
36


__ADS_3

Pagi menyingsing saat semua keluarga tengah berkumpul dimeja makan. Terlihat Arletta sudah siap dengan pakaian kantornya menggunakan minidress dengan tambahan jass diluarnya.


"Nak kamu yakin mau masuk kerja ??" tanya Reno sambil memandang menantunya yang sedang mengoleskan roti untuk suaminya.


"Iya pah,, Letta takut bosen kalo dirumah sendiri nanti .. " sahutnya sambil meletakan roti dipiring Arga.


"Arga .. jaga istri kamu. Ingat dia lagi hamil dan baru keluar dari rumah sakit.. " tutur Elena pada putranya.


"Katanya dia bisa jaga diri kok mah,, tenang aja!" sahutnya cuek namun matanya sekilas melirik Letta yang sedang menunduk disampingnya.


"Kakak bisa nggak sih perhatian gitu sama istrinya.. ntar aja kalo istrinya diperhatiin cowok lain marah ..!!" seru Sika kesal dengan sikap Arga kakaknya.


"Biarain aja dek ,, biar tau rasa kalo cemburu lagi ntar!! Kita lihat yang dipanggil abang penjual apa lagi .. " seru Reno santai sambil memasukan sepotong roti pada mulutnya.


"Yaudah yuk nak kamu berangkat bareng papa saja .. kebetulan papa ada urusan diluar .. " menyeka mulutnya kemudian membantu Letta berdiri dari duduknya.


"Minum dulu susunyaa .. " ucap Arga dingin namun penuh perhatian.


"Dihhh .. " ejek Sika.


Selama diperjalanan Arletta hanya diam saja tak mengeluarkan sepatah katapun. Reno hanya meliriknya kemudian mengajaknya membahas hal-hal yang disukai Letta.


"Makasih ya pah udah anterin Letta .. Letta turun dulu .. " mencium punggung tangan Reno dengan sopannya.


Arletta merasa tak nyaman saat ia memasuki kantor dan semua orang memandanginya. Penampilan barunya saat ini mengundang orang untuk menggunjingkan dirinya dan Arletta sadar akan itu.


"Lettaaaa .. " seru Bella saat melihat Arletta masuk kedalam ruangan dan ingin memeluknya namun segera ditahan oleh Lio.


"Jangan main tubruk aja loe! inget dia lagi bunting anaknya pak bos .. " bisik Lio pada Bella yang hanya cekikian sendiri.

__ADS_1


"Kenapa udah masuk ?? loe kan masih ada 2 hari cutinya .. " tanya Verrel mendekati Arletta kemudian memeluknya sekilas.


"Tenang ya semua .. gue udah baikan dan gue bosen kalo sendirian aja .. " balas Arletta dengan senyum khasnya.


"Tapi loe makin cantik aja deh Ta ,, loe ganti style bagus juga .. " nilai Bella sambil berjalan mengelilingi tubuh Arletta.


"Udah ah,, capek gue berdiri terus .. "


Namun saat baru saja ia mendudukan dirinya, Lusi masuk dan memberitahuan meeting dadakan yang diadakan oleh Arga atasannya.


"Tumben pak Arga meeting dadakan gini .. ??" bisik-bisik dari para karyawan yang juga mengikuti rapat pagi ini.


Namun saat Arga masuk semua seolah kehilangan suaranya menjadi hening. Rapat kali ini mengenai pemindahan tugas Arletta yang akan digantikan oleh Bella, namun sempat terjadi argumen antara Lusi, Letta juga Arga.


"Keputusan saya tetap akan membuat Bella menghandle proyek ini dibawah pengawasan Lusi dan Arletta akan menjalankan proyek dibawah pengawasan saya.. " seru Arga dengan aura dingin khasnya kemudian melangkah keluar meninggalkan ruang rapat.


___


"Mau model yang ini aja mbak ?? ini nggak kalah bagus dari model itu.. " bujuk salah seorang owgawai butik.


"Loe buta!! baju ginian loe bilang bagus !!" menarik paksa bajunya lalu melemparnya kelantai.


"Baju kayak gini hanya bikin gue terlihat murahan tau nggak loe!!" dengan kesalnya ia memaki pegawai itu lalu pergi meninggalkannya.


"Bener-bener kesel gue!! siapa coba yang berhasil dapetin baji inceran gue!! kalo sampai gue tau gue robek bajunya sekalian!!" makinya sambil mengemudikan mobilnya.


Namun saat dirinya ada dipersimpangan lampu merah tanpa sengaja ia melihat sosok yang dikenalnya sedang berdiri agak jauh dari letak mobilnya. Cally berusaha menajamkan penglihatannya namun karena jarak yang terlalu jauh membuatnya susah mengenali wajahnya.


"Sayang udah pulang ?? gimana shoppingnya ??" tanya Arum pada Cally.

__ADS_1


"Mam .. mam, kayaknya tadi aku lihat tante Flora deh .." ingatannya berputar saat dijalan tadi.


"Jangan ngacok kamu ,, kalaupun si Flora ada di Jakarta tentu daddy kamu sudah akan menangkapnyakan .. " berjalan santai menuju sofa didepannya.


"Iya juga sih kan daddy banyak suruhan dibandara ya .. " mengikuti Arum duduk disofa.


"Terus mana belanjaan kamu ?? katanya shopping buat bulan depan .. " sindirnya saat anaknya pulang tanpa belanjaan ditangannya.


"Nggak ada!! kesel aku mam,,masak gaun yang udah aku incer dari beberapa bulan lalu udah dibeli orang sih .. " cemberutnya sambil melipat kakinya.


"Yasudahlah .. cari aja gaun lain selesai kan .."


"Ihh mami ngeselin ya ,, tauk ah !!" menghentakkan kakinya marah lalu menaiki tangga menuju kamarnya.


--


Jam makan siang sudah usai, mereka kembali dengan rutinitas kerjaan masing-masing. Namun semenjak keluar dari ruang meeting Arletta hanya diam saja membuat Bella, Verrel serta Lio penasaran.


"Ta .. loe kesambet ya ..??" tanya Lio iseng namun Arletta hanya menatapnya sekilas dan menghembuskan nafasnya.


"Kalo ada masalah cerita Ta,, biar kita bisa bantu " imbuh Bella mendekati meja Arletta dibelakangnya.


"Gue kesel tau nggak sama pak Arga ,, bisa-bisanya dia mindahin tugas gue ke loe Bel. Loe tau kan gimana gue berjuang buat dapetin tuh proyek.. " serunya menggebu-gebu meluapkan kekesalannya.


Namun Arletta terkejut saat Bella hanya meresponnya dengan senyuman manisnya, tidak seperti Bella dulu yang akan ikut mengomporinya.


"Loe temen lagi kesel kok malah diketawain sih !! tau ah!!" kesalnya lalu keluar dari ruangan.


Sambil berjalan ia terus saja menggerutu, ia juga tak sadar akan langkah kakinya yang membawanya kearah mana.

__ADS_1


"Kan ngeselin kalo kayak gitu!! pengen banget gue ehhh .. ehhh !!" grutunya sambil meremas-remas tangannya.


"Siapa yang ngeselin??" tanyanya mengejutkan Arletta


__ADS_2