Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
55


__ADS_3

Hari demi hari telah berlalu semenjak acara perjamuan, kini Arletta sudah tak lagi bekerja dibawah pimpinan Arga. Kini Arletta sudah resmi menjadi CEO diperusahaannya sendiri Ferror Grup.


Dibantu Seruni sebagai kepala divisi keuangan, juga Ilham sebagai wakil direktur disana membuat Arletta merasa terbantu, belum lagi bantuan yang diberikan Orland juga David.


"Tolong kamu berikan berkas ini untuk ibu Runi ya, terus tolong sampaikan untuk segera mengirim emailnya ke saya .." ucap Arletta pada sekretarisnya.


"Baik buk, kalo begitu saya permisi.." pamitnya lalu keluar dari ruangannya.


Tok.. tokkk ..


"Iya masuk," seru Arletta yang masih sibuk dengan berkas dihadapannya.


"Siang ibu CEO .. " seru Arga memasuki ruangan istrinya dengan senyumannya.


"Mas .. " seru Letta terkejut dengan kedatangan suaminya.


Arga segera menghampiri Letta dimejanya, lalu ia berlutut mensejajarkan wajahnya pada perut Arletta.


"Anak papa hari ini nakal nggak sih .??" tanya gemas Arga sambil membelai perut istriny, sedang Arletta membelai rambut Arga suaminya.


"Enggak kok pah, cuma minta makan terus dari tadi.." balas Arletta tertawa.


"Iyakah ???" mendongakan kepalanya menatap wajah cerah istrinya.


"Hemm.. " balas Arletta dengan malu-malu saat dengan intens Arga menatapnya.


Dengan perlahan Arga menarik tengkuk leher Arletta mendekatinya, tau apa yang diinginkan suaminya Arletta mulai memejamkan matanya. Namun saat keduanya tengah menikmati waktu bermesraan mereka tanpa diduga Seruni masuk begitu saja.

__ADS_1


"Ta, loe lup .. " seru Runi yang langsung masuk membawa dokumen tanpa melihat situasi.


Melihat apa yang sedang terjadi didepannya membuat Seruni merasa bersalah hingga wajahnya memerah menahan malu.


"Ma...maap nggak tau. Silahkan dilanjut aja, gue pergi dulu.. " dengan cepat Runi meninggalkan ruangan Letta dengan jantung yang berdetak kencang sebab ia memergoki keduanya tengah berciuman.


Seruni sendiri tak pernah memanggil Arletta dengan sebutan ibu ketika mereka tengah berdua, begitu juga dengan Ilham karena itu permintaan langsung dari Arletta sendiri.


"Mas sih .. kan malu sama kak Runi.. " malu Arletta menutupi wajahnya yang memerah.


"Hhahah .. maaf sayang. Salahin aja Runi main masuk aja nggak ketok pintu, " seru Arga sembari tangannya menyingkirkan tangan Arletta dari wajahnya.


"Jangan ditutupin dong, kan aku jadi nggak bisa liat gemes nya .." mencubit dagu Arletta dengan gemas.


"Jangan gombal mas .." memukul perlahan bahu Arga hingga membuat Arga tertawa terbahak-bahak saat wajah Arletta kembali memerah.


Disebuah cafe terlihat seorang laki-laki berjaket jins tengah meneguk kopinya dengan santai dengan kaki bersila. Namun tak lama duduklah seorang wanita cantik dihadapannya.


"Jam berapa ini.. " santainya dengan meletakkan gelas kopinya.


"Gue bukan pengangguran kayak loe yang punya banyak waktu luang.." balas sinisnya.


"Yaa .. yaa, yaa gue emang pengangguran sekarang terus loe mau apa ..!!" sulutnya yang terlihat mulai terpancing emosi.


"Hmmzt.." ledeknya dengan senyum sinisnya yang meremehkan.


"Gue punya kerjaan buat loe," menyerahkan sebuah foto dihadapannya.

__ADS_1


"Kerjaan apa..???" membalik foto yang dihadapannya.


"Arletta ???" serunya terkejut.


"Iya! Gue mau lo teror dia, buat dia kembali teringat dengan masa lalu kalian. Buat dia setiap malamnya tidak mau menutup mata barang sedetikpun!!" titahnya berapi-api.


"Kenapa begitu ??"


"Nggak perlu banyak tanya, loe lakuin tugas dari gue dan gue bakal bayar loe .." melemparkan sebuah amplop coklat.


"Waww .." serunya saat melihat isi amplop yang ternyata berisikan uang.


"Itu uang muka buat kerjaan loe, dan kalo loe berhasil gue bakal kasih bonusnya.."


Namun berbeda dengan kondisi Alfon saat ini yang seharian terus saja marah-marah. Bahkan tak segan Alfon memarahi anak buahnya yang gagal mendapatkan client untuk perusahaannya.


"Akkhhhh .. Sialan!!" seru Alfon membuang semua benda yang ada dimeja kerjanya.


"Baru beberapa hari tapi anak itu sudah berhasil membawa client besar yang harusnya masuk keperusahaanku!! Brengsekkk!!!" dengan amarah yang memuncak Alfon menggebrak mejanya cukup keras.


"Kalo begini terus perusahaan bisa bangkrut!!" khawatirnya mulai memikirkan nasib perusahaannya.


"Nggak!! Aku harus temuin anak itu dan memberinya pelajaran supaya tak mengganggu perusahaanku!!".


Dengan segera Alfon meninggalkan ruangannya dengan tergesa-gesa hingga mengabaikan panggilan dari Arum yang baru saja akan menghampirinya.


"Dad.. daddy , " teriaknya, namun pintu lift terlanjur tertutup.

__ADS_1


"Mau kemana sih daddy sampai mommy nggak diperhatiin!!" kesalnya lalu mengikuti Alfon dengan lift lain.


__ADS_2