Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
series II‐eps 5


__ADS_3

...Sebelum lanjut membaca mohon pastikan untuk :...


○like


○komen


○vote


○share cerita


○juga masukan dalam keranjang favorit kalian


...-------------------------🌾------------------------------...


Laisa yang tak tahu menahu siapa wanita didepannya hanya bisa menatapnya dengan tak kalah bengisnya, semua orang menatap kedua wanita yang saat ini sedang bersitegang tanpa ada mau yang mengalah.


"Sombong, loe tinggal tunggu waktu aja kapan Shaka bakal buang loe," sinisnya.


Hah..


"Apaan itu," penuh kekesalan.


"Napas itu tadi, masa iya mau napas aja nggak boleh."


Wanita itu sudah tak bisa menahan dirinya lagi saat melihat sikap tenang yang ditunjukan Laisa. Dalam fikirannya kini ia hanya ingin wanita itu detik ini juga pergi menjauh dari Shaka laki-laki yang disukainya.


Ia mengambil sisa sup yang ada di mangkuk, sayangnya saat hendak menyiramkan sup itu pada Laisa Shaka datang dan memutar tangannya hingga sup itu membasahi dirinya sendiri.


"Upss, basah deh," cengir Laisa melihat wanita itu basah dengan sendirinya.


"Berani sekali menyentuh orang saya," murka Shaka melihat adiknya diperlakukan dengan buruk.

__ADS_1


"Anda salah paham pak Shaka, sa.. saya melihat tadi dia mau mencelakai anda," bohongnya menutupi kesalahannya.


"Pembohong, mana mungkin a-


"Sayang, ayo kita pulang. Aku basah semua," ucapnya dengan begitu manja.


Shaka melihat penampilan adiknya, ia membelai kepala adiknya dan menggandeng tangannya keluar meninggalkan mereka semua yang sedang menatapnya.


"Kita mau kemana kak," bisiknya agar tak terdengar yang lainnya.


"Beli baju, baju kamu udah basah kuyup gini juga," merapikan baju adiknya dengan satu tangannnya.


"Nggak usah, kita langsung pulang aja."


Shaka tak menghiraukan ocehan adiknya, ia hanya terus berjalan menuju sebuah butik yang ada didepannya saat ini. Dengan sangat selektif ia memilih satu persatu baju yang menurutnya cocok untuk sang adik, Shaka membawa Laisa untuk mengganti baju diruang ganti.


"Gimana?"


"Ehm, sempurna," senyumnya.


Yups, itu adalah Danu. Sejak Mira menolak mengajaknya ikut serta pergi bersama, ia memilih untuk membuntutinya. Danu merasa jika Mira tak hanya mengajak Laisa menonton, dan benar saja dugaannya jika mereka bertemu dengan pacar masing-masing.


"Pembohong, bilangnya me time sama saudara ternyata ketemu laki-laki. Mira harus diberi pelajaran biar tahu Laisa itu punya siapa," serunya yang masih mengawasi Laisa dengan Shaka didepan butik.


Malam pun tiba, Letta terlihat sedang menyiapkan makan malam untuk semua keluarganya. Laisa yang terbiasa membantu mamanya sejak kecil juga tak ketinggalan memasak untuk semua keluarganya.


"Ma, aku mandi dulu ya. Lengket," gumamnya mencium kedua sisi ketiaknya.


"Iya bau asem benget, sana mandi," usir Letta dengan isyarat kepalanya.


Menikmati me time nya didalam bathup, Laisa termenung memikirkan kembali apa yang terjadi saat siang tadi dirinya di mall. Sejak kedatangannya ke mall, ia merasa ada seseoran yan terus saja mengawasi dirinya.

__ADS_1


"Apa bener Danu yang ngikutin gue ya tadi," gumamnya memainkan sabun ditangannya.


"Tapi ngapain ya dia ngikutin gue segala? Apa jangan-jangan yang dibilang anak-anak itu bener ya," menutup mulutnya.


"Danu suka sama gue," bungkamnya.


Tok.. Tok.. Tok..


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Laisa, hingga dirinya kembali tersadar ia belum membilas tubuhnya yang masih penuh dengan busa.


"Mau mandi berapa jam lagi, ini udah malam dek," teriak Shaka dari luar kamar mandi adiknya.


"Iya kak iya, ini mau selesai kok," balasnya berteriak.


"Iya iya mulu, kapan selesainya."


"Iya kakak bawel ngomel mulu kapan aku selesainya."


"Lah kenapa malah nyalahin kakak sih, kan kamu yang mandinya lama dek."


"Ya kakak juga bawel banget dari tadi."


"Buruan deh dek, kamu ini lama banget kalau mandi," tak sabar Shaka.


"Ini udah selesai, udah bersih wangi menggoda," ucapnya saat keluar dari dalam kamar mandi.


"Mau menggoda siapa," memicingkan matanya.


"Menggoda pangeran es ini," menempelkan tubuhnya pada kakaknya.


Shaka tak merespon godaan adiknya, ia langsung menggendong tubuh sang adik seperti memikul karung beras.

__ADS_1


"Darah aku turun ke kepala semua ini kakak."


•••••••••••••••jangan lupa pesan diatas ya•••••••••••••


__ADS_2