
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
...ā...
Elena begitu bingung harus berbuat apa, ia sudah tak bisa lagi menahan Letta untuk tak pergi.
Waktu berjalan begitu cepat, hingga kini waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Letta mulai bersiap-siap, tanpa mereka semua ketahui bahwa Loise sudah mengirimkan alamatnya kepada Letta.
"Mah .." panggilnya mengejutkan Elena yang sedang bermain dengan baby Shaka.
"Sayang..??" Seru Elena saat melihat Letta sudah siap dan rapi.
"Letta pamit ya ma, titip mas Arga sama baby Shaka .." pamitnya dengan mata berkac-kaca.
"Nak... " Elena tak mampu membendung rasa khawatirnya, dipeluknya Letta begitu erat dengan uraian air matanya.
"Doa kan saja aku baik-baik saja ma .." pinta Letta.
Elena melepas pelukannya, dihapusnya air matanya juga air mata Letta.
"Tentu nak, mama akan doakan yang terbaik buat kamu juga Seruni .."
"Satu lagi ma, aku nitip ini buat mas Arga ya .." menyerahkan sebuah surat kepada Elena.
Elena menerimanya, namun dalam hatinya penuh dengan pertanyaan-pertanyaan. Namun ia mengurungkan niatnya bertanya saat ditatapnya wajah Letta yang tersenyum padanya.
"Letta pergi mah .." pamitnya.
Elena hanya menganggukan kepalanya sambil menahan air matanya. Sebenarnya sejak tadi sampai saat ini ia masih terus menghubungi Arga juga Reno, namun tak satupun dari mereka yang menjawab panggilannya.
Elena tak kuasa menahan tangis saat melihat dari balkon kamar mobil Letta mulai keluar meninggalkan rumah. Dan tepat saat itu juga baby Shaka menangis dengan begitu histerisnya.
"Cucuku .." kaget Elena berlari masuk kedalam kamar.
Dipeluknya bayi mungil itu untuk menenangkannya. Elena yakin jika baby Shaka juga mengkhawatirkan keselamatan mamanya saat ini.
"Oma tau pasti Shaka juga khawatirin mama kan?? Kita berdoa saja ya supaya mama selamat .." seru Elena sambil menimang-nimang tubuh cucunya itu agar berhenti menangis.
Hatinya begitu berdenyut nyeri mendengar tangis cucunya yang tak kunjung berhenti. Dalam rasa kalutnya Elena masih mencoba menghubungi anaknya.
Namun masih sama, tak satupun panggilannya mendapat balasan. Namun tiba-tiba bi Muli masuk saat mendengar tangis tuan mudanya.
"Nyonya .." serunya mengintip kedalam kamar.
"Astaga bi Muli masuk bi, untung bibi datang .." seru Elena senang.
"Tuan muda kenapa menangis nyonya ??"
"Sepertinya dia mengkhawatirkan mamanya bi .."
__ADS_1
"Iya bibi juga khawatir nyonya .."
"Kita doa kan saja semoga Letta baik-baik aja ya bik .."
"Terus ini gimana nyonya ??"
"Bi tolong ambil botol susu satu dikulkas itu ya, terus masukin didalam pemanas disebelahnya.." tunjuk Elena.
Tak lama asi sudah siap, bi Muli juga sudah memindahkannya kedalam dot yang sudah disediakan. Namun baby Shaka masih saja menangis, dan bi Muli pun muncul ide untuk mencobanya.
"Nyonya, coba pakai pakaian nona Letta yang sering dipakai. Siapa tau bisa.."
"Yaudah tunggu sebentar bi saya ambil dulu.."
Elena bergegas menuju almari, diambilnya piyama yang sering Letta gunakan. Dipasangnya piyama itu diguling, lalu diletakkan didekat baby Shaka.
Dan seperti sihir, baby Shaka berhenti menangis. Tangan mungil itu bahkan menggenggam lengan baju tersebut hingga tertidur.
Sedang dirumah sakit, Arga yang sedang bercengkrama dengan Orland begitu terkejut saat melihat puluhan notif panggilan tak terjawab dari mamanya.
"Ada apa ??" Tanya Orland saat melihat wajah sahabatnya itu.
"Gue harus balik dulu, loe jagain David ya .." pamitnya.
Perasaan Arga begitu tak tentu setelah mengetahui panggilan tak terjawab dari mamanya. Fikirannya melayang memikirkan tentang apa yang terjadi.
Dengan kecepatan penuh ia mengendarai mobilnya menuju rumahnya. Dan secara bersamaan Reno juga bergegas pulang saat melihat puluhan notif diponselnya.
Reno tak kalah paniknya dengan Arga, ia mulai khawatir saat istrinya itu tak kunjung menjawab panggilannya.
"Kemana sih si mama ini .." kesalnya.
"Papa .."
"Arga .."
Gumam keduanya saat melihat mobil masing-masing sampai bersamaan didepan rumah. Dan saat gerbang sudah dibuka oleh pak Tekno, mobil Reno perlahan mulai masuk diikuti mobil Arga.
"Apa yang terjadi pak Tekno ??" Tanya Arga panik.
"Si non pergi tuan .."
Arga juga Reno begitu terkejut mendengarnya, keduanya mulai berlari memasuki rumah dan menaiki tangga menuju kamar Arga.
Brakk .. !!
Pintu kamar itu dibuka dengan tergesa-gesa hingga membuatnya mengeluarkan suara yang keras. Namun beruntung hal itu tak membangunkan Shaka, namun tatapan mematikan dari Elena membuat keduanya memundurkan langkahnya dengan teratur.
"Kalian ikuti mama .." ketus Elena membawa kedua laki-laki itu turun kelantai bawah.
"Ma .. dimana Letta ??" Tanya Arga.
"Iya ma, kata pak Tekno Letta pergi ??" Imbuh Reno.
"Dimana ponsel kalian berdua!! Dimana kalian letakan ponsel itu sampai telpon mama tak ada yang menjawab satupun !!" Amuk Elena.
"Di saku mah .." sahut keduanya bersamaan.
Elena merasa sangat kesal dengan dua orang laki-laki dihadapannya itu. Ia mencoba meredam amarahnya sebelum kembali berbicara, sedang Arga juga Reno hanya melempar pandang satu sama lain.
__ADS_1
"Kalian tahu Letta meninggalkan rumah dan pergi ke Loise !!"
"Apa ??" Seru Arga juga Reno bersama.
"Dan kamu Arga!! Apa yang sebenarnya terjadi, ada masalah apa antara kalian berdua sampai istrimu menulis surat alih-alih menghubungimu !!"
Arga hanya diam, ia begitu menyesal telah mendiamkan Letta hari ini. Bahkan saat Letta tadi mencoba menghubunginya ia malah mengacuhkannya.
"Dimana suratnya ma .." minta Arga.
Elena memberika surat itu, Arga segera menerimanya dan mulai membacanya.
Didalam surat itu Letta meminta maaf pada suaminya jika ia pergi tanpa memberitahunya. Ia juga meminta maaf untuk kesalahannya hingga membuat suaminya itu marah.
"Arga !!" Seru Reno.
"Arga hanya kesal dengan Letta yang terus berlatih tanpa memikirkan kesehatannya pah, nggak ada maksud juga buat aku mendiamkannya.." sesalnya.
"Kaliam urus itu, mama akan fokus merawat Shaka sampai mamanya kembali.." serunya lalu berbalik menaiki tangga.
"Ga, minta Ali juga End kembali kesini. Suruh mereka pergi selidiki Loise, dan mencari tahu tempat persembunyiannya.." seru Reno.
Beberapa hari yang lalu Arga menugaskan keduanya untuk pergi ke rumah sakit jiwa tempat dimana Arum dirawat. Pasalnya Daniel menghubunginya dan memberitahunya jika beberapa kali kerab ada laki-laki yang mencari keberadaan Arum.
"Iya pah .."
Dan Arga pun segera menghubungi Ali dan meminta keduanya segera mengintai Loise. Arga meminta keduanya untuk selalu waspada, sebab Loise bukan orang sembarangan.
______________________________________________
Mobil Letta mulai masuk disebuah jalan berbatu dengan kanan kiri ilalang-ilalang yang menjuntai tinggi. Sepi, tak satupun terlihat tanda-tanda kehidupan disekitarnya.
Namun tak jauh dari sana sudah ada 2 orang laki-laki yang berdiri didepan mobil menunggunya.
"Ternyata semua sudah dipersiapkan .." serunya sambil mematikan mesin mobil dan bersiap-siap keluar.
Dengan rasa percaya dirinya Letta mulai berjalan menghampiri keduanya. Tangannya diikat kebelakang, tasnya dibuang serta matanya ditutup oleh kain. Kemudian dengan kasar kedua laki-laki itu memasukan Letta kedalam sebuah mobil jib.
------------------------------------------------------------
...NUMPANG PROMO YA .....
Tentang kesalahpahaman yang pada akhirnya membawa Elena menikah dengan seorang pria bernama Edwart yang sama sekali tak dikenalnya..
Akankah keduanya dalam mengakhiri kesalahpahamannya, ?? Jangan lupa mampir untuk cerita lengkapnya š
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
......HAPPY READING GUYS,......
...šš ...
__ADS_1