Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
129


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


...āœ...


Malam kian larut, namun mata Arga tak kunjung bisa terpejam. Ia bangkit dan berjalan keluar dari dalam kamarnya, menikmati semilir angin ditengah malam dari atas balkon kamarnya.


"Kalau belum bisa menemukannya, mana bisa aku memejamkan mata.." gumam Arga sambil menyalakan puntung rokoknya.


Satu hingga dua batang rokok telah dihisapnya, namun itu masih tak membuatnya merasa tenang.


"Bahkan sebanyak itu masih juga tidak bisa menemukannya, " kesalnya.


"Satu-satunya cara adalah aku harus melatihnya sendiri.. "


"Melatih siapa ??" Tanya Letta.


Arletta yang terbangun dari tidurnya terkejut saat tak mendapati Arga tidur disampingnya. Ia pun hendak berjalan keluar kamar, namun saat melihat jendela balkon terbuka ia pun menghampirinya.


Arga begitu terkejut saat mendengar suara istrinya itu. Diulurkannya tangan Arga menyambut kehadiran istrinya.


"Kenapa bangun ??" Tanya Arga saat Letta dalam pelukannya.


"Karena tidak ada kamu disampingku .."


"Bukannya beberapa hari istriku ini sudah terbiasa tidur tanpa suaminya ya ?" Sindir Arga.


"Itu sesuatu yang beda sayang, jadi jangan disama-samain lah.."


Arga pun melonggarlan pelukannya, kemudian ia menatap intens Letta yang juga menatapnya.


"Ingat ini baik-baik sayang, mulai dari detik ini jangan ada satupun rahasia diantara kita !! Kalau kamu mau bertindak, kita bicarakan dulu berdua.." ucapnya.


"Iya sayang aku paham kok.."


"Jangan cuma iya iya saja, berapa kali kamu mengatakan iya dan mengulanginya !!" Kesal Arga.


"Hoamm, sayang tiba-tiba aku mengantuk.. " melepaskan diri dari Arga dan berbalik melangkah masuk kedalam kamar.


"Berani sekali lagi bertindak sembrono, aku patahkan kakimu yank !! Aku pastikan kamu tidak akan bisa turun dari ranjangku !!" Ancam Arga.


Ancaman Arga sukses menghentikan langkah kaki Letta. Dengan susah payah ditelannya saliva miliknya itu.


Sambil cengengesan, Letta berbalik dan tersenyum kepada suaminya yang sedang memandanginya dengan tatapan membunuh.


"Piss sayang.." membuat simbil V dengan tangannya, kemudian ia berlari masuk kedalam kamar.


Meringkuk didalam selimutnya, Letta bergidik ngeri saat mengingat ancaman suaminya itu. Ia tak menyangka jika Arga mampu berkata demikian padanya.


"Bener-bener beda kalau suami ada darah gila nya!!" Cibirnya.


"Siapa yanh gila ??" Tanya Arga saat mendengar samar-samar suara Letta dari balik selimut.


"Tidak ada .." serunya mengeratkan selimut.


Arga dengan sekali tarik menyikap selimut hingga menampakkan dengan jelas tubuh Letta yang sedang meringkuk.

__ADS_1


"Siapa yang kamu katain darah gila sayang ..??" Tanya Arga dengan tatapan intimidasinya.


"Sayang.. " rengeknya manja menarik-narik ujung piyama Arga.


"Perhatikan sikapmu .."


"Sudah malam sayang.."


"Sudah tau, pejamkan matamu. Kondisikan tangan nakalmu ini !!" Geram Arga saat tangan nakal Letta bermain diarea perutnya.


"Ehm, baiklah. Suamiku ini tidak merindukanku ternyata.." berpura-pura cemberut.


"Jangan bermain-main kucing nakal .." menahan dirinya.


"Mana mungkin aku yang patuh ini nakal .." memberikan tatapan memelas pada Arga.


"Jangan katakan jika aku tidak memperingatimu !!"


"Kyaaaaaaaaaa !! Pelan syaang!!"


________________________________________


Pagi yang begitu cerah, namun tak secerah wajah Seruni pagi ini. Wajah cantik itu begitu murung, menampakkan sisi kelamnya yang begitu sedih.


"Ada apa ??" Tanya Elena menyentuh bahu Seruni.


"Tidak tante.."


"Katakanlah, disini ada tante om juga Letta dan Arga. Katakanlah nak, kami disini untukmu.." ucap Elena menyita perhatian semuanya.


Semua orang mulai menatap Seruni, tak terkecuali Letta juga Arga. Letta menatap intens kakaknya itu, namun dadanya terasa begitu berdebar secara tiba-tiba.


"Aku hanya ingin mengunjungi makan kedua orang tuaku .." ucap Seruni menundukkan kepalanya.


Letta terkejut, kenangan Ilham juga Seruni mulai kembali membayanginya. Tangannya bergetar hingga tanpa sengaja membuatnya menjatuhkan sendok juga garpu dari tangannya.


Arga paham apa yang Letta rasakan saat ini, dan tatapan penuh tanya dari semua orang membuat Letta semakin gugup dan gemetaran.


"Maa.. maaf, maaf tapi saya permisi.." segera berdiri meninggalkan meja makan.


Arga ingin mengejarnya, namun Seruni lebih dulu menghentikannya.


"Biarkan saya yang mengejar adik saya.."


"Tentu.."


Seruni mengikuti Letta pergi kehalaman belakang. Disana seorang diri membuat Letta dengan bebas menangis tersedu-sedu.


Namun siapa sangka Seruni melihatnya, ia juga berjalan menghampiri adiknya itu.


"Untuk apa tangisan ini ???" Tanya Seruni mengejutkan Letta.


"Kak Runi.. " memalingkan wajahnya dengan segera.


"Kakak sudah melihatnya, kenapa disembunyikan.. "duduk dihadapan Letta.


"Katakan, apa yang kamu rasain sekarang??" Sambil menggenggam kedua tangan Letta, Seruni bertanya.


"Tidak ada.."


"Jadi sudah ada rahasia diantara kita ??"


Letta kembali menangis, bahkan kini ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Tangisan pilu yang menyayat hati Seruni yang mendengarkannya.


Dibawanya Letta kedalam pelukannya, tubuh bergetar itu semakin bergetar karena isak tangisnya.

__ADS_1


"Katakan apa yang kamu fikirkan.." tanya Seruni sambil mengusap punggung Letta.


Tanpa keduanya sadari, ada tiga orang tengah memperhatikan keduanya. Bahkan mata Elena sudah berkaca-kaca memandangi kedua bocah didepannya.


"Maafkan aku kak.."


"Maaf ?? Maaf untuk apa ??"


"Aku memang pembawa masalah, gara-gara aku kakak kehilangan om juga tante.."


Seruni begitu terkejut saat mendengar ucapan Letta, begitu juga dengan Reno dan Elena. Namun tidak dengan Arga, ia hanya menghembuskan nafas kasarnya.


"Ngomong apa sih kamu ini dek.." memukul bahu Letta.


"Semua ini gara-gara aku, andai saja-


"Jangan pernah berandai-andai apapun jika itu menyakitimu !! Kematian mama juga papa adalah takdir, itu garis hidup mereka. Jika merek bisa berbicara, maka mereka tak akan pernah menyesali kehidupannya.." ucap Seruni.


Letta mengeratkan pelukannya, ia mendekap erat tubuh Seruni sambil terus terisak penuh penyesalan. Seruni melonggarkan pelukannya, dihapusnya air mata Letta yang terus saja membanjir.


"Jangan menangis lagi, jangan jadikan kematian papa juga mama sebagai beban kesalahan kamu.."


"Tapi-


"Nggak ada tapi-tapian. Ini adalah kenyataan yang harus kita berdua terima. Lebih baik kita ke makam saja.." ajak Seruni.


"Maaf kak, " menurunkan kedua tangan Seruni dari bahunya.


"Ada apa ??"


"Aku sudah berjanji, sebelum aku bisa membalaskan dendamku pada Loise aku tidak akan mengunjungi om juga tante.."


Seruni begitu sedih mendengarnya, ia kembali menarik Letta dalam dekapannya.


*


Sedangakan Loise yang sudah mengetahui dimana map hijaunya begitu antusian. Ia tak sabar ingin mendapatkan map itu dan mengakuisisi perusahaan milik Alfon.


"Katakan pada wanita itu untuk segera mendapatkan map itu. Katakan juga untuk tidak usah terlalu bermain dengannya.." titah Loise.


"Baik bos.."


"Katakan juga untuk terus memantau rumah Arga, jangan sampai lengah.."


"Baik bos.."


"Pastikan juga saat mereka lengah langsung kabarin kita .."


"Baik bos, saya permisi.."


"Pergilah,!!"


Loise begitu bahagia saat tadi pagi seorang anak buahnya memberikan info tentang keberadaan map hijaunya.


Dan dengan sangat antusias Loise pergi memerintah seseorang untuk mengambilnya.


"Ketika map sudah ditangan, saya pastian kalian semua akan bertekuk lutut dihadapan saya.." senangnya.


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—

__ADS_1


......HAPPY READING GUYS,......


...šŸ“–šŸ“š...


__ADS_2