Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
series II‐eps 37


__ADS_3

Meya tertawa begitu puas melihat Shaka begitu lemah tak bertenaga. Ini adalah hari kedua bagi Shaka berada dibawah kurungan Meya, makin hari rasanya ia begitu lemah tak bertenaga.


"Apa yang sudah loe lakuin ke gue," tanya Shaka pada Meya yang saat ini berdiri didepannya.


"Nggak ada kok, cuma menyuntikkan sedikit obat pelemah otot," ucapnya.


"Busuk," seru Nakila tak terima.


"Jangan sayang, please tahan diri kamu," cegah Shaka saat Nakila akan melawan Meya.


"Nggak seru, lemah. Sebaiknya aku berlatih untuk membunuh musuh utamaku, Laisa."


Shaka terperanjak mendengar nama adiknya disebut, wanita ini begitu licik ia tak ingin adiknya terluka karena dirinya. Kondisinya saat ini tak memungkinkan jika ia ingin kabur dan menyelamatkan adiknya.


Jangankan menyelamatkan, menggerakkan kakinya saja ia begitu lemah. Shaka benar-benar khawatir juga putus asa dengan itu.


"Tenang aja, aku yakin Laisa akan baik-baik saja. Tuan Arga tidak akan membiarkan putri kesayangannya terluka," hibur Nakila.


"Nggak, kamu nggak tahu gimana adikku itu. Nggak akan ada orang yang bisa menentangnya jika ia sudah bertekat."


"Kalau begitu jangan biarkan Laisa melihat kamu lemah dan terluka, biarkan dia melihat kakaknya yang sehat dan baik-baik saja agar dia semangat."


Shaka tersenyum, ia bersyukur ada Nakila yang saat ini duduk disebelahnya. Jika saja tak ada Nakila mungkin ia sudah akan menggila mendengar Meya berniat mencelakai adiknya. Ia benar-benar bisa sedikit bernafas lega.

__ADS_1


......


...


Sedang dirumah Arga nampak begitu sunyi, Reno Arga serta David berangkat ke Australia bersama Alex untuk menemui bibinya disana. Laisa sebenarnya ingin sekali ikut dengan papanya namun ia tak bisa mengabaikan sang kakak yang masih membutuhkan dirinya.


"Fokus Laisa," teriak Letta yang saat ini sedang melatih putrinya.


"Iya ma," teriak Laisa.


Saat ini Laisa sedang kembali melatih ilmu bela dirinya dan tak hanya Letta saja pelatihnya sebab masih ada Mike yang memang ahli dibidang itu.


Sebelum Alex berangkat, ia sempat meminta Mike untuk melatih Laisa hingga dirinya kembali. Mike menerimanya, ia juga sebenarnya tak suka jika ada seseorang yang selalu berbuat jahat.


Laisa bersungguh-sungguh dalam latihannya, ia fokus dan menggunakan semua ilmu bela dirinya untuk melawan Mike. Namun sia-sia, ternyata Mike mampu menangkis semua gerakannya.


"Capek kak."


Saat Laisa begitu kelelahan, disaat itu juga Alex terus mengkhawatirkannya. Alex yang saat ini sedang berada jauh dari wanitanya itu benar-benar tak bisa menghilangkan rasa kekhawatirannya, bayangan Laisa terus menari didalam fikirannya.


"Siapa yang terus mengganggu fikiranmu nak," tanya Arga yang saat ini tiba didepan rumah orang tua Alex.


"Saya sedang mengkhawatiran Laisa om, kira-kira disana sedang apa," gumamnya.

__ADS_1


"Bukankah kamu sudah meminta Mike untuk melatihnya, kenapa masih khawatir," tanya Reno.


"Entahlah opa, jika mata ini tak melihatnya sendiri rasanya begitu tak tenang."


Semua orang mengerti apa yang dirasakan Alex saat ini, gairah remajanya benar-benar sedang begitu membara. Api cintanya sedang memuncak setinggi-tingginya, hingga rasanya ia tak akan bisa menahan rasa panas dari rindunya.


Mereka pada akhrinya bertemu dengan kedua orang tua Alex, disana mereka kembali menceritakan apa yang sedang dihadapi kelurga besar Wijaya. Kedua orang tua Alex begitu geram dengan tingkah Meya yang terus saja membuat ulah.


"Apa anda mengijikan kamu untuk bertemu dengannya," tanya Arga.


"Bukan kami tidak mengijinkan kalian untuk bertemu, sebenarnya kejadian terakhir kali itu benar-benar mengguncang mentalnya. Anaknya yang hampir saja meninggal membuat dia kehilangan kewarasannya," seru ibu Alex.


"Iya, sebenarnya orang yang meminta ini semua adalah Daniel sendiri. Dia mendatangi kami waktu itu, memohon agar kami datang dan membawa istrinya pergi jauh."


"Apa ada cara untuk kita bisa membebaskan Daniel juga tuan Edo?"


"Ada, tapi itu juga butuh waktu juga butuh jaminan keluarganya."


"Biarkan saya yang menjadi jaminan untuk mereka berdua."


Seorang wanita tiba-tiba saja muncul dengan seorang gadis kecil yang begitu cantik, wanita itu tak lain adalah bibi Alex istri kedua Daniel setelah kematian Vira. Semua orang bangkit dari duduknya, tersenyum menyambut kedatangan wanita itu bersama dengan putrinya.


"Casandra."

__ADS_1


__ADS_2