Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
32


__ADS_3

Hari sudah malam saat Arga sampai dirumahnya. Disana ia disambut oleh papa juga Ilham. Namun karena rasa khawatirnya, ia sama sekali tak menghiraukan sapaan dari Ilham dan hanya melewatinya saja.


"Baru pulang Ga ??" tanya Ilham, namun Arga hanya dia melewatinya saja.


"Arga!!" teriak Reno.


"Sudahlah, sebaiknya kita susul Arga. Sepertinya dia sedang ada masalah.. "


Keduanya memasuki rumah mengikuti Arga. Namun sesampainya didalam, mereka sama sekali tak melihat keberadaan Arga disana.


"Kemana dia ?? cepet banget hilangnya.. "


"Iya Ren, kemana ya .. "


Saat keduanya tengah kebingungan, Flora serta Elena masuk sambil bercengkrama diikuti Sika dibelakangnya.


"Mah ,, lihat Arga ??" tanya Reno.


"Ke kamarnya tadi pah. Tapi dia sendiri aja loh nggak sama Letta .. " adunya heran.


"Tadi Ilham nyapa, tapi Arga malah nyuekin. Kayaknya ada masalah .. "


Saat semua sedang berbincang terlihat Arga menuruni anak tangga. Dengan pakaian serba hitamnya membuat Arga terlihat garang dari biasanya.


"Mau kemana nak ??" tanya Elena.


Namun belum sempat Arga menjawab, dering ponsel mengejutkan dirinya.


"Haloo .. "


"_______ "


"Dimana kalian temukan tas istri saya ??"


Semua terlihat fokus mendengarkan pembicaraan Arga dengan seseorang disebrang sana entah itu siapa. Mereka bahkan terkejut saat Arga menanyakan pada orang tersebut tempat tas Letta ditemukan.


"______"


"Cari sama ketemu! jangan sampai ada yang luput dari pencarian kalian.. " bentaknya.


"Ada apa nak! Dimana istri kamu.. " tanya Elena setelah Arga memutus sambungannya.


"Ada yang menculik Letta mah ,, Arga harus pergi.. "


Baru saja Arga melangkahkan kakinya, Ilham yang sedari tadi hanya diam membuka suaranya .. membuat langkah Arga terhenti kemudian memandangnya.


"Alfon .. " seru Ilham.


Arga menghampiri Ilham kemudian bertanya dengan penasaran.


"Maksud om apa ?? maksud om Ilham, om Alfon yang udah nyulik istri aku ..?" tanyanya.


"Iya ,, saya yakin ini perbuatan Alfon. Hanya Alfon yang mampu berbuat sangat keji!!" menahan amarhnya saat mengingat tentang Alfon.

__ADS_1


"Brengsek!! berani sekali mereka membawa istriku!!" amuk Arga.


"Mau kemana kamu Nak .. " tanya Flora.


"Saya harus temukan istri saya tante.. saya tidak ingin terjadi sesuatu dengannya.. "


"Jangan!!" seru Ilham menghentikan Arga.


Semua mata menatap heran pada Ilham yang baru saja menghentikan Arga mencari Arletta. Sadar dengan pandangan penuh tanya dari semuanya membuatnya menjelaskan maksudnya.


"Kita harus segera melakukan rencana kita,, Reno segera hubungin pengacara .. dan kamu Arga, segera tanda tangani berkas wali untuk Arletta.. "


Reno segera menghubungi pengacara sesuai anjuran Ilham, sedang Arga masih berdiri dengan rasa herannya.


"Alfon sudah mulai bertindak, itu artinya ia sudah terdesak. Kalau kita tidak segera membuat kamu menandarangani surat wali untuk Letta, om takut mereka akan berhasil dengan rencananya .. "


"Tapi om .. saya khawatir dengan dia apalagi dia sedang hamil .. " mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


"Om paham kamu khawatir, tapi percayalah Alfon tak akan membunuh Arletta karena Arletta adalah senjata tersembunyinya.." jelas Ilham panjang lebar.


"Pengacara sudah peejalanan kemari .. sebaiknya kita tunggu diruang tamu .. " ajak Reno.


Semua orang ikut masuk kedalam, duduk diruang tamu. Namun terlihat Arga masih diam ditempatnya memandangi pintu keluar.


"Kita akan mencarinya bersama-sama nak ,, ayo .. " merangkul bahu anaknya tersebut.


*****


Sinar mentari mulai masuk menembus ruang gelap disudut kota tempat berdiamnya Arletta. Sedang Arletta yang masih duduk terikat perlahan mulai membuka matanya sata sesuatu menusuk matanya.


Tubunya remuk redam akibat ulah Arum tempo hari. Bibirnya terasa ngilu serta wajahnya yang kian membiru. Namun tiba-tiba saja ia merasakan sakit diperutnya.


"Astaga!! perutku .. Akhhhh ,, sakit. Nak ,, tenanglah nak . . Akhh ,, " erangnya kesakitan.


"Selamat pagi .. wah sudah bangun ya .." masuklah Arum, Cally serta Alfon dan beberapa anak buahnya.


"Wah ,, mana nih Adik sepupu aku yang cantik jelita .." ejek Cally mencengkeram wajah Letta.


"Sudahlah, kalian terlalu asyik bermain .. " maju beberapa langkah kemudian menyahut map yang dipegang oleh anak buahnya.


"Cepat tanda tangani itu, atau kau lebih suka disiksa istriku .. " paksanya.


Arletta masih diam membisu tak menyahuti ucapan Alfon pamannya. Merasa geram, kemudian Alfon menampar keras sisi pipi Arletta hingga memerah.


Plakkkkk ..


"Anak nggak tahu diri ,, kau lebih suka dihajar rupanya .. Hajar dia !!" perintah Alfon.


Arletta sudah bergetar ketakutan saat beberapa laki-laki mulai berjalan kearahnya. Ada yang membawa balok, ada yang membawa cambuk dan beberapa alat siksa lainnya.


"Aku mohon jangan lakukan ini .. " mohonnya dengan parau.


"Hajar sampai dia mau tanda tangan !!" perintah Cally.

__ADS_1


"Baiklah ,, aku akan tanda tangan. Tapi setelah itu tolong lepaskan aku .. "


"Bukan perkara sulit .. " Alfon berseru sambil mendekati Arletta dengan map ditangannya.


Sakit yang Arletta rasakan diperutnya membuat dirinya tak mampu lagi untuk menghindar. Dengan sangat terpaksa berderai air mata, Arletta menggoreskan tanda tangannya tepat dihadapan semua orang.


"Hhhhahahahahahahahahaaaà .. " tawa Alfon saat berhasil, diikuti Anak serta istrinya.


"Aku sudah memenuhi permintaan kalian, sekarang bebaskan aku !!" pintanya.


"Hanya bebaskan saja?? bukan perkara sulit.. buka ikatan yang ada di tubuhnya.. "


Saat semua tali yang mengikatnya terlepas, tiba-tiba saja tubuhnya luruh kebawah.


"Akhh .. " pekiknya.


"Berikan semua barangnya,, kita pergi dari sini.. "


Arletta yang lemah hanya mampu memandang kepergian semuanya meninggalkan dirinya. Dipandangi pula isi tasnya yang sudah berserakan dilantai. Dengan susah payah, Arletta meraih ponsel yang ada dihadapannya.


"Sayang .. haloo yank ,, kamu dimana.. " senang Arga saat tiba-tiba Arletta menghubunginya.


"Mass .. ma.. ss ,, tolong .. " lemahnya.


"Sayang .. Arletta ,, apa yang terjadi! dimana kamu sayang .. "


"Maass ,, " kondisinya yang lemah membuat dirinya pingsan kemudian ..


"Letta ,, Arletta .. " teriak Arga.


"Argvghhh .. " lanjutnya, kemudian ia kembali menghubungi seseorang.


"Lacak posisi ponsel istri saya .. "


"______"


"Cepat °°!!" mematikan telponnya.


"Sayang ,, aku akan segera menjemputmu .. " telihat geram meremas ponselnya.


,


,


,


,


,


,


Hai semua,, Arletta Arga udah update yah .. jangan lupa tinggalkan like komen serta vote kalian.

__ADS_1


Happy reading ..


__ADS_2