Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
48


__ADS_3

Hari ini rumah terlihat sibuk dengan aktivitas para pekerja menghias rumah, ada yang menyiapkan tatanan bunga hingga mendekor rumah.


Hari ini Arga beserta keluarganya akan mengadakan acara 4 bulanan untuk Arletta. Disana sudah berkumpul Ilham, Flora juga yang lainnya.


"Nak kenapa ??" tanya Ilham menghampiri Arletta yang sedang termenung sendiri di depan kolam renang.


"Gpp om, cuma kangen sama daddy juga mommy. Pasti mereka bakal seneng kalau tau bakal punya cucu.." tangisnya pecah saat mengingat kedua orang tuanya yang telah tiada.


Ilham yang tak tega segera membawa Arletta kedalam pelukannya. Tangis Arlettapun semakin jadi saat mendapat pelukan Ilham, membuatnya kembali kemasalalunya dahulu.


Arga yang tengah menelpon tanpa sengaja melihat istrinya tengah menangis dipelukan Ilham. Arga merasakan sakit saat melihat Arletta meneteskan air mata kesedihannya, ia terlihat sangat sendu saat memandangnya.


"Oh haloo .. iya gimana ??" tak tahan ia pun segera melanjutkan obrolannya ditelpon yang sempat tertunda.


"Iya, jemput dan bawa kerumah sekarang .. " serunya sambil berjalan menaiki anak tangga.


---‐----------


Dibandara,


Seruni baru saja tiba di Jakarta setelah mendapat kabar dari ayahnya tentang kondisi Arletta saat ini. Terlalu menyayangi Arletta membuatnya segera meninggalkan negara tempatnya menimba ilmu dan kembali ke tanah kelahirannya.


Dalam perjalanannya ia kembali teringat dengan masa-masanya bersama Arletta sewaktu kecil. Tanpa sadar ia meneteskan air matanya.

__ADS_1


"Nona, kita sudah sampai .. " seru pak Anton membuyarkan lamunan Seruni.


"Oh iya, terima kasih pak .." ia pun segera turun lalu membawa masuk kedalam rumah.


"Runi .. " seru Flora dari depan saat melihat sosok anak gadisnya.


"Mama .. " memeluk erat tubuh Flora yang dirindukannya.


"Masuklah.. Arletta pasti senang melihatmu .." ajaknya memasuki rumah kediaman Reno.


Sesampainya didalam, Flora dikenalkan dahulu pada Reno juga Elena lalu bergantian dengan keluarga lain termasuk David serta Orland.


"Arga, suami Arletta.." menjabat tangan Seruni.


"Dimana adik kecilku pah .. " tanyanya pada Ilham.


"Dia ada ditaman belakang.." sahut Arga dengan cepat.


"Kalau begitu saya pamit menemui adik saya dulu .. "


Pandangannya lurus menatap depan dengan angan-angan berkelana, mata indah itu terus menatap kolam tanpa berkedip.


"Lagi ngelamunin apa ???" tegur Runi yang duduk disampingnya, membuat Arletta segera memutar kepalanya terkejut.

__ADS_1


"Kakaaakk .. " serunya lalu memeluk erat tubuh Runi disampingnya. Tanpa sadar ia menangis menyembunyikan wajahnya di bahu Runi.


"Jangan menangis, kalau suamimu lihat bisa dimarahin aku nanti.. "ajaknya bercanda.


"Kenapa kak ??" tanyanya masih sesegukan sambil mengelap ingusnya.


"Nanti kalau suamimu lihat dipikir aku ngapa-ngapain kamu gimana ??" serunya sambil menghapus air mata Arletta yang masih saja mengalir.


Tibalah saatnya Arletta menjalankan acara 4 bulan kehamilannya. Bertemankan serba putih membuat acara terlihat khusyuk, terlebih susana menjadi haru saat Arga dengan merdu membacakan ayat demi ayat dari Al-quran.


"Gimana rencana loe selanjutnya ???" tanya David sambil menikmtai santapannya.


"Sesuai rencana awal aja .. " santai Arga menyahuti sambil matanya terus mengawasi Arletta yang tengah bercengkrama dengan yang lainnya.


"Terus si Cally gimana ?" tanya Orland yang khawatir mengingat kondisi Arletta tengah hamil.


"Nggak tau lah kalo dia,, saat ini fokus gue cuma ngebangkitin lagi perusahaan mertua gue .. " tegasnya.


"Loe tenang aja, kita berdua akan selalu ada buat bantuin loe.." sahut David menepuk bahu Arga.


"Gue tau itu .. Hhahaha .." merekapun tertawa bersama dengan suka cita.


Tanpa mereka tahu, ada mata yang saat ini diluar sana tengah mengintai kebahagian mereka.

__ADS_1


__ADS_2