Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
122


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


...āœ...


Loise pergi, ia pergi menuju perusahan Alfon yang kini dikuasainya. Ia begitu tak sabar ingin menguasai seluruh aset milik Alfon itu.


"Kalau aku bisa menguasainya, akan lebih mudah bagiku untuk mendapatkan Ferrour Grup juga .. " serunya sambil mengemudikan mobilnya.


Dengan semangatnya Loise memacu mobilnya dengan kecepatan penuh agar segera sampai diperusahaan.


Namun setibanya diperusahaan ia tak langsung menuju ruangannya, Loise berjalan menuju arah departemen keuangan.


Disana ia mencoba meminta uang sebesar 1M untuk dicairkan hari ini juga. Namun pihak keuangan tak dapat memberikannya , dan hal itu membuat Loise marah.


"Saya pemilik perusahaan ini, jadi saya berhak meminta berapapun uang yang saya inginkan!!" Teriaknya.


"Maafkan saya pak, ini sudah menjadi prosedur perusahaan sejak lama.. "


"Saya pemiliknya sekarang. Perusahaan ini milik saya, jadi semua aturan tidak berlaku untuk saya !!"


"Maaf pak, tapi bapak bukan sepenuhnya pemilik perusahaan.. "


"Apa maksudmu !!"


"Saham bapak diperusahaan masih dinomor 2, sedang diatas bapak masih ada lagi. Dan dialah pemilik perusahaan.. "


Brakk ..


Loise yang sedang kalut dalam emosinya menendang meja staff hingga menjatuhkan semua berkas-berkasnya.


Loise melupakan hal itu, ia melupakan pemegang saham tertinggi diperusahaan Alfon. Iya tahu jika Cally sempat menjual saham milik Alfon, tapi ia belum mengetahui dengan detail tentang pembelinya.


"Berikan saya data pemilik saham terbesar diperusahaan ini !!" Pintanya.


"Mohon maaf pak, tapi saya tidak memiliki datanya.. "


"Terus apa yang kalian lakukan jika kalian tidak mengetahuinya. Mau minta uang nggak bisa sekarang tanya informasi juga gak bisa!! Dasar nggak becus !!" Marah Loise memaki karyawannya.


"Kami departemen keuangan pak, tugas kami mengatur dan mengelola keuangan perusahaan. Jika bapak menginginkan data, bapak bisa datang ke bagian personalia atau bapak bisa datang ke pusat informasi.." nasehatnya.


"Berani kau menceramahiku !!" Serunya mencengkeram kerah kemeja bawahannya.


"Maap pak, ini kantor. Tolong jangan buat keribuatan.." seru karyawan lainnya.


Loise melepas dengan kasar cengkramannya. Ia pergi dengan amarahnya menuju ruangan miliknya. Disana ia menghancurkan semua isi ruangan, melampiaskan semua kemarahannya.


"Brengsek !! Sialan kalian semua .. !!" Serunya.


Namun tak lama terdengar suara ketukan pintu, dan ternyata itu adalah sekretaris perusahaan.


"Permisi pak, para dewan pemegang saham sudah berkumpul. Mereka sudah menunggu bapak .."


Loise terheran, ia tak merasa mengumpulkan para pemegang saham. Lantas mengapa mereka semua berkumpul diluar pengetahuannya.


"Memangnya ada apa mereka berkumpul ??"


"Bukankah anda mengundang kehadiran mereka semua pak ??"


"Saya tidak mengundang mereka.. "


"Maaf pak, tapi semua pemegang saham mendapat undangan langsung dari akun email anda.. "


"Bahkan anda juga mengirimkan email kepada saya untuk menyiapkan semuanya .. " lanjutnya.


Loise begitu kebingungan, ia tak merasa mengundang semua orang apalagi dengan emailnya.

__ADS_1


"Maaf pak, sebaiknya kita segera ke ruang meeting.. " ajaknya.


"Baiklah .." lesunya Loise berucap.


*


David dan Orland kini tengah berada diperusahaan Arga. Keduanya sedang menajalankan rencana untuk memancing lawannya.


"Vid, loe yakin kayak gini berhasil ??" Tanya Orland sambil memainkan jarinya diatas keyboart laptopnya.


"Loe percaya sama gue, kali ini Loise pasti lebingungan saat menghadapi para dewan pemegang saham .." balasnya.


"Gue tinggal nunggu laporan sekretarisnya saja, kita pantau dia dari kejauhan dulu .." sahut Arga yang tengah berada dikursinya.


"Bener Ga, kita pantau aja dulu .." seru Orland.


Lalu tiba-tiba saja David berseru kegirangan hingga mengejutkan Arga juga Orland.


"Yezz .!!" Serunya mengejutkan.


"Sialan loe !!" Seru Orland melempar bantal sofa kepada David.


Namun bukannya mengenai David, bantal itu malah melayang dan mengenai Lio yang baru saja masuk kedalam ruangan.


"Awww.. " pekik Lio saat bantal mendarat diatas kepalanya.


"Upsss .." ucap Orland.


"Mampus loe !!" Ejek David santai.


"Sorry Lio, gue nggak sengaja .." seru sesal Orland.


"Kenapa main lempar-lempar bantal segala sih, kalau kena yang lain gimana ??" Kesal Lio.


"Salah kamu juga masuk nggak ada ketok pintu.." seru Arga.


"Nggak keburu pak, takut telat .." serunya sambil berjalan menghampiri Arga.


"Ada apa lagi ??"


Lalu Arga segera mengambil berkasnya dan menandatanganinya. Lio begitu terkejut melihat Arga yang tak membaca dulu berkas yang dibawanya.


"Kenapa ??" Heran Arga saat Lio menatapnya terus.


"Wih, jangan-jangan Lio suka lagi sama loe Ga ?? Seru Orland tertawa.


"Astaga sembarangan ya kalau ngomong .. " seru Lio terkejut menatap Orland.


"Kamu suka saya ?? Maaf tapi saya setia dengan istri saya .. " santai Arga sambil menutup berkasnya.


"Dih sembarangan pak bos kalau ngomong!! Gini-gini saya itu pecinta wanita .."


"Untung bukan waria .. " ejek David membuat ketiganya tertawa, sedang Lio menatap ketiganya kesal.


"Dasar laki-laki buaya semua .. !!" Kesal Lio.


Lio yang kesal segera mengambil berkasnya dan keluar dari ruangan Arga. Sementara ketiga laki-laki lainnya tertawa senang melihat kekesalan Lio.


_____________________________________________


Digudang, Seruni sedang memikirkan cara untuk kabur. Sedang Letta mencoba melepaskan ikatan ditangannya.


"Aww .." pekiknya tiba-tiba.


Seruni begitu terkejut mendengar suara kesakitan adiknya. Dengan panik ia mencoba memutar badannya agar bisa melihat adiknya.


"Letta, dek .. kamu kenapa ??" Panik Seruni.


"Gpp kak, tangan aku cuma sakit. Aku mau coba lepasin ikatannya.. " menatap ikatan tali dengan susah payah.


"Kak bantu biat nggak kena kulit kamu ya .."


Seruni mencoba membantu membuka ikatan talinya. Namun karena posisi saling membelakangi, membuat keduanya kesulitan melepas talinya.


"Susah dek .." seru Seruni.

__ADS_1


"Kita istirahat dulu kak .. nanti kita coba lagi, " ucap Letta.


Namun tiba-tiba saja beberapa laki-laki masuk kedalam dengan tampang menakutkannya. Seruni tak takut jika dirinya terluka, ia lebih takut jika mereka melukai adiknya.


Letta baru saja melahirkan dan Seruni paham jika kondisi adiknya belum pulih sepenuhnya. Ia begitu khawatir hingga keringat mulai membanjiri tubuhnya.


"Dek .." cicitnya.


"Kakak tenang aja, aku baik- baik saja kok.. "


Letta seolah tahu apa yang ditakutkan Seruni saat ini, dan sebisa mungkin ia mencoba meyakinkan Seruni bahwa dia baik-baik saja.


"Kalian sudah cukup kan kangen-kangenannya ??" Tanya laki-laki itu disusul tawa teman-temannya.


"Ingat, kita hanya diminta memberi mereka pelajaran. Jadi jangan sampai membunuhnya.." seru salah seorang laki-laki.


Salah satu dari mereka membawa sebuah balok ditangannya. Dan balok itu ia ayunkan tepat mengenai sisi kepala Letta.


"Aakkkhhhh.. " teriak Seruni ketakutan.


"Hhahhahahahahah .. " tawa mereka semua.


Darah segar mulai mengalir perlahan membasahi wajah Letta. Rasa sakit, perih serta ngilu membuat Letta memejamkan matanya menahan semua sakitnya.


"Aakkhh , adek .. adek .." seru panik Seruni berderai air mata.


"Aku baik-baik saja kak .." lirih Letta.


Seruni menangis, ia menatap bengis laki-laki yang memukul adiknya itu.


"Tenang, adek loe belum mati kok.." serunya sambil tertawa.


"Brengsek kaliaaan semuaa !!" Teriak Seruni mengamuk.


"Kak, kaka tenang. Aku baik-baik saja.." ucap Letta.


"Oh masih baik-baik saja ya .." serunya mengangkat kembali balok ditangannya.


"Akkhh !! Brengsek pukul gue, jangan adek gue !!"


Bughht ..


Pukulan kembali mengenai Letta, tapi kini dibahunya hingga membuatnya jatuh pingsan.


"Kita pergi.. " kemudian semua laki-laki itu pergi keluar meninggalkan Seruni yang menangis meraung-raung.


"Akhh .. Letta bangun, "


"Tolongg .. !! Tolong !!"


" Letta bangun dek, kak Runi mohon . Jangan buat kaka takut .. " tangisnya ketakutan.


Seruni begitu ketakutan, ia menangis sambil terus memanggil nama Letta yang tak kunjung mendapat sahutan.


...NUMPANG PROMO YA .....


Tentang kesalahpahaman yang pada akhirnya membawa Elena menikah dengan seorang pria bernama Edwart yang sama sekali tak dikenalnya..


Akankah keduanya dapat mengakhiri kesalahpahamannya, ?? Jangan lupa mampir untuk cerita lengkapnya 😊



Yuk semua ramaikan nopel baru aku, jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak kalian ya ..


Tulis juga kesan kalian untuk awal membacanya šŸ˜‰


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—


......HAPPY READING GUYS,......

__ADS_1


...šŸ“–šŸ“š...


__ADS_2