Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
94


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


...āœ...


Ria yang sedang berjalan menyusuri trotoar tak menyadari jika dirinya tengah diikuti oleh dua orang laki-laki.


Ia dengan santainya berjalan sambil menghisap puntung rokoknya ditengah jalan. Namun saat Ria masuk disebuah jalan sepi, terlihat kedua orang itu mulai beraksi.


"Jdjdjjdjushsujs.. !!" teriakan Ria yang tak jelas saat mulutnya tiba-tiba saja dibekap dari belakang.


Merasa kewalahan dengan perlawanan Ria pada akhirnya salah seorang dari mereka memukulnya hingga pingsan.


"Loe tunggu sini, gue ambil mobil !!" seru salah seorang.


Ditariknya tubuh Ria menepi diujung tembok agar tak terlihat oleh orang luar. Dan tak lama muncullah monil yang menjemput mereka.


Dibawanya pergi tubuh Ria yang tak sadarkan diri, namun entah kemana tujuan mereka membawanya pergi.


Sepulang Letta dari penjara, ia begitu murung membuat Ali juga End merasa khawatir.


"Sebaiknya kita hubungin pak Arga saja.." seru End.


Lalu Ali hanya menganggukan kepala dan segera merogoh ponselnya. Sedang End mengawasi Letta masuk hingga kedalam kamar.


"Kenapa aku terus memikirkan paman ya ?? perasaanku nggak enak banget.." gumamnya saat mendudukan diri dipinggiran ranjangnya.


"Apa aku terlalu mencemaskannya ya ?? Pusing ah, mending aku berendam aja deh.. " beranjak masuk kedalam kamar mandi.


Diperusahaan, Arga yang mendapat laporan tentang Letta segera menyelesaikan berkas-berkasnya dan bergegas pulang.


Ia juga tak lupa membawa berkas kepemilikan saham atas perusahaan Alfon untuk ditunjukkan pada istrinya.


Namun sesampainya ia dirumah, Arga tak menemukan keberadaan istrinya.


"Bi Muli, dimana istri saya ??" tanya Arga.


"Nona ada didalam kamarnya tuan, tadi sewaktu saya mengantarkan susu masih mandi nonanya.."


"Mandi?? tumben dia mandi siang-siang begini. Apa dia sedang sedih ya ??" batin Arga.


"Oh yausdah , kalo Ali sama End dimana ??"


"Mereka ada diruang latihan tuan ".


"Yasudah kalau begitu saya naik dulu ya bik .." pamit Arga lalu menaiki anak tangga.


Arletta yang sudah selesai berendam dan membilas tubuhnya kini keluar dengan hanya menggunakan jubah mandi.


"Kau menggodaku sayang ??" seru Arga yang terkejut dengan penampilan istrinya saat memasuki kamar.

__ADS_1


Bagi Arga, tubuh Arletta yang semakin berisi membuatnya nampak makin seksi di matanya. Bahkan Arga mudah kesal jika ada yang memuji istrinya, walaupun itu Reno atau Ilham sekalipun.


"Ketuk pintu dulu kenapa yank ??" ucap Letta tanpa memandang suaminya.


Lalu Arga berjalan menghampiri Letta, ditariknya tubuh itu dan dipangkunya dipinggir ranjangnya.


"Yank !! aku berat loh ?" seru Letta terlejut dan reflek mengalungkan tangannya pada leher Arga.


"Aku punya hadiah buat kamu .." menyerahkan berkas pada Letta.


Perlahan diambilnya berkas itu oleh Letta, dan matanya membulat membaca nama dirinya sebagai pemilik sah 40% saham dari perusahaan Alfon.


"Sayang ini apa-apaan ya ??" seru Letta terkejut.


"Perusahaan mereka pailit dan terancam bangkrut. Cally menjual 40% saham kepemilikannya untuk menutup kerugian perusahaan.." jelas Arga lugas.


"Terus ???" seru Letta.


"Aku membeli nya sayang, aku membeli 40% saham itu untukmu .." ucap Arga sambil menangkup kedua pipi Letta.


"Sayang jelasin sama aku sejujurnya, apa yang udah kamu lakuin !!" tegas Letta menatap mata suaminya.


Dan dengan terpaksa pada akhirnya Arga menceritakan dari awal ia mulai mengajak David serta Lio untuk menanam saham disana, lalu beberaps minggu yang lalu mereka mencabut kepemilikan sahamnya.


"Astaga !! Astaga ..!!" seru Letta berdiri dari pangkuan Arga.


Letta kalut, ia masih heran dengan tindakan suaminya kali ini. Letta mondar mandir sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Sayang tenanglah. Kamu kenapa sih ??" heran Arga menarik tangan Letta.


"Yank bagaimanapun juga mereka masih keluarga aku, sejahat apapun mereka masih satu darah denganku yank!!"


"Ya tetap saja nggak begini sayang !"


"Jadi kamu nggak terima dengan apa yang aku lakuin ??" tanya Arga.


"Enggak !!" tegas Letta menjawab.


"Aku lakuin ini demi kamu, aku mau mereka membayar mahal untuk semua kesakitan, air mata juga penderitaan kamu yank. Tapi ternyata kamu sama sekali nggak menghargai apapun itu usaha aku !!" kecewanya Arga dengan sikap Letta saat ini, hatinya sakit saat apa yang dilakukannya untuk istrinya hanya dipandang sebagai kesalahan saja.


"Tega kamu .." seru Arga lalu berbalik keluar meninggalkan kamarnya.


Letta terduduk lemas diatas ranjangnya sepeninggal suaminya, sedang Arga kini pergi dengan mengendarai mobilnya keluar dari area perumahannya.


"Bukan begitu maksudku yank, aku hanya tidak ingin kamu berlaku sama seperti mereka.." ucap Letta penuh sesal.


____________________________________________


Ria perlahan mulai membuka matanya, dan pandangan yang pertama kali dilihatnya adalah tumpukan drum bekas minyak.


"Dimana gue ??!!" tanyanya.


Namun saat akan bergerak ia baru tersadar jika kini tangan juga kakinya terikat dengan kursi.


"Sialan !! siapa yang melakukan ini ..!!" serunya memaki, ia berusaha membuka ikatan tali ditangnnya.


Semakin ia berusaha, ia semakin kesakitan saat kulitnya terus tergores oleh tali yang mengikatnya. Ria menyerah membuka ikatan talinya, ia berteriak teriak melepaskan kemarahannya.


"Akhh .. ! Akhh !!" teriaknya.

__ADS_1


Lalu muncullah 2 orang bertopeng dengan beberapa anak buahnya yang juga bertopeng.


Kedua orang itu ternyata menggunakan alat pengubah suara untuk mengelabuhi musuh mereka. Dan benar saja, Ria mengerutkan dahinya saat mencoba mengenalin musuhnya.


"Siapa kalian ?? mau apa dari saya ???" tanyanya.


"Kami mau kamu membayar setiap kejahatan yang kamu perbuat selama ini .." serunya.


"Kalian pikir kalian siapa ?? malaikat pencabut nyawa kah ?? berani sekali bertanya seperti itu padaku!!" bentaknya menyalang.


Kedua laki-laki tersebut hanya tertawa mendengar Ria mulai berani padanya.


"Tentu aku akan mengabulkan permintaanmu itu. Berubah menjadi malaikat pencabut nyawa bukan hal sulit.." serunya.


"Kami hanya butuh pisau yang tangkas untuk mengulitimu.. " imbuh yang lainnya.


Ria begitu ketakutan mendengarnya, bahkan ia mulai merinding saat kedua orang itu berjalan kearahnya. Dan rasa takut itu mampu ditangkap oleh beberapa anak buah yang mengikuti kedua bos nya.


Sedangkan kini diperusahaan Cally semua orang tengah bahagia mendapatkan gaji mereka secara penuh.Termasuk Cally yang merasa bahagia memikirkan keuntungannya bekerja sama kali ini.


Lalu dibukanya kembali berkas perjanjian jual belinya , dan matanya menatap fokus pada goresan tinta diatas nama yang telah tertutupi oleh tanda tangannya.


Namun saat sudah menyadari siapa yang membeli sahamnya, Cally nampak lemah tak bertenaga. Lalu ia bangkit mengepalkan tangannya.


"Arga, Letta !! kalian bakal gue bales satu-satu.." serunya perlahan.


Cally keluar dari perusahaan dan mobilnya menuju kepenjara daddynya. 10 menit ia menunggu, pada akhirnya ia mampu menatap juga memeluk tubuh daddy yanh dirindukannya.


"Apa yang membawamu kemari ?" tanya Alfon to the point pada putrinya.


"Daddy aku mohon maafkan kesalahanku kali ini.." menggenggam erat tangan daddynya.


"Apa yang kali ini kau perbuat nak.." tanyanya.


Cally menceritakan semua yang sudah terjadi, namun saat ia menceritakan jika ia menjual saham 40% Alfon begitu marah juga emosi.


Bahkan dibentaknya Cally yang saat ini berada dihadapannya dengan begitu keras.


"Keterlaluan kau Cally !! kau gahu gimana daddy berjuang, dan kau malah seenaknya menjualnya !!" teriak Alfon.


Cally hanya diam saat dirinya dimaki oleh ayahnya sendiri, juga ia tetap diam saat Alfon berteriak bahkan menamparnya dengan keras.


"Cally !!anak kurang ajar !!" teriaknya.


Namun tak lama tiba-tiba saja tubuh Alfon terjatuh tak sadarkan diri.


"Daddy !! Daddy bangun dad .. " khawatir Cally memangku kepala daddynya.


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—


......HAPPY READING GUYS,......


...šŸ“–šŸ“š...

__ADS_1


__ADS_2