Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
117


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


...āœ...


Pagi menyingsing, mengantarkan sinar pada hijaunya dedaunan yang semakin berkilau cantiknya. Pagi yang indah namun tak seindah raut wajah Arletta yang menjadi murung terkesan sedih.


"Sayang, sini aku bantu kancingin bajunya .." seru Letta mengarahkan tangannya ingin menggapai Arga.


Dan mengejutkan, Arga mundur dan menghindari Letta yang akan menggapai dirinya. Letta menggerutkan dahinya saat Arga malah menjauh darinya dan berdiri didepan cermin almarinya.


"Sayang dasinya ini , aku pakain ya ?" Tanyanya menghampiri Arga sambil membawa dasi merah milik Arga.


Sekali lagi Arga hanya diam dan hanya mengambil dasi dari tangan Letta tanpa sepatah katapun.


"Kenapa sama dia ya ??" Batin Letta menggaruk kepalanya.


Arga telah selesai menggunakan dasinya, ia berjalan menghampiri baby Shaka dan menggendongnya.


"Aduh, anak papa udah bangun ya ?? Udah wangi yaa ..??" Ucapnya menirukan nada anak kecil sambil bermain dengan tangan anaknya.


Baby Shaka tersenyum saat Arga mengajaknya bercanda dan berkomunikasi. Arga gemas dibuatnya, digendongnya baby Shaka dalam dekapannya dan dihujaninya dengan ciuman selamat pagi darinya.


Letta hanya diam menatap interaksi manis ayah dan anak itu. Kakinya terasa berat rasanya untuk melangkah mendekati keduanya. Namun melihat tawa Arga juga senyum anaknya, membuat hati Letta menjadi damai.


"Ayo ikut mama sayang, papa nya mau kerja dulu ya .. " seru Letta menghampiri keduanya, ia kemudian mengambil alih baby Shaka dalam gendongannya.


Arga memberikannya pada Letta, namun kemudian ia mengambil tasnya dan keluar dari dalam kamar tanpa mengajak atau bahkan berpamitan dengan Letta.


"Sayang tungguin dong.." teriak Letta mengikuti Arga keluar dari kamar.


Dimeja makan, semua menu sudah tertata dengan rapi. Namun pemandangan berbeda ditunjukkan Arga saat dirinya mengambil makanannya sendiri tanpa bantuan Letta seperti biasanya.


"Sayang .." panggil Letta menatap heran Arga yang sedang mengambil nasi.


"Sayang ??" Ulang Letta, namun hasilnya masih sama.


Arga hanya diam, atau lebih tepatnya ia mendiamkan dirinya. Letta menjadi sedih melihat Arga yang dengan jelas menghindarinya, bahkan tak ingin berbicra dengannya.


Arga makan dengan cepat tak seperti biasanya, bahkan ia tak menghabiskan sarapannya. Arga bangkit lalu menghampiri anaknya yang diatas troli, mencium gemas pipi gembul anaknya dan tak lupa berpamitan dan meminta doa dari anaknya.


"Bi.. bibi.. " teriak Letta dengan panik.


"Iya saya non .."


"Bi tolong nitip baby dulu ya .." serunya lalu berlari mengejar Arga yang sudah lebih dulu keluar dari rumah.


"Mas .. mas Arga .." teriak Letta berjalan cepat menyusul suaminya.

__ADS_1


Namun sayangnya saat sampai didepan, mobil Arga sudah melesat keluar dari halaman meninggalkan rumah.


Rasanya tubuh Letta lemas seketika, kemarahan Arga membuat Letta kehilangan semua mood nya hari ini. Semua hal yang ia lakukan menjadi kacau karena memikirkan kemarahan suaminya.


"Fokus !!" Seru suhu pelatih bela dirinya.


Letta teru digembleng berlatih bela diri, dan kali ini ia berlatih tahap selanjutnya dari rangkaian latihannya. Lebih keras itu pasti, bahkan Letta beberapa kali mengalami luka karena kesalahan dari gerakannya.


"Akkhh .. " pekiknya saat tak sengaja lengannya terkilir.


Pelatih datang menghampiri Letta, dan tanpa diduga ditariknya tangan Letta yang terkilir dengan begitu saja .


"Awwwww .." teriaknya.


Namun sedetik kemudian ia merasa tangannya sudah tak sakit seperti tadi. Ditatapnya pelatih yang juga menatapnya.


"Sudah tidak sesakit tadi .."


"Kalau gitu latihan lagi, untuk apa menatap saya ???" Seru Suhu dengan begitu tegas.


Letta kembali berlatih bahkan kini lebih keras lagi, ia begitu bertekat untuk segera menguasai semua ilmu bela diri ini dan berlari menyelamatkan Seruni dari tangan kejam Loise.


*


Arga begitu uring-uringan hari ini dikantor, semua hal terlihat salah dimatanya. Bahkan Manda mewanti-wanti setiap pegawai yang ingin masuk kedalam ruangan bos nya itu.


Suasana hati Arga sangat buruk hari ini, hal itu tak jauh dari istrinya yaitu Arletta. Semua hal yang berhubungan dengan istrinya bahkan menjadi sumber dari suasana hati dirinya.


"Mbak Manda .. " panggil Lio berbisik didepan meja Manda.


"Apasih Lio .."


"Kayaknya gak aman deh, emang mau ngapain ??"


"Mau laporan soal presentasi buat besok.. "


"Yaudah masuk aja kalo gitu.."


"Takut .." cicitnya.


"Masa lakik takut sih , "


"Kata anak-anak,hari ini bos kayak banteng ngamuk sih.."


"Iya, gak tau kenapa. Mood nya lagi ancur banget ini.. "


"Nahkan malah nakut-nakutin ini si mbak Manda.."


"Udah sana masuk .."


"Doa in aku ya mbak,supaya keluar dengan utuh dan selamat.. "


"Heem, hati-hati ya .."


Perlahan Lio mengetuk pintu ruangan dan masuk kedalamnya. Langkahnya begitu berat saat melihat Arga berada dibalik meja kerjanya dengan aura kegelapannya.


"Buruan mau ngapain berdiri disana ??" Seru Arga mengejutkan Lio yang sedang melamun.

__ADS_1


Lio dengan buru-buru berlari menghampiri Arga, namun karena merasa panik tanpa sadar ia tersandung oleh kakinya sendiri.


Namun beruntung ia tak jatuh dan laptop ditangannya masih aman. Namun yang tak aman adalah tatapan mata Arga yang menatap tajam dirinya.


"Glekkk .." Lio menelan salivanya dengan susah payah, lalu ia kembali berjalan dengan senyum yang ia paksakan.


"Singkirkan senyummu yang menakutkan itu.." komentar Arga.


"Sabar, dia bos loe Lio. Jangan diambil hati, masukin empedu aja biar cepet diolah.." batinnya menggerutu.


Lio duduk dan mulai menjelaskan tujuannya menemui Arga. Arga dengan detail memperhatikan setiap penjelasan yang disampaikan oleh Lio.


Semuanya berjalan normal pada awalnya, namun saat Lio mulai memperlihatkan bahan presentasinya Arga mulai bereaksi menyebalkan.


"Kenapa tulisannya seperti itu ..??"


Lio yang heran segera mengecek layar laptopnya dan memperhatikan tulisan untuk presentasinya.


"Kenapa dengan tulisannya pak ??"


"Kenapa pakai jenis hufur times new roman ?? "


"Terus pakai yang apa pak .. ??"


"Bold .."


Lio membulatkan matanya tak percaya dengan ucapan bos nya. Namun ia ingin menyanggah ucapan itu, takut membuatnya memundurkan niatnya.


"Cepat ganti .."


"Baik pak .."


"Kayak gini pak ..??" Menunjukkan hasilnya.


"Apa-apaan ini ?? Kenapa hancur semua tulisannya ...?" Kesal Arga.


"Tadi kata bapak suruh pakai bold ??"


"Ya kamu kalau tau salah dan gak bagus bilang dong jangan diam aja .."


Lio sudah mulai kesal dengan tingkah Arga. Bahkan setelah itupun Arga menjadi kesal dan membuat Lio emosi lantaran salah dalam meletakkan tanda titik .


Dan hampir 2 jam Lio melakukan revisi didalam ruangan Arga, Manda merasa khawatir saat rekannya itu tak kunjung keluar. Namun sedetik kemudian ia merasa lega saat melihat Lio keluar dengam selamat, hanya tampangnya saja yang kusut.


Namun dibali hari yang penuh kemurungan, masih ada Loise yang sedang dalam mood bahagia sedang menyusun rencananya.


Ia merasa rencananya kali ini akan berhasi. Rencana kali ini bisa membuatnya mendapatkan apa yang ia inginkan selama ini "Ferrour Grup"


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—


......HAPPY READING GUYS,......

__ADS_1


...šŸ“–šŸ“š...


__ADS_2