
Semua benar-benar abu-abu bagi mereka, tak ada berita yang jelas mengenai keadaan Daniel diluar sana. Yang bisa mereka lakukan saat ini hanya nya berusaha mencari lagi tentang Daniel serta keluarganya.
"Permisi tuan, ada tamu," seru pelayan yang datang kepada mereka.
"Siapa bi, " tanya Reno.
"Namanya mas Alex sama mas Mike."
"Alex, suruh mereka masuk kesini ," perintah Arga.
Tibalah kini Alex serta Mike bertemu dengan semua keluarga Laisa, ada rasa canggung saat Alex berjalan menghampiri semua orang. Namun apa yang ia dengar saat baru melangkah membuatnya menatap sumber suara itu dengan tatapan terkejut.
"Apa yang sedang kalian semua selidiki," tanya Alex begitu saja.
Semua orang menatap Alex begitu juga dengan Mike, semua tatapan itu penuh rasa tanya.
"Tentang keluarga Meya yang berantakan," jawab Laisa.
"Bisa sebutkan lagi apa yang kamu sebutkan tadi," pintanya menatap Gala.
"Aku mengatakan jika saat ini tuan Edo berada di rumah sakit jiwa XX di australia," ulang Gala membaca artikelnya.
Tubuh Alex tiba-tiba saja melemah, langkahnya gontai hingga hampir terjatuh jika saja Mike tak menahannya. Laisa merasa ada yang aneh dengan sikap Alex, ia bangkit dari bangkunya sambil membawa segelas air putih.
__ADS_1
"Minum dulu," memberikan air tersebut pada Alex.
Alex meneguk hingga habis air didalam gelas tersebut, kini ia mulai menarik nafas dengan perlahan. Mata Laisa tak pernah berpaling dari laki-laki didepannya itu, pandangannya terus saja menatap lurus objeknya.
"Apa bapak mengetahui sesuatu tentang berita barusan," tanya Laisa yang langsung menyerang Alex.
"Benar, aku tahu sesuatu yang sama sekali tak ada diartikel yang berhasil kalian temukan," serunya sembari menatap Laisa.
Semua orang berdiri dari bangkunya mendengar apa yang baru saja Alex ucapkan, tatapan Arga begitu menusuk Alex yang merasakan tatapan itu.
"Kita masuk kedalam saja," ajak Reno yang memimpin jalan.
Laisa menggandeng tangan Alex mengikuti semua orang dirumahnya diikuti Mike dibelakangnya. Semua orang kini duduk diruang keluarga rumah Arga, pandangan mereka masih sama menatap Alex.
"Apa yang kamu ketahui tentang berita ini," tanya Reno.
"Benar, dia adalah menantu dari tuan Edo yang tadi kalian sedang bicarakan," menatap lembut Laisa yang sepertinya tahu arah ceritanya.
"Jadi istri Daniel itu tidak lain adalah bibi kamu," tanya Letta.
"Benar tante, bibi saya menikah dengan suami barunya itu dan dikaruniai seorang putri cantik."
"Lalu dimana sekarang bibi kamu? Kenapa bisa suaminya dipenjara sedang mertuanya dirumah sakit jiwa," tanya Cally begitu semangat hingga membuat David mencubit lengannya.
__ADS_1
"Singkat ceritanya saya yang memisahkan bibi saya itu dari keluarga suaminya."
"Kenapa," tanya Elena.
"Karena anak tiri bibi saya itu berkali-kali mencoba mencelakai bibi saya, hingga suatu ketika saya bersama keluarga sepakat memisahkan mereka sebab anak ini mencoba mencelakai keponakan saya."
"Meya melakukan semua itu," kaget Letta.
"Meya," ulang Alex.
"Iya Meya, wanita yang menyekap putra saya itu adalah Meya anak dari Daniel."
Alex benar-benar terkejut, ia tak menyangka jika ia akan benar-benar bertemu dengan anak tiri dari bibinya tersebut terlebih ia sama sekali tak mengenalinya.
"Kamu bisa membantu kami," tanya Reno.
"Apa yang dapat saya bantu tuan?"
"Panggil saya opa, seperti cucu-cucu saya yang lainnya."
"Apa yang bisa saya bantu untuk keluarga ini opa?"
"Bawa kami untuk bertemu dengan bibi kamu itu."
__ADS_1
Ada perasaan ragu dengan permintaan itu. Sudah sejak lama ia serta keluarganya tak memberi ruang bagi orang asing untuk bertemu dengan bibinya itu. Tapi apa yang tengah dihadapi Laisa berhubungan dengan apa yang pernah bibinya hadapi dulu, ia ingin melindungi Laisa tapi ia juga takut membuka luka lama bibinya.
Alex benar-benar bimbang dengan semua itu, ingin sekali ia menolong namun disisi lain ia juga tak bisa mengusik hidup bibinya yang baru bangkit lagi.