
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
_______________________________________š¾
...ā...
"Lihat kearah depan loe tepat dibawah jam dinding!" seru David setelah Seruni menerima telponnya.
Dengan kesalnya Seruni menuruti keinginan David, hatinya bertambah kesal saat dilihatnya sosok David tengah duduk dimeja sambil melambaikan tangannya dengan sok keren.
"Bener-bener sialan cowok buaya cap komodo ini..!" sambil menahan kesalnya ia mencoba memalingkan wajahnya.
"Kenapa dia malah buang muka sih?" heran David dan segera beranjak mendekati meja milik Seruni.
Tanpa David sadari ia telah melewati meja yang ditempati oleh Cally juga Carlos.
Carlos, laki-laki yang sedang duduk dihadapan Cally adalah Carlos mantan pacar Arletta sewaktu kuliah. Cally yang secara tiba-tiba mengangkat wajahnya tanpa sengaja menatap ke arah depannya, namun terlambat karena tubuh David lebih dulu melewatinya.
"Terus gue harus mulai kapan??" tanya Carlos menyesap sedikit kopinya.
"Besok! gue mau secepatnya harus ada hasil!!" ingin Cally.
"Gue butuh duit buat itu semua, mana bisa jalan kalau gak ada pelumasnya??" mintanya secara halus, dan dengan kasar Cally melemparkan amplop coklat telat mengenai dada Carlos.
"Wih, santai aja dong bos.." candanya sambil melihat isi amplop.
"Oke cukup, kalau gitu gue pergi dulu .." pamitnya.
"Oh iya, jangan lupa bayar minuman gue karna gue gak punya uang receh!!" tengilnya lalu meninggalkan Cally.
David yang menghampiri Seruni segera duduk didepannya sambil terus menatap Seruni yang membuang muka.
"Muka loe lagi jelek ya?" tanyan David.
"Nggak!!" ketusnya.
"Terus ngapain buang muka, loe tau banyak cewek yang ngantri buat liat wajah gue ini."
"Yaudah sana sama cewek lain itu yang leleh sama gantengnya loe!!"
"Cie ngakuin gue ganteng nih.." goda David membuat Seruni kesal dan beralih menatapnya.
Namun saat ia ingin menatap David tanpa sengaja ia bertatapan mata dengan Carlos yang melewati mejanya. Dan dengan genitnya Carlos mengerlingkan sebelah matanya pada Seruni.
"Jijik!!" seru Seruni.
David yang terkejut dengan komentar Seruni segera mengikuti arah pandangnya. Namun sayang sosok Carlos sudah terlebih dahulu menghilang.
"Gila ya nih cewek! Woii, ada cowok ganteng didepan loe dan loe malah asyik ngelirik cowok panci kayak dia!!" kesalnya menatap garang pada Seruni.
__ADS_1
"Najis deh loe!!" seru malas Seruni membuat David frustasi.
_______________________________________
Arletta yang sudah siap segera berjalan keluar rumah, namun sebelum itu ia berpamitan terlebih dahulu dengan para pelayannya.
"Non gak pamitan sama tuan muda ??" tanya bi Ina diangguki oleh bi Ani.
"Suami saya udah liat kok tadi, kalau gitu saya permisi dulu ya bik.."
Tepat saat dirinya keluar rumah taxi yang dipesannya juga sampai. Setelah bertegur sapa dengan satpam rumahnya, Arletta buru-buru masuk kedalam taxi.
Setelah hampir 20 menit akhirnya Arletta sampai juga di cafe yang diinginkannya. Dan terlihat Bella sudah duduk manis disalah satu bangku diluar cafe dengan tema outdoor classic nya.
"Bellaaa .. " panggil Letta girang.
Bella yang merasa namanya disebut segera memalingkan wajahnya dan menyambutnya dengan pelukan hangatnya.
"Kangen Ta .." seru Bella masih memeluk erat tubuh sahabatnya.
"Ya loe kenapa gak nengokin gue dirumah sih??" tanyanya sambil melepas pelukan dan duduk dibangkunya.
"Gila ya loe! mana mau gue masuk kandang macan, suami loe aja udah wanti-wanti buat biarin loe istirahat dulu kok.." .
"Hhehhe iya tau kok, tapi gue udah gpp kok sekarang..".
Keduanya larut dalam canda dan tawa mereka, hingga tanpa mereka sadari kini langit terlah merubah cahayanya.
"Astaga Ta, ternyata udah malam loh??" seru Bella terkejut.
Dirumah, Arga terlihat uring uringan saat tak menemukan sosok istrinya. Ia sudah bertanya pada semua yang ada dirumah, dan mereka hanya tau nona nya keluar tanpa tau kemana tujuannya.
"Dimana istri kamu??" tanya Reno mendekati anak laki-lakinya.
"Belum tau pah," sahutnya terdengar nada cemas.
"Gimana sih kamu Ga, istri kamu itu baru beberapa hari yang lalu keluar rumah sakit loh.." khawatir Reno.
"Coba kamu telpon lagi nomor istri kamu," pinta Elena.
"Emang kakak gak tau ya ka Letta kemana perginya??" tanya Sika sambil memainkan ponselnya.
"Kalau kakak tau buat apa kakak panik gini .." kesalnya.
"Yaudah sebaiknya kita makan malam dulu," ajak Reno namun dengan tegas Arga menolaknya.
Dan dengan terpaksa Reno, Elena serta Jesika meninggalkan Arga sendirian diruang tamu menunggu istrinya.
"Kemana sih kamu sayang!!" kesalnya mencoba menghubungi nomor Arletta.
Arletta juga Bella akhirnya memutuskan untuk pulang masing-masing. Dan saat diperjalanan pulang Arletta mengaktifkan ponselnya.
"Astaga!! banyak banget ini .." kagetnya saat melihat ada ratusan panggilan serta pulusan pesan dari suaminya.
__ADS_1
Dan saat dirinya ingin membalas satu pesannya, Arga terlebih dahulu menghubunginya.
š "Halo mas .."
š "Dimana!!"
š "Dijalan mau pulang."
š "Mas tunggu dirumah!!" lalu memutuskan telponnya.
Sesampainya dirumah Arletta segera melangkahkan kakinya masuk tanpa mengetahui jika ada yang sedang menanti dirinya dengan cemas.
"Mas .. " sapanya saat melihat sosok suaminya sedang menatap kehadirannya.
"Mana ponsel kamu!!" Arga segera berdiri menghadap istrinya dan mengulurkan tangannya.
Arletta dengan rasa takutnya memberikan ponselnya pada Arga. Dan tiba-tiba saja Arga melempar ponsel itu hingga hancur.
Brakkk !!
"Akkkhh .. " teriak Letta terkejut.
Reno, Elena serta Sika yang baru saja menyelesaikan makan malamnya terkejut mendengar suara teriakan Letta.
"Pah .. " seru Elena menatap suaminya.
"Kita lihat kesana mah.." dan ketiganya pun segera meninggalkan meja makan.
"Buat apa punya ponsel kalau kamu gak bisa dihubungi!!" teriaknya marah.
"Tadi .." seru Letta terbata-bata karena ketakutan.
"Tadi apa!! kamu tau aku cemas mikirin kamu, aku coba berapa kali hubungin kamu bahka kirim pesan juga tapi satupun gak ada yang kamu respon!!" marah Arga menatap Letta dengan tatapan tajamnya.
"Maaf mas .." tangis Arletta.
"Astaga ada apa ini!!" bentak Reno saat melihat Arletta tengah menangis ketakutan serta ponsel yang hancur berserakan.
Elena segera mendekat tubuh Letta yang bergetar ketakutan. Dipeluknya tubuh itu dengan sayang serta dibelainya.
"Mulai besok jangan pernah keluar dari rumah tanpa seijin suami kamu!! Ngerti!!" bentak Arga membuat Reno geram.
"Apa-apaan kamu Ga membentak istrimu seperti itu?? lihat dia sampai ketakutan dengan emosimu!!" marah Reno.
"Ini urusan rumah tangga aku sama Letta pah, jadi tolong jangan ada yang ikut campur atau membelanya karena itu akan membuat Letta semakin membangkang suaminya.." serunya.
"Aku cuma pergi buat beli es cream mas, aku cuma pengen makan es cream aja .." serunya sesegukan.
"Es cream!! kamu lihat aku udah beliin kamu bahkan satu tempatnya dan kamu masih belum cukup yank!!" bentaknya.
"Cukup Arga, jangan keterlaluan!!" bentak balik Reno.
Arga yang merasa keluarganya mulai mencampuri urusan rumah tangganya segera menarik paksa tangan istrinya. Dan dengan segera dibawanya Arletta naik menuju kamarnya tanpa berpamitan.
__ADS_1
"Astaga Arga istri kamu lagi hamil, pelan-pelan!!" teriak Elena yang khawatir.
"Tenang mah, Arga gak mungkin membahayakan anak istrinya.." memeluk tubuh Elena.