
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
_______________________________________š¾
...ā...
"Kapan kau kembali??" tany Alfon dengan senyum sinisnya.
"Baru 2 hari yang lalu, dan langsung dikejutkan dengan berita penangkapan seorang Alfon Braham.." ejeknya.
"Apa tujuanmu menemuiku, Loise!!" serunya menatap tajam laki-laki angkuh didepannya.
"Tentu saja mengunjungi adik dari mantan sahabatku, Hhahahahah.." .
"Jangan bertele-tele denganku Loise!!" geramnya.
"Bantu aku mendapatkan perusahaan itu, aku bakal bantu kau keluar dari sini ," tawarnya.
"Jangan gila! aku adik nya, jadi aku yang berhak atas perusahaan milik Mark itu!!" serunya tak terima.
"Terserah jika kau tak mau, tapi kau akan lebih lama mendekam dipenjara busuk ini dengan para tikus-tikus kotor itu!!" ancamnya menakuti Alfon.
Alfon yang mulai terpancing fikirannya hanya diam menatap tajam Loise dihadapannya. Kini ia bimbang langkah mana yang akan ia ambil.
"Bantu perusahaanku bangkit kembali!!" tawar Alfon akhirnya.
"Tentu saja.." .
"Kau benar-benar bodoh Alfon dengan syarat yang kau ajukan! kau memiliki putri yang bisa mengontrol perusahanmu tanpa bantuanku, tapi kau meremehkannya dan meminta bantuanku!!" batin Loise girang.
Loise ini adalah mantan sahabat dari Mark juga Emly dulunya. Rasa cintanya terhadap Emly membutakan Loise hingga akan mencelakai Emly, dan hal itu memancing kemarahan Mark hingga sempat menjebloskan dirinya kedalam penjara.
*
Suasana siang yang tenang kini berubah riuh saat terdengar suara teriakan seorang perempuan yang menggelegar.
"Ada apa itu ??" tanya Letta.
"Biar saya yang lihat mbak.." usul Joni.
"Kita kesana sama-sama aja mas Jon.." serunya.
Sika yang tak terima Kenny didorong hingga terjatuh kini menatap tajam pada Carlos yang masih duduk dengan senyum yang mengembang diwajahnya.
"Jangan terlalu lama menatapku baby, kau bisa jatuh cinta nantinya .." .
"Gue tak akan pernah jatuh cinta sama sampah seperti loe ini!!" hina Sika yang membuat Carlos tersulut emosinya.
"Jaga mulut cantikmu nona, jika tidak aku bisa merobeknya dengan kedua tanganku..!!" Carlos yang tak terima mencengkeram rahang Sika dan mengancamnya.
__ADS_1
Arletta yang berjalan kearah meja terkejut saat ditatapnya ternyata adik iparnya yang tengah bertengkar dengan seorang laki-laki .
Namun karena posisi Carlos membelakanginya, membuat Arletta. tak mengenalinya.
"Lepaskan tanganmu dari adikku!!" bentaknya tak terima Sika disakiti.
Carlos yang mendengar suara yang sebenarnya sangat ia rindukan menjadi lemah, tangan kekar yang tadi mencengkeram rahang Sika dengan sendirinya terlepas.
"Kak.. " seru Kenny juga Sia bersamaan saat menghampiri Arletta.
"Apa yang anda lakukan terhadap adik-adikku tuan!!" tanya Arletta mencoba mengontrol emosinya.
"Apa kau merindukanku honey??" tanyanya tanpa membalik tubuhnya.
Letta merasa familiar dengan suara itu, namun ia juga tak tau pasti hingga hanya bisa diam dengan raut wajah kebingungan.
"Kau lupa dengan suara mantan pacar pertamamu ini honey??" seru Carlos mencoba mengingatkan sosok dirinya pada ingatan Arletta .
"Kau!!" serunya gugup.
Lalu dengan penuh karisma Carlos membalikkan tubuhnya dan menatap tajam pada Arletta yang masih syok.
"Apa kabar honey??" Carlos yang sebenarnya menyimpan rindu untuk Letta hendak maju dan memeluk tubuh yang dirindukannya.
Namun langkahnya terhenti saat Ali menahan dadanya sedang End menyembunyikan tubuh kecil nonanya itu dibalik tubuhnya.
"Silahkan anda mundur tuan, tolong jangan mendekati nona saya!" seru Ali.
"Persetan!!" amuknya dan masih berusaha maju menggapai tubuh Letta.
Namun tak mereka sadari ada Sia yang sedang menyaksikannya. Carlos tau dan memanfaatkan situasi hingga akan mendukung ceritanya pada Sia di danau tempo hari.
Semua orang bingung menatap perubahan Carlos. Dan saat semua orang lengah, Carlos maju dan menyentuh tangan Letta dengan lembut.
Letta yang terkejut dengan reflek menampar wajah Carlos begitu keras. Sia tak terima melihat kekasihnya di perlakukan secara tak manusiawi walaupun dengan bos nya sendiri.
"Cukup!!" teriaknya, mengejutkan Joni didepanya.
"Sia.." gumam Letta.
"Biasa aja kali Sia, kaget gue.." keluh mas Joni saat Sia berjalan melewatinya.
Kini Sia berdiri tepat dihadapan Arletta, menutupi tubuh besar milik kekasihnya yang sedang lemah dimatanya.
"Apa anda bisa lebih manusiawi bu Arletta??" tanyanya dengan sorot mata tajamnya.
"Sia !!" tegur Joni yang terkejut dengan sikap Sia pada Letta.
"Maksud kamu apa Sia?? Kamu kenal sama laki-laki itu ..??" tunjukknya pada Carlos.
"Dia kekasih saya," serunya menatap tajam wajah Letta yang saat ini terkejut.
"Kenapa? anda terkejut nona Arletta? laki-laki yang anda sia-sia kan kini lebih memilih saya ??" lanjutnya dengan nada ketus yang mengejek.
"Jaga sikap kamu Sia, bagaimanapun saya atasan kamu disini!" seru Letta yang terpancing amarahnya.
__ADS_1
"Itu nyatanya! anda mencampakan pacar saya dan sekarang anda memperlakukannya tak manusiawi??? diamana hati anda ??" serunya menggebu-gebu.
"Sayang udah ya, ak gpp kok .." seru lembut Carlos menahan lengan Sia.
"Dimana Arletta yang saya kenal? atau itu cuma sandiwara saja selama ini??" ejeknya yang terlihat emosi.
Sika tak terima saat didepan matanya ada orang yang menghina Arletta. Dan dengan rasa marahnya ia maju menapar pipi Sia dengan begitu kencang.
Plakkk ..
Suara tamparan begitu keras mengejutkan semua orang, tak terkecuali Sia sendiri.
"Jaga mulut anda, jangan pernah menghina kakak saya!!" seru Sika menunjuk wajah Sia dengan geram.
"Pacar anda ini mencoba menggoda kami bahkan bersikap kasar, laki-laki ini tidak pantas anda bela hingga menghina kakak saya!!" lanjutnya.
"Sika cukup," lerai Letta menarik lengan adiknya.
"Tapi," ucapannya terpotong saat menatap mata Arletta.
Sika yang tak ingin melawan Arletta memilih mundur, sedangkan Sia yang kini menatap benci pada Sika dibelakang tubuh Letta.
"Dia pacar saya, dan saya tau betul dia seperti apa!! jangan pernah menghinanya nona!!" seru Sia tak terima.
"Kalian berdua ikut saya kedalam ruangan!!"
Arletta yang tak ingin menjadi bahan tontonan segera mengajak mereka semua untuk masuk kedalam ruangannya.
Namun setalah sampai didalam ruangan dengan tiba-tiba Carlos mencoba menggapai tubuh Letta dengan berpura-pura akan terjatuh.
"Hati-hati tuan ," seru Ali menatap tak suka.
"Sial !! niat hati biar bisa meluk Letta malah ditahan penjaga sialan ini!!" batinnya.
"Sejak kapan kalian pacaran??" tanya Letta tanpa meminta mereka untuk duduk, terkecuali Kenny juga Sika yang sudah diam di sofa.
"Kenapa?? apa anda sekarang menyesal telah meninggalkan dia untuk laki-laki yang lebih kaya??" seloroh Sia dengan tak berdosanya.
"Jangan keterlaluan Sia, saya yakin kamu baru mengenalnya beberapa minggu ini bukan ..??" tebak Letta yang tak ingin terpancing amarahnya.
Namun tanpa sengaja matanya bertemu tatap dengan mata Carlos, dan Carlo yang mengerlingkan mata kepadanya.
"Laki-laki ini bukan laki-laki baik seperti yang kamu fikirkan Sia.." .
"Anda jangan pernah meracuni saya dengan kebencian anda!! "
"Kamu salah paham!!"
"Saya curiga apa anda sekarang menyesal meninggalkan dia dan ingin kembali lagi??"
Arletta yang tak bisa mengontrol amarahnya segera menampar Sia.
"Kau ..!!" teriak Carlos mencengkeram tangan Letta.
......š¦©......
__ADS_1
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš