
Terbujur kaku dengan selang yang terpasang di tangan serta alat bantu oksigen yang digunakannya, tubuh Letta begitu pucat pasi.
Tak ada yang bisa masuk kedalam ruangan termasuk Arga, sebab kondisi Letta yang saat ini tidak stabil membuatnya harus mendapat perawatan intens oleh dokter.
"Bagaimana keadaan menantu saya dok ??" tanya Reni sesaat setelah dokter laki-laki keluar.
"Pasien masih harus istirahat total pak, dan semoga besok sudah bisa melewati masa kritisnya.."
"Terima kasih dok.."
Semua orang begitu terpukul melihat kondisi Arletta saat ini. Bahkan Seruni tak hentinya menangis menyalahkan dirinya yang tak mampu menjaga adiknya itu.
Arga! Jangan ditanya, ia masih setia didepan kaca yang langsung terhubung dengan Arletta didalam sana. Wajahnya nampak lesu tak bersemangat, pikirannya kini kosong entah kemana.
"Duduklah Ga, tubuhmu juga pasti lelah.." bujuk Reno yang sedari tadi memperhatikan anaknya.
Tak lama datanglah Flora, Elena juga Jessika yang berjalan terburu-buru menghampiri ruangan Arletta dirawat.
"Arletta .. mana Arletta .." tanya histeris Elena.
Reno hany diam namun tangannya mengisyaratkan tempat dimana Arletta terbaring seorang diri. Elena Flora juga Jessika berjalan menghampiri kaca besar itu.
Hancur hati Sika saat dilihatnya Arletta tertidur dengan alat bantu serta beberapa alat yang terpasang di area kandungannya.
"Bangun Letta, ini mama nak. Bangun sayang .."
__ADS_1
"Letta tante udah datang, ayo bangun .. "
Begitulah ucapan pilu dari mereka saat menatap tubuh Arletta didalam sana.
_____________________________________
Cally yang baru saja tiba dirumahnya begitu terkejut saat melihat mommynya menangis disofa ruang tamu.
"Mom .." seru Cally berlari menghampiri Arum.
Namun dirinya begitu terkejut saat melihat ada luka lebab di pipi Arum. Matanya memanas melelehkan buliran air mata tanpa mampu ia bendung.
"Katakan mam, siapa yang udah lukain mommy aku kayak gini.. "
Arum hanya diam menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil terus menggelengkan kepalanya. Cally yang mulai lelah tanpa sadar berteriak didepan mommynya.
Sewaktu tadi Arum ingin pergi mengikuti Alfon ditengah jalan ia kehilangan jejaknya dan memutuskan untuk menunggu dirumah. Dan tak lama setelah ia sampai terdengar deru mobil Alfon dihalaman depan.
Saat ia ingin menghampirinya terlihat Alfon sudah lebih dulu memasuki ruang kerja dan menghancurkan semua isinya. Berniat ingin menghentikan kemarahan Alfon, justru Arum menjadi sasaran kemarahannya.
Tamparan yang begitu keras mendarat dikedua pipinya, bahkan meninggalkan jejas bekas pemilik tangan. Tak sampai situ, Alfon juga memukulkan sebuah buku tepat mengenai tulang pipinya.
"Daddy !!!!" teriak Cally setelah mengetahui detail ceritanya.
"Daddy keluar!! dimana daddy!!" teriaknya lagi dengan sangat emosi, bahkan Arum hanya diam menangis melihat kemarahan anak semata wayangnya.
__ADS_1
"Tutup mulutmu itu!! Berhenti berteriak dirumahku!!" bentak Alfon berjalan menghampiri Cally yang berdiri menatapnya dengan kemarahan dimatanya.
"Apa yang sudah daddy lakuin sama mommy!!"
plakkk ..
"Darling!!" seru Arum terkejut saat Alfon menampar putrinya.
"Pukul saya sepuas hatimu, tapi jangan anakku!!" marahnya, ia berdiri tepat dihadapan Cally membentenginya.
"Kalian berdua sama saja!!"
Alfon yang dikuasai emosi dengan kasar mendorong tubuh keduanya hingga tersungkur ke lantai.
Ingin menghilangkan rasa kesalnya, akhirnya Alfon memilih meninggalkan rumah dan berlalu pergi. Cally juga Arum hanya diam saling berpelukan saat Alfon melintasi mereka.
"Dad!! Daddy !!" teriak Cally.
"Hentikan darling, kamu bisa dipukul lagi.." dengan penuh sayang Arum merapikan anak rambut Cally yang berceceran diwajahnya.
"Tapi mom , "
"Sssttt , udah gpp. Mommy baik-baik aja oke!"
Cally yang masih penasaran dengan perubahan sikap Alfon ingin rasanya bertanyan pada Arum ibunya. Namun melihat kondisi saat ini, Cally memilih untuk diam dan menahamnya.
__ADS_1
______________________________________
jangan lupa klik vote, komen and like nya semua..