Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
136


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


...āœ...


Loise begitu tak sabar menunggu kedatangan anak buahnya. Ia terus saja berjalan mondar-mandir dengan begitu gelisahnya.


"Bos .." seru anak buahnya yang baru saja datang.


Loise hanya terdiam, ia menatap kagum pada bayi yang kini ada dalam gendongan anak buahnya. Bayi yang begitu menggemaskan dan sangat lucu.


"Apa ini anak Arletta ??" Tanya Loise penasaran.


"Benar tuan, bayi ini anak mereka.."


"Kemarikan, bawa bayi itu padaku.." antusiasnya.


Dengan perlahan Loise menggendong tubuh baby Shaka, digendongnya sambil mencoba menimangnya.


Bagai tersihir dengan ketampanan bayi laki-laki itu, Loise terus saja tersenyum sambil menghujani baby Shaka dengan kecupannya.


"Bos, kita letakan dimana ini ??"


Salah seorang anak buahnya datang dengan membawa kulkas kecil juga tas berisi perlengkapan baby Shaka.


"Apa itu ??"


"Bos, kami menemukan itu didalam kamar. Disana tertulis jika itu asi milik bayi ini. ."


"Terus tas nya .???"


"Ini tas berisi pakaian sama perlengkapan yang lainnya. ."


"Kalau begitu simpan dikamar saya, rapikan juga perlengkapan baby lucu ini.." perintah Loise.


"Baik bos .."


Kini tinggal Loise berdua dengan baby Shaka, ditimangnya baby Shaka dalam dekapannya. Entah mengapa Loise merasa begitu menyayangi bayi itu.


Rencana awalnya ia akan menjadikan bayi itu sebagai kelemahan Arga juga Letta untuk membuat mereka tunduk.


Namun setelah melihat dan menggendongnya, rasanya ia begitu tak ingin kehilangan bayi itu dari tangannya.


"Bagaimana jika kaku hidup sama om aja ya ??"


"Kok om sih ??"


"Ehm .. harusnya kamu panggil saya opung aja biar keren ya .." bangganya.


"Aduh cucu opung ganteng banget ini ya .." tawanya saat melihat baby Shaka tersenyum padanya.


Loise memeluk bayi itu dengan penuh sayang. Bahkan anak buahnya merasa heran saat melihat perlakuan Loise yang tak sesuai dengan rencananya.


*


Letta masuk kedalam kamarnya, ia memeriksa almari baby Shaka. Dan sesuai dugaannya mereka mengambil semua perlengkapan anaknya. Bahkan Letta juga terkejut saat melihat kulksa mimi berisi asinya juga tak ada ditempatnya.


"Sayang kamu ini kenapa sih !!" Kesal Arga mendekati Letta yang terduduk dilantai.


"Mereka membawa semuanya.." lirihnya.


"Membawa apa ??" Bingung Arga.


"Mereka nggak hanya menculik bayi kita aja, tapi semua perlengkapan juga asi aku dibawanya.." menunjuk tempat kulkas asi biasanya.


"Maksud kamu ??"


Letta bengkit mencoba berdiri, Arga segera membantu istrinya dan membawanya duduk disofa kamarnya.


"Ceritakan sama aku, apa yang kamu rencanakan??"

__ADS_1


"Aku nggak ngerencanain apapun, "


"Jangan bohong ..!!"


"Aku memang nggak punya rencana apapun, tapi melihat kejadian hari ini membuat aku memikirkan satu rencana yank.." menerawang pandangannya.


"Kasih tau aku !!" Seru Arga begitu penasaran.


"Sebenarnya saat itu, aku sudah membebaskan satu anak buah Loise dari sekapanmu yank.."


"Kenapa ??"


"Aku tau pasti Loise nggak akan berhenti sampai disini, aku meminta dia menjadi mata kita untuk mengawasi gerak gerik Loise.."


"Dan kamu percaya begitu saja !!"


"Percaya nggak percaya yank. Tapi kita nggak ada pilihan lain untuk bisa melawan Loise.."


"Terus ??"


"Aku nggak tahu kalau rencana Loise adalah membawa anak kita bersamanya.." serunya sedih sambil menutup matanya.


Arga paham perasaan istrinya. Walaupun dia diam dan terkesan biasa saja, tapi dia ibunya dialah yang paling khawatir tentang anaknya saat ini.


Tiba-tiba ponsel Letta berbunyi, tanda sebuah pesan masuk kedalam ponselnya.


...................................................................................................


From : 081Ɨ ƗƗƗƗ ƗƗƗƗ


...Bayi anda sekarang ada bersama bos Loise. Tapi tenang aja, bos terlihat menyayanginya. Bos terus menggendong dan tertawa bersama anak anda....


From : 082Ɨ ƗƗƗƗ ƗƗƗƗ


...Pastikan bayiku selalu baik-baik saja!! Jangan pernah terlambat memberikannya susu!...


From : 081Ɨ ƗƗƗƗ ƗƗƗƗ


...Baik, sesuai perintah anda!!...


..................................................................................................


"Ada apa ??" Tanya Letta saat suaminya hanya diam tak menghiraukannya.


"Tidak, hanya heran saja. Mengapa dia mengatakan jika Loise bersenang-senang dengan anak kita ya ??" Bingungnya.


"Karena dia kesepian, dia butuh hiburan dalam kesehariannya. Dan anak kita membuatnya tertarik.." jelas Letta.


"Tapi kita harus segera menjemput baby Shaka, aku nggak mau anak kita terlalu lama dengan penjahat itu.." seru Arga.


"Tentu saja !!"


______________________________________________


Sedang dirumah sakit, Daniel begitu gusar menanti Cally yang sedang ditangani dokter didalam UGD.


Kondisinya yang begitu lemah membuat dirinya merasa begitu lemas kehilangan tenaganya. Untunglah David datang dan menolong Daniel yang akan terjatuh.


"Astaga Niel .." seru David menopang tubuh Daniel.


"Bawa duduk kesini.." ucap Seruni mengarahkan.


Dengan susah payah David membawa tubuh Daniel ketempat duduk. Dan saat ia akan memanggil suster, Niel menahan tangannya.


"Jangan Vid, gue mau nungguin Cally.." pintanya memelas.


David tak langsung menjawab , ia menatap Seruni seakan meminta persetujuannya. Dan saat Seruni menganggukan kepalanya, David duduk disamping dirinya.


"Kenapa kalian disini ??" Tanya Daniel.


"Orland nelpon gue, dia kasih tau semuanya. Dan gue kasih kabar Runi dan dia mau ikut kesini juga.."


"Gue nggak tau gimana keadaan Cally, dia banyak mengeluarkan darah. Gue takut sesuatu terjadi sama anaknya.." takut Daniel.


"Cally anak yang kuat, dia pastia akan bertahan.." hibur Seruni.


Dan tiba-tiba keluarlah dokter dengan mimik wajah yang begitu menakuti hati Daniel .


"Dok bagaimana keadaannya .?" Tanya Daniel buru-buru.

__ADS_1


"Maafkan kami pak, tapi kami tidak bisa menyelamatkan calon anak bapak .." sesal dokter.


Ketiganya begitu terkejut mengetahui fakta jika Cally telah keguguran. Daniel lah yang begitu terpukul diantara ketiganya, ia sudah tak sanggup jika harus melihat Cally terpuruk lagi.


"Tenanglah, " hibur David menepuk bahunya.


"Lalu gimana keadaan Cally dok ??"


"Pasien saat ini masih belum sadarkan diri, tapi pasien dalam kondisi baik pak.."


"Syukurlah.." seru ketiganya bersamaan.


"Kalau begitu saya permisi, kalian bisa melihat pasien setelah dipindahkan ke kamar rawat.."


"Terima kasih dok.."


Selepas kepergian dokter masuk kembali kedalam UGD, tiba-tiba saja tubuh Daniel lemas hingga ia kehilangan kesadarannya.


"Daniel ..!!" Seru David serta Seruni yang terkejut.


David menggendong tubuh Daniel dipunggungnya dengan Seruni mengekori keduanya. Mereka berlari membawa Daniel ke IGD untuk segera ditangani.


Kondisi Daniel masih sangat lemah, dan ia sudah memaksakan dirinya untuk bergerak diluar batas kemampuan tubuhnya.


Hal itu membuat kondisinya semakin drop bahkan tak sadarkan diri. David begitu bingung dan tak tau harus bagaimana lagi.


Ia pun mencoba menghubungi Arga dan memberitahunya tentang keadaan dirumah sakit.


Namun sebelum ia sempat menghubungi Arga, Reno lebih dulu datang bersama Elene menghampiri mereka dirumah sakit.


"Tante, om .." seru bersamaan.


David serta Seruni segera mencium punggung tangan Reno juga Elena secara bergantian. Terlihat juga raut wajah Elena yang begitu cemas.


"Bagaimana Daniel .??"


"Daniel drop om, dia nggak sadarkan diri lagi.."


"Bagaimana Cally ??"


"Cally..." ucap David terhenti.


"Ada apa Vid, kasih tau tante ??"


"Cally keguguran tante .."


Betapa Elena juga Reno terkejut mendengar apa yang menimpa Cally saat ini. Keduanya begitu merasa bersalah pada Cally, karena ingin menolomg cucunya ia harus kehilangan anaknya sendiri.


"Dimana sekarang Cally ??"


"Masih di UGD om, "


"Vid, tolong kamu urus supaya Daniel juga Cally bisa dirawat satu kamar ya .."


"Baik om, kalau gitu saya urus sebentar dulu.." pamitnya sebelum meninggalkan ketiganya.


"Seruni .."


"Iya om .."


"Bagaimana perusahaan Alfon??"


"Masih baik-baik saja, Loise sama sekali belum melakukan tindakan apapun om .."


"Terus awasi perkembangan perusahaan ya, jangan sampai kita kecolongam karena Loise sangat-sangat licik .." seru Reno memperingati.


"Om tenang aja, aku bakal terus menjaga dan mengawasinya.."


"Terima kasih nak .." membelai rambut Seruni.


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—


......HAPPY READING GUYS,......

__ADS_1


...šŸ“–šŸ“š...


__ADS_2