Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
53


__ADS_3

Seusai kepergian Ria dari kantornya, Cally terlihat menelpon beberapa oraang suruhannya untuk terus mengintai keberadaan Arletta.


Malam ini adalah malam perayaan yang telah direncanakan oleh Alfon, suasana hotel begitu meriah dengan nama perusahaannya. Namun tak jauh dari sana juga tengah berlangsung acara yang jauh lebih meriah.


"Bagaimana penampilan mommy darling ???" berputar-putar layaknya princess didepan Cally, membuat anaknya itu mengerutkan dahinya.


"Mom sedang apa sih ?? bisa berdiri terus diam nggak mom ?? lihat daddy sedang cemas.." tegur Cally menatap Alfon yang terlihat uring-uringan.


Waktu sudah lebih dari pukul 19.00 dari waktu pelaksanaan acara, namun hingga lebih dari 30 menit tak nampak satu orangpun hadir diacaranya.


"Dimana mereka semua!! ini sudah lebih dari 30 menit tak ada satupun yang datang!!!" amuk Alfon memecahkan segelas wine yang dipegangnya. Cally juga Arum hanya diam terkejut melihatnya.


"Permisi tuan .. " datanglah seorang laki-laki berseragam hitam mendekati Alfon dengan raut wajah paniknya.


"Ada apa !!" teriaknya memekakan telingan.


"Maaf tuan, saya hanya ingin melaporkan kalau dihotel ujung sana tengah ada perjamuan besar-besaran .. " lapornya.


"Hotel mewah diujung maksudmu ?????" Arum yang penasaran segera mendekat dengan segala pertanyaannya.


"Benar nyonya.."

__ADS_1


"Siapa yang mengadakan acaranya ??" tanya Cally kemudian.


"Entahlah nona, saya hanya melihat tulisan didepannya bertuliskan Ferror Grup saja.."


ketiganya sangat terkejut dengan penuturan dari anak buahnya. Dan tanpa banyak kata Alfon segera pergi menghampiri hotel yang tak jauh dari tempatnya.


-----------------


Ditempat lain, nampak Arletta gugup meremas gaun hitam nya yang menutupi kondisi perutnya. Arga melihatnya, ia dengan menggenggam tangan Arletta .


"Semua akan baik-baik saja sayang .." serunya dengan memperlihatnya senyum manisnya.


"Ada mas disini.. mas akan nemenin kamu,"


Arletta hanya mengangguk saja tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Jujur ia masih sangat gugup untuk meresmikan perusahaan keluarganya kembali.


"Waktunya kalian keluar .. " seru Seruni memasuki ruangan yang ditempati Arga juga Letta.


Dengan menggandeng lengan suaminya, Arletta berjalan anggun menutupi kegugupannya. Saat keduanya tiba diatas panggung nampak tangan Letta bergetar ketakutan.


"Sayang tenanglah, ada aku.." bisiknya tepat ditelingan Letta.

__ADS_1


Dengan sekuat tenaga Arletta meyakinkan dirinya agar tak lemah dan mengecewakan semua keluarganya.


Semua mata kini tertuju pada keduany, bahkan mereka semua terkejut dengan hadirnya Arga juga Arletta yang diketahui sebagai karyawan diperusahaannya.


"Terima kasih rekan-rekan semua sudah mau menyempatkan diri untuk hadir diacara sederhana yang sudah kami siapkan. Disini saya Arga Wijaya ingin meresmikan secara resmi perusahaan daddy saya, mertua saya Mark Ferrour.." sambutan Arga menggegerkan semua orang.


Pasalnya tak pernah terdengar pernikahan seorang Arga Wijaya, dan kini ia diatas panggung dengan tegas menyampaikan berita pernikahannya.


"Kalian pasti bingung kenapa saya diatas sini dengan karyawan saya dan mengumumkan pernikahan saya. Dia istri saya sekaligus karyawan diperusahaan saya Arletta Ferrour, putri dari Mark Ferrour pewaris sah perusahaan Ferrour Grup.." lalu tanpa kata Arga menggeser posisi Arletta untuk mendekati microfon.


"Perkenalkan dirimu secara resmi sayang.." bisiknya untuk menyemangati istrinya.


"Selamat malam semua, saya tau kalian pasti terkejut dengan ini semua. Saya minta maaf karena telah menyembunyikan identitas saya selama ini, tapi malam ini saya menguatkan diri untuk berdiri didepan kalian semua.. " memberikan jeda pada ucapannya.


"Saya Arletta Ferrour pemilik sah perusahaan Ferrour Grup akan mengembalikan kejaan perusahaan seperti sedia kala, bahkan akan lebih berkembang.." terdengar riuh tepuk tangan yang menggema memenuhi hotel setelah perkenalan Arletta.


Mata Arletta berkaca-kaca melihat semua orang bertepuk tangan bahkan bersorak ria menerima kehadirannya. Arga yang tahu istrinya tengah menangis segera membawanya kedalan dekapannya.


"Welcome nyonya Arga Wijaya .. " bisiknya lalu menghujani Arletta dengan kecupan.


Namun tak mereka sadari, ada 3 orang yang sedang menatap keduanya dalam diam dan juga amarah.

__ADS_1


__ADS_2