
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
...ā...
Orland begitu lega saat perlahan darah mulai berhenti dari kepala Letta. Ia terduduk lemas memandangi Letta yang masih tak sadarkan diri.
"Land .."
"Hemm .."
"Loe bawa ponsel ??"
"Nggak, ponsel gue tinggal dimobil.."
"Astaga.."
"Tenang saja, gue udah aktifin gps gue kok.."
"Percuma, mereka pasti membawa mobil loe jauh.."
"Tidak akan bisa .. tenang saja"
"Kenapa loe yakin ??"
"Karena kuncinya ada di gue !"
"Mobil dalam keadaan gue kunci tadi, ponselnya udah gue silent tapi gue aktifin dulu gps nya.."
"Tapi tempat ini pasti cukup jauh dari tempat mobil loe .."
Orland membenarkan apa yang diucapkan oleh Seruni. Loise juga tidak bodoh membiarkan mobilnya berada dekat dengan tempatnya.
"Kita harus gimana .." tanya Orland.
"Salah satu anak buah Loise selalu membawa ponselnya, loe pancing mereka kesini lalu kita ambil ponselnya.." ide Seruni.
Orland bangkit dan mulai menjatuhkan beberapa barang yang terdapat didalam gudang. Mendengar suara keributan membuat dua orang laki-laki masuk kedalamnya.
"Woii, apa yang loe lakuin!!" Bentaknya berlari menghampiri Orland.
Dengan sengaja Orland berlari sedang kedua orang itu mengejarnya. Saat didepan Seruni Orland mengedipkan sebelah matanya, dan
Brukk ..!!
Salah seorang dari mereka terjatuh tepat tersungkut didepan Seruni.
"Upss.. sorry," ucap Seruni.
Menatap kebawah, Seruni begitu senang saat ponsel itu terjatuh tepat dibawah kakinya. Dengan perlahan diseretnya ponsel itu dan disembunyika dibawah kakinya.
"Gila capek gue !!" Serunya kelelahan.
Lalu dengan gontai keduanya pergi meninggalkan gudang dan kembali menguncinya.
Orland terduduk kelelahan didepan Seruni. Matanya menatap Runi yang tersenyum melihatnya.
"Mana ??" Senyum Orland.
Seruni mengangkat kakinya, dan mendorong ponsel itu dengan kakinya.
"Good job Run.." seru Orland mulai menyalakan ponselnya.
*
David dengan Arga terus melajukan mobilnya mengikuti arah gps dari ponsel Orland. Keduanya masih terus menatap sekeliling jalan, sambil terus mencoba menghubungi Orland.
"Gimana Ga ??" Tanya David fokus pada kemudi.
"Nggak diangkat, tapi gps nya nyala.."
"Apa dia sengaja ya ??"
"Maksud loe Vid ??"
"Orland ketangkap sama Loise,.dan ini cara dia ngasih tau kita .."
"Bisa jadi itu .."
Keduanya masih terus mengikuti kemana arah gps ponsel Orland berada , sampai mereka melewati jalan sepi bebatuan.
__ADS_1
"Dimana ini.. ??"
"Gak tau Ga, mana sepi banget lagi .."
"Hati-hati Vid, gue takut ada jebakan disini.." seru Arga memperingati.
Tian-tiba saja David menghentikan mobilnya mengejutkan Arga.
"Ada apa sih !!" Serunya.
"Mobil Orland.." tunjuk David disebrang mobilnya.
Arga buru-buru keluar diikuti oleh David dibelakangnya. Dan benar saja itu mobil milik Orland. Namun mobil itu kosong, tak ada Orland disana.
"Benar, mereka sudah menangkap Orland.."
"Benar Ga, kita harus cari dia .."
Arga mulai menekan tombol ponselnya, ia menghubungi anak buahnya. Arga meminta mereka untuk mencari apakah ada bangunan disekitar tempatnya saat ini.
"Gimana ??"
"Gue masih minta mereka buat cari tahu apa ada gudang atau bangunan disekitar sini.." tutur Arga.
"Kita tunggu didalam mobil aja gimana, gue takut ada jebakan yang menunggu kita .." seru David waspada.
Saat Keduanya tengah menunggu kabar dari anak buahnya, Orland sedang sibuk menghafal nomor ponsel milik David atau Arga.
"Gimana ??" Tanya Seruni tak sabar.
"Gue gak ingat nomor mereka berdua.." cicit Orland.
"Astaga!! Masa loe nggak ingat, kan mereka sahabat-sahabat loe Land.." kesal Seruni.
"Gimana dong, " frustasi Orland.
Ditengah kebingungan keduanya, tiba-tiba saja Letta tersadar. Dan tanpa sengaja ia mendengar perdebatan antara Orland dengan Seruni.
"081.." lirik Letta bersuara.
Seruni juga Orland terkejut mendengarnya. Ditatapnya Letta yang tertunduk dengan mata terpejam.
"Dek, kamu bangun??"
"Letta, ini gue Orland.."
"Land, catat nomor hp nya.."
Orland dengan segera mencatat nomor yang disebutkan oleh Letta.
"081 .. terus berapa Ta ??" Tanya Orland.
"234 .."
"Iya .."
"678.."
"Ehm.."
"010.."
"Oke, .." seru Orland.
Pesan itu terkirim. Orland buru-buru menghapus pesannya dan membuang ponsel itu didepan pintu, agar terlihat seperti terjatuh.
_____________________________________________
Loise tiba-tiba saja mendatangi gudang, ia kemudian masuk dengan diikuti anak buahnya. Orland terkejut saat melihat banyak orang masuk mengepungnya.
"Bangunkam dia .." titah Loise.
Salah seorang maju dan hendak menyentuh Letta, namun dengan sigap Orland menghadangnya.
"Jangan pernah sentuh Letta!!" Geram Orland menatap benci pada Loise.
"Kenapa kalian diam saja, pegang laki-laki itu.."
Tiga orang laki-laki maju menarik tubuh Orland dan mencekalnya. Seruni berteriak marah saat ikatan tali Letta dilepas dan Letta didorong kelantai hingga tersungkur.
"Brengsek kalian, beraninya sama yang lemah !!" Bentak Seruni.
Namun Loise tak menghiraukannya, ia hanya tertarik dengan Letta didepannya. Dilemparnya map didepan Letta.
"Tanta tangani surat itu.." perintahnya.
"Tidak akan pernah.." lirik Letta.
Loise tak marah, ia tersenyum melihat keras kepalanya Letta.
__ADS_1
"Kau sama seperti daddy mu, keras kepala padahal sudah tak berdaya.." ejeknya.
"Jangan pernah sebut daddy ku, !!" Lemahnya.
Loise tertawa, ia mentertawakan Letta yang tak berdaya namun masih keras kepala. Dan hal itu mengingatkan dirinya dengan Mark, sahabatnya dulu.
Arga terkejut saat menerima pesan dari nomor tak dikenalnya. Ia lantas menghubungi beberapa anak buahnya dan memintak mereka segera bergegas ke tempat yang sudah ia kirimkan gps nya.
Didalam gudang, Loise begitu murka saat Letta tak kunjung menandatangi berkas miliknya.
"Cepat tanda tangani itu!!" Bentaknya.
"Perusahaan om Alfon itu milikku, begitu juga dengan Ferrour Grup.."
"Hajar mereka berdua .." titah Loise.
Namun tak disangka banyak anak buah Loise yang datang masuk kedalam gudang, membuat Letta membulatkan matanya.
"Lepaskan ikatanku, lawan aku dengan jika berani.." teriak Seruni.
"Baiklah, lepaskan dia .."
Orland serta Seruni bertarung melawan anak buah Loise yang begitu banyaknya. Letta dapat melihat jika keduanya sudah sangat kelelahan.
Letta marah, ia marah saat melihat Loise tengah tertawa bahagia saat Seruni juga Orland kelelahan.
Letta melihat ada belati yang terjatuh telat dibawah kursi. Dengan perlahan ia bangkit dan mengambil belati itu.
"Berhentilah tertawa Loise.." serunya melempar belati itu.
"Akkhh .." pekik Loise kesakitan.
Belati itu tepat mengenai bahu Loise, tertancap disisi kiri bahunya. Seruni serta Orland terkejut saat mendengar pekikan suara Loise.
Dan saat keduanya lengah , beberapa anak buah menyerangnya hingga membuat keduanya mundur tersungkur.
"Akkhh.."
"Oughh.."
"Brengsek Letta !!" Seru Loise kesakitan.
"Hajar mereka.." titahnya.
"Land, gue udah gak sanggup lagi.." lemas Seruni.
"Sama Run.." balas Orland tak kalah lemas.
Letta mendengarnya, dan dengan sekuat tenaganya ia mencoba bangkit.
"Jangan pernah sentuh kedua kakaku!!"
Seruni juga Orland terkejut melihat Letta berdiri tegak melindungi keduanya. Mata Seruni berkaca-kaca, ia terharu melihat adiknya itu.
"Letta.." teriak Seruni saat Letta mulai menyerang mereka semua.
Namun Seruni dibuat terperangah dengan kecepatan juga kelihaian Letta dalam berkelahi. Adiknya yang lemah lembut, kini bisa dengan buasnya menyerang orang dengan membabi buta.
"Nggak sia-sia dia berlatih.." seru Orland tersenyum, sedang Seruni hanya diam menatapnya.
Letta tanpa ampun menghajar anak buah Loise hingga babak belur, namun ia mulai kelelahan. Letta mulai kehabisan tenaganya, sedang masih ada beberapa anak buah yang belum ia lumpuhkan.
"Gawat, Letta kelelahan. Gue harus bantu dia.." seru Orland bangkit.
Keduanya sama-sama melawan anak buah Loise, sedang Loise sendiri pergi meninggalkan gudang dan dibawa kerumah sakit.
...NUMPANG PROMO YA .....
Tentang kesalahpahaman yang pada akhirnya membawa Elena menikah dengan seorang pria bernama Edwart yang sama sekali tak dikenalnya..
Akankah keduanya dapat mengakhiri kesalahpahamannya, ?? Jangan lupa mampir untuk cerita lengkapnya š
Yuk semua ramaikan nopel baru aku, jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak kalian ya ..
Tulis juga kesan kalian untuk awal membacanya š
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
......HAPPY READING GUYS,......
...šš...
__ADS_1