
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
_______________________________________š¾
...ā...
Malam hari menikmati makan malam berdua berteman terang dari cahaya lilin, Arga dengan romantisnya menyuapi Arletta makan dan tak membiarkannya untuk melakukannya sendiri.
"Kenapa liatinnya gitu ??" tanyanya, namun matanya fokus mengambil sesendok makanan.
"Buka mulutnya lagi," perintahnya dan dengan patuh Letta membuka mulutnya dengan mata mencuri pandang suaminya.
"Nanti kenapa api loh matanya.. " tegur Arga.
"Mata ak udah kebakar sama ketampanan kamu mas .." gombal Letta.
Namun Arga yang terkenal dengan sifat dinginnya entah sadar atau tidak tertawa begitu keras saat mendengar gombalan dari istrinya.
"Hhahahahaha, astaga sayank kamu belajar dari siapa itu .." tawanya, dan tanpa sadar Letta juga ikut tersenyum.
"Mas .. " panggilnya.
"Apa sayank ..??"
"Mas, kita gak mau ngadain acara syukuran gitu buat rumah baru kita ??"
"Iya nanti kita adain syukuran ya, tapi setelah kerjaan aku sama kerjaan kamu gak numpuk .." seru Arga sembari kembali menyuapkan makanan ke mulut Letta.
"Oh iya mas, kata kak Runi pihak perusahaan X mau ak menemui mereka untuk kerjasama lanjutannya sebelum deal tanda tangan kontrak.." cerita Letta, dan Arga yang sudah tau hanya meresponnya dengan anggukan.
"Maksudnya ??" tanya heran Letta saat suaminya hanya menganggukan kepalanya saja.
"Besok siang pimpinan perusahaan X akan datang kerumah untuk penandatangannya kontraknya. Mas udah bicarain sama Seruni juga sama pihak perusahaannya.." jelas Arga.
"Makasih mas .." hatu Letta dengan perhatian yang diberikan oleh suaminya.
"Aku colok nih yank pakai acara nangis .." candanya membuat Letta memanyunkan bibirnya.
"Jahat banget mas, masa mau dicolok ??" tangisnya.
Namun bukannya merasa bersalah telah membuat istrinya menangis, Arga justru tertawa terbahak-bahak hingga mengeluarkan setetes air matanya.
______________________________________
Esok hari yang cerah secerah raut wajah Cally yang saat ini tengah menikmati sarapannya. Dengan riang dia menyantap rotinya dengan terus menorehkan senyum diwajahnya.
__ADS_1
"Darling ??" tegur Arum pada putrinya.
"Yes mom??" sahutnya.
"Are you ok ??" takut Arum bertanya.
"Aku baik-baik saja mom, mommy tenang aja.." seru Cally melahap potingan roti terakhirnya.
"Yaudah mom, aku mau jalan dulu ya .." mencium kedua sisi pipi milik Arum dan tak lupa memeluknya.
"Hati-hati darling .." teriak Arum saat tubuh anaknya mulai menjauh.
"Apa yang direncanakan anak itu ?? kenapa kelihatannya dia bahagian, apa rencananya berhasil??" penuh tanya Arum dalam fikirannya.
Cally mengendarai mobilnya dengan kecepatan standart menuju kantornya. Sesekali ia juga akan bersiul penuh kebahagiaan.
"Permainan dimulai Arletta sayank.." lirihnya menampilkan senyum sinisnya.
Dan dengan lincahnya jemari Cally mulai mengetikkan sesuatu diponselnya saat mobilnya berhenti dilampu merah. Raut wajah kepuasan jelas tergambar diwajahnya tanpa harus ia berucap.
Carlos yang saat ini tengah membaca pesan dari Cally hanya diam tanpa sebuah reaksi diwajahnya. Entah apa yang sedang mereka rencanakan, namun tak ada ekspresi apapun diwajah tampan milik Carlos.
"Sebaiknya gue kesana sekarang!" bangkit dari duduknya dan segera keluar dari rumahnya.
Berkendara menggunakan motor gede membuat aura ketampanan milik Carlos terpancatkan. Siapapun yang melihatnya mungkin akan jatuh dalam pesona wajah dinginnya.
"Jadi ini kantornya .." gumamnya berhenti tepat didepan gedung perusahaan milik Arga.
"Kalo bokap gue nggak masuk penjara mungkin gue nakal punya yang lebih besar dari ini..!" seru Carlos.
"Andai tua bangka itu tidak melakukan korupsi dan mengkhianati mama, mungkin gue gak harus kerjain kerjaan menjijikan seperti ini!!" kesalnya.
Dari kecil Carlos juga berasala dari kalangan keluarga pembisnis, namun sayang papanya melakukan korupsi demi menghidupi selingkuhannya yang bergaya hidup mewah.
"Kalo bukan gara-gara tua bangka sialan itu, nyokap nggak mungkin depresi dan berakhir di rumah sakit jiwa!!" sorot matanya memerah menahan amarahnya.
Tak ingin dicurigai karena berlama-lama berhenti didepan perusahaan, akhirnya Carlos melajukan kembali motor gedenya menuju cafe milik Arletta yang kemarin dikunjunginya.
Suasana nyaman, damai dan sejuk membuat Letta betah berlama-lama dihalaman depan rumah barunya. Dilahan yang luas itu banyak ditumbuhi pohon berdaun lebat sehingga menjadikan halaman lebih rindang.
"Sayank makan dulu ayo .." teriak Arga memanggil.Letta yang sedang bermain ayunan.
Letta yang mendengar suara suaminya segera bangkit menghampirinya. Dan dengan genitnya ia mengalungkan tanganya ke leher milik Arga.
"Gendong mas .. " manjanya.
"Berat yank .." godanya.
"Yaelah mas, berat kan juga gara-gara ada anak kamu juga disini.. " gerutu Letta memonyongkan bibirnya.
"Hhah bercanda syank maaf ya ," mengecup mesra kening Letta.
__ADS_1
Hari ini Arga sengaja tidak pergi kekantor lantaran ia akan menemani istrinya bertemu client bisnisnya. Dan dengan posesifnya ia mengikuti kemanapun istrinya melangkah.
"Mas aku mau buang air besar, mau ikutkah ??" seru Letta yang kesal sedari tadi dibuntutin oleh Arga kemanapun.
"Jorok banget kamu yank.." serunya mengerutkan dahinya.
"Salah sendiri.." bergegas memasuki toilet.
Arga lebih memilih menunggu istrinya diatas ranjang sembari memangku laptopnya. Namun tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu dikamarnya.
Tok. tok .. tok,
"Maaf tuan, dibawah ada yang sedang mencari nona muda.. " ucap bi Luni sesaat setelah Arga muncul dibalik pintu.
"Siapa bik ??" tanyanya.
"Katanya rekan bisnis nona, terus ada kakak nona muda juga . ." .
"Yaudah tolong buatkan mereka minum dulu ya bik, habis ini kita turun .. " .
"Baik tuan.." .
Namun saat Arga akan kembali ke ranjangnya, Letta lebih dulu keluar dari dalam kamar mandi. Dan dengan gaya angkuhnya Arga berjalan menghampirinya.
"Mau godain suami kamu kah??" sinisnya menatap Letta.
"Apasih mas, godain apa juga .." elak Letta dan memilih menuju almari pakaiannya.
"Ini apa ??" menyentuh baju Letta bagian depan yang terlihat basah.
"Ini tadi nggak sengaja kena air, makanya aku mau ganti baju ini .." serunya, sambil memilih pakaiannya. Bahkam Letta tak risih dengan tangan suaminya yang mulai menjalar kemana-mana.
"Jangan gini, nanti mas juga loh yang kesiksa .." melepaskan tangan Arga dengan paksa dari tubuhnya.
Arga yang kesal lantaran tak mendapatkan apa yang diinginkannya kembali duduk diranjang memangku laptop. Kemudian dengan santainya ia berkata tanpa melihat ke arah istrinya.
"Buruan ganti baju, client nya sudah nunggu dibawah.." ketusnya menatap laptop.
"Astaga kenapa baru bilang sih mas!!" kesalnya.
"Salah sendiri kamu sibuk godain aku!" sinisnya tersenyum miring.
Namun sesat kemudian Arga begitu kesal saat melihat Letta yang berjalan cepat menuju kamar mandi dan lupa dengan keadaannya yang tengah mengandung.
"Astaga Arletta pelan-pelan jalannya!! kamu itu lagi hamil!!" teriak Arga kesal, namun terlambat karena istrinya sudah masuk kedalam kamar mandi.
Carlos yang sudah sampai didepan cafe milik Letta segera masuk. Namun belum sampai ia memasuki dalam cafe, orang yang diincarnya terlihat disamping cafe dan tengah berselisih dengan seseorang.
"Lepas!! nanti pacar aku lihat bisa habis kamu dihajar!!" teriaknya marah.
"Lepaskan tangan anda dari pacar saya tuan!!" seru Carlos berjalan mendekati kedua orang tersebut.
__ADS_1
Kira-kira apa yang sedanf direncanakan Carlos?? dan siapa yang diincarnya dicafe Letta??.