Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
145


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


Arga menatap kesal pada istrinya yang tengah sibuk bersenda gurau dengan semua orang dan malah memgabaikan dirinya.


"Bisa nggak sih loe nggak nyenggol tangan gue!" Kesal Arga berbicara pada Orland.


"Astaga kesenggol dikit aja ngamuk loe, pms ya?" Balas Orland dengan candaan.


Semua hanya menatap sekilas keduanya, sedang Letta terlihat acuh dengannya. Arga meremas tangan David yang kebetulan didekatnya.


"Akhhh, gila loe ya!!" Seru David menarik tangannya dari Arga.


"Sorry, gue kira tadi batang pohon!" Seru Arga sambil menatap Letta yang cuek padanya.


"Mata loe buta tangan gue dikira batang!" Kesal David.


"Ta, suami loe tuh udah mulai aneh-aneh.." adu Orland pada Letta.


"Biarin aja, ntar juga baik sendiri.." jawab Letta sambil menggendong anaknya.


Semua orang bergantian menatap Letta dengan Arga, namun Arga masih saja menatap sinis pada istrinya itu.


"Ga, mata kamu awas nanti copot.." ledek Reno pada putra nya.


"Biar copot sekalian, biar ada yang seneng kalau berduaan nggak ada yang ganggu.." sinisnya.


"Jangan mulai lagi deh!" Kesal Letta menatap suaminya.


"Udah-udah malah ribut, kamu juga Ga istri baru pulang dari rumah sakit malah diajak ribut!!" Tegur Elena.


"Dia duluan yang mulai.."


"Dih enak aja, mas tuh yang mulai.."


"Kamu gitu,"


"Kamu lah.. "


"Enak aja.. kamu!"


"Kalian berdua bisa diam atau papa kurung digudang belakang!!" Ancam Reno yang mampu membungkap keduanya.


"Nah, kalau begini kan lengkap ya coupleannya.." girang Elena menatap semua orang yang ada didepannya.


"Maksud mama gimana ?" Heran Jesika.


"Pas gitu. Daniel ada Cally, David ada Seruni, kamu ada Orland.."


"Nggak!!" Seru kompak David dengan Seruni.


"Tuhkan kompak, jodoh nih.."


"Diam!!" Kompak lagi keduanya saat membentak Orland.


"Jahat bener suara kalian ini.."


"Berarti Orland mau nih sama anak tante ini ??" Tanya Elena, membuat Jesika tersipu malu.


"Aku bakal berusaha buat ngejagain putri tante kok.. " senyumnya.


"Senengnya tante denger Orland ngomong gitu.."


"Terus kalian mau gimana hubungannya??" Tanya Reno pada Daniel juga Cally.


"Saya serius dengan Cally om, saya akan membawa Cally dalam waktu dekat untuk menemui keluarga saya disana.."

__ADS_1


"Bagus Niel, om dukung!" Menepuk bahu Daniel.


"Kalau kalian gimana ?" Tanya Reno pada David juga Seruni.


"Ya nggak gimana-gimana om, "


"Astaga David, jangan menggantung hati Seruni dong .." kesal Elena.


"Tante, ih ngaco deh. Mana ada dia ngegantungin aku.." salah tingkahnya.


"Cally juga Seruni adalah anak tante, dan tante wajib melindungi mereka. Selama kalian belum bisa menunjukkan keseriusan, jangan harap bisa mendekati anak tante!" Ancam Elena.


"Kok gitu tan, kan Daniel udah serius tadi.."


"Ehm, kalo Daniel tante udah setuju. Tinggal David sama Orland aja jadi ya .."


"Ih si tante mah gitu. Kan aku udah janji mau jagain anak tante tadi.. "


"Tapi bukan berarti itu menunjukkan keseriusanmu Orland.."


"Aih si tante .."


"Ngebet banget kak mau disetujuin.." ledek Jesika tersenyum manis pada Orland.


"Duh Jes, tolong jangan tersenyum kek gt didepan gue.." memalingkan wajahnya.


"Kenapa sih emangnya.." kesalnya.


"Ntar kadar diabetes gue naik gara-gara kena senyum loe yang terlalu manis.."


Jesika tersipu malu saat Orland menggombalinya, namun Arga yang kesal malah melempar Orland dengan bantal sofa.


"Jangan gombalin adek gue!!"


"Apaan sih loe, nyokap bokapnya aja diam kok.."


"Mereka juga nyokap bokap gue tau.."


"Itu Jes, ada yang cemburu sama dokter ganteng.."


"Bilang lagi gue lempar nih.. " mengangkat bantal sofa.


"Arga cukup! Letta, bawa suami kamu ke kamar dan urus dia.. "


"Baik pah, " seru Letta yang segers menyerahkan baby Shaka pada Cally.


"Tunggu apa lagi, sana .."


"Gak pah, dia aja nggak ngajak Arga kok.." ngambeknya menyandarkan punggungnya.


"Astaga bocah tua ini.." kesal Reno menepuk jidatnya.


Letta mendengar gerutuan suaminya, ia memang kesal dengan sikap Arga sewaktu pagi tadi namun ia juga mengerti dengan sikap tersebut.


"Mau naik apa tidur dikamar tamu!" Seru Letta sambil berjalan menaiki tangga.


"Naik, naik sayang!! Seru Arga yang segera berlari menyusul istrinya.


"Dasar bucin!!" Ejek Jesika.


...***...


Malam yang dingin membuat pasangan suami istri ini begitu betah bergelut dengan keringat. Arga yang sudah cukup lama menahan dirinya bisa begitu lega menyalurkan nafsunya.


"Pelan syank jangan kena kaki aku.."


"Tenang syank, aku usahain nggak kena nih.." serunya dengan suara beratnya.


Setelah lelah bermain, keduanya tertidur dengan dalam satu selimut yang sama sambil menatap langit-langit kamarnya.

__ADS_1


"Tunggu deh yank, " bangkit dari posisi tidurnya.


"Apa .." heran Letta saat Arga menatapnya.


"Kayaknya ini semakin besar ya .." tanyanya sambil menyentuh dada istrinya.


"Berkat ulah siapa!!" Menepis kasar tangan Arga dari tubuhnya.


Arga hanya tertawa saat melihat wajah cemberut istrinya. Ia merasa gemas tiap kali memandanginya.


"Besok kita beli dalaman baru ya, pasti yang lama udah nggak muat .."


"Sok tau.."


"Taulah, kan aku tiap hari cek satu-satu.." mengerlingkan sebelah matanya.


"Bagus deh kalau suami aku tau, soalnya ini juga berisi nutrisi anakmu .." ledek Letta kemudian mengecup manis ujung hidung Arga.


"Sayank, jangan menggoda imanku yang udah kuat.." menahan dirinya.


"Masa sih kuat.." meraba dada bidang Arga.


"Syaang, mau kakinya sampai bengkak ??" Serunya mencekal tangan Letta.


"Aku rela kok mas .." manjanya membelai wajah suaminya.


Namun saat sedang asyik-asyiknya bermesraan, tiba-tiba saja ponsel Arga terus berdering membuat kesal Letta jadinya.


"Udah dibilang matiin telpon kalau mau main .."


"Maaf sayang, lupa.. "


Arga segera beranjak dari ranjang dan berniat mematikan ponselnya. Namun ia begitu terkejut saat melihat pada layar siapa yang menghubunginya.


"Syank tunggu sebentar ya.. berlari masuk kedalam kamar mandi.."


"Apaan sih main rahasia-rahasiaan .." kesalnya lalu memilih tidur saja.


Arga yang berada didalam kamar mandi merasa terkejut saat tiba-tiba saja Mr. B menghubunginya.


Dan setelah keduanya berbicara dan berbincang, Mr. B baru mengatakan jika dirinya sudah tiba di Jakarta. Arga pun segera meminta anak buahnya untuk datang dan membawa rombongan Mr. B ke hotel miliknya.


Esok pagi yang cerah, Arga bersiap untuk pergi menemui Mr. B bersama David juga Orland. Dan keduanya tentu sudah tiba dan sedang makan bersama yang lainnya.


"Bisa syaang.." tanya Arga saat melihat istrinya berjalan menghampirinya.


"Bisa, orang layanin suami aku aja bisa kok.."


"Wah ngeledek nih.. " tawa Arga merangkul pinggang istrinya.


"Mau kemana sih emangnya, kok kata mama tadi kak David sama kak Orland udah datang. .?"


"Ada urusan kerjaan sama orang luar, jadi aku butuh mereka.."


"Yaudah deh kalau gitu.. "


"Baik-baik dirumah ya .. " mencium kening Letta.


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya, dan share juga ke teman juga kerabat kalian.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—


Jangan lupa share..


......HAPPY READING GUYS,......

__ADS_1


...šŸ“–šŸ“š...


__ADS_2