
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
...ā...
Siang itu juga Arga meminta team pengacaranya untuk mendatangi perusahaan Cally, dan segera mengurus kepemilikan sahamnya.
Dan Cally yang tak tahu apa-apa dengan senang hati menyambut kedatangan ke 5 team pengacra Arga.
"Baiklah pak, ini berkasnya.. " seru pengacara Cally saat itu .
"Biarkan kami periksa dulu.. " seru salah seorang team pengacara Arga.
Laku satu persatu dari team pengacara itu mulai membaca dan menganalisi isi surat perjanjian jual belinya. Saat dirasanya cukup, mereka segera membayarkan secara cek pada Cally.
"Ini pembayarannya bu Cally, senang bekerjasama dengan anda.." serunya.
"Terima kasih pak, " namun saat Cally menatap cek yang baru saja ia genggam, ia merasa heran dan langsung bertanya .
"Ehm, permisi pak. Apa kalian tidak salah menulis cek ??" tanyanya.
"Apa itu kurang bu ?"
"Oh bukan, tapi ini ada 20 juta untuk kelebihan dari perjanjian pembeliannya pak. ."
"Oh , menurut atasan saya itu bonus untuk anda karena telah berbaik hati padanya.." tulusnya saat salah seorang team pengacara Arga berucap.
Cally menarasa bahagia, ia merasa beruntung dapat menjual sahamnya dengan orang yang tepat. Dan itu terbukti saat ia terus memamerkan senyumannya, bahkan ketika team dari perusahaan Arga sudah pergi.
"Kamu, " panggil Cally pada sekretrisnya.
"Saya bu .." menghampiri Cally yang sedang berdiri didepan pintu ruangannya.
"Pergi kebagian keuangan, berikan cek ini dan minta sekarang juga untuk mencairkan dana nya!" perintahnya.
"Baik bu Cally.. " mengambil lembaran cek, lalu ia terlihat pergi menuruni lift.
Cally yang begitu bahagia segera memasuki ruangannya, ia begitu tak sabar dengan beragam ide untuk mengembangkan perusahaan bersama pembeli sahamnya.
"Aku bisa menghasilkan lebih banyak keuntungan, dan aku bisa mendapatkan hasil tanpa perlu susah payah.." serunya bahagia.
Selain Cally yang bahagia, diperusahaannya Arga juga sangat bahagia. Team pengacaa yang diutusnya telah kembali membawa apa yang ia inginkan.
"Silahkan kalian cek rekening masing-masing. Bonus sudah saya transfer .." serunya tak mengalihkan pandangannya pada lembaran surat ditangannya.
"Terima kasih pak .." seru mereka bersamaan. Lalu perlahan mereka mulai undur diri meninggalkan ruangan milik Arga.
"Ini awal yang akan sangat tak terlupakan Cally .. !!" sinis Arga.
"Kita lihat seberapa sombong dan angkuhnya loe setelah ini !!"
*
__ADS_1
Dirumah sakit, Orland serta David telah selesai menyusun rencana bersama Verrel untuk membalas apa yang telah diperbuat Ria pada Bella.
"Dan sesuai rencana, besok anak buah gue bakal bawa Ria ketempat tujuan kita .." kata David sambil mengirimkan pesan pada salah seorang anak buahnya.
"Dan gue bakal siapin anak buah gue didermaga untuk plan B nya.." seru Orland menimpalinya.
" Terima kasih kalian mau membantu gue .." tulus Verrel.
"Santai aja, kita berdua udah menganggap Letta seperti adek sendiri. Jadi temannya juga teman kami.." bijak Orland mendapat tepukan bahu dari David.
"Hebat, tadi sarapan apa bisa bijak gitu .?"
"Kaca .." serunya kesal karena kesakitan dibahunya.
"Tapi gimana kondisi Bella sekarang ??" tanya David kemudian.
"Udah gpp , hanya tinggal pemulihan saja.." ketiganya menatap pada Bella yang sedang tertidur.
"Yaudah, besok pastiin Bella nggak sendiri dan harus ada yang jaga .." kata Orland.
"Bener kata Orland, karena besok takutnya nyawa Bella jadi ancaman.." imbuh David.
"Tenang saja, besok sebelum gue pergi Lio akan datang menjaga Bella.."
"Baiklah kalau gitu gue sama Orland pamit duluan ya .." saling berjabat tangan antara ketiganya.
Saat keduanya menghilang dari pandangan matanya, Verrel mulai berjalan kembali ketempatnya.
______________________________________________
Letta dirumah merasa begitu gelisah, namun entah apa yang akan terjadi ia tak pernah tahu.
"Non ??" sapa bi Muli.
"Hm, iya bi ada apa ??" sahut Letta terkejut.
"Non kenapa ?? apa ada masalah??" tanya bi Muli.
"Iya non Letta dari tadi mondar mandir kami lihat.." imbuh bi Luni.
"Kalo ada apa-apa mungkin kita bisa bantu non.." sahut bi Suti.
Arletta sangat terharu saat mendengar tulusnya para pelayan mengkhawatirkan dirinya. Namun ia juga tak tahu harus berkata apa.
Jadilah Letta hanya tersenyum menatap haru ketiganya.
"Aku gpp kok bik, aku cuma tiba-tiba merindukan suamiku.." senyumnya.
Terlihat raut wajah lega dari para pelayan yang mengkhawatirkannya. Seolah lega pada akhirnya mereka hanya ikut tersenyum.
Namun tiba-tiba Letta ingin sekali pergi menemui Alfon didalam penjara. Lalu dipanggilnya End juga Ali kehadapannya.
"End .. Ali .," teriak Letta.
Tak lama muncullah keduanya secara bersamaan.
"Kami non.."
"Ikut saya ke kantor polisi sekarang .." ajaknya.
"Maaf non, sesuai perintan tuan kami tidak diizinkan membawa nona keluar dari dalam rumah.." jawab Ali.
__ADS_1
Letta tak ingin berdebat dengan bodyguardnya, ia kemudian menghubungi Arga dikantornya.
š" Halo yank ..??" manja Letta saat memanggil suaminya.
š" Ada apa sayang.."
š" Aku ingin menemui paman Alfon disel .!" seru Letta.
Arga yang terkejut saat mendengar suara istrinya saat meminta ijin. Dan lebih terkejut lagi saat salah satu dari mereka harus perawaatan.
Mereka sempat berdebat saat membahas tentang Lett yang ingin keluar. Arga begitu posesif terhadap istrinya, dan hal itu bisa dirasakan oleh para pelayannya.
š" Oke .. oke, tapi nggak lama dan hanya kesana saja!!" seru Arga yang memilih mengalah daripada harus berdebat dengan istrinya.
Dan Letta yang mendapat ijin segera mematikan telponnya tanpa berpamitan dengan suaminya.
"Kalian dengar, suamiku sudah mengizinkannya jadi ayo pergi.." ajak Letta.
"End boleh minta tolong ambilkan cardigan juga tasku dikamar.." seru Letta bertanya.
Saat semua sudah siap, Letta sudah tak sabr keluar bergegas mencucinya.
Namun sesampainya ia dihalaman kantor polisi, tiba-tiba saja ia merasa ragu saat ingin menjenguk pamannya.
"Loe bisa Ta, semangat !!" gumamnya meyemangati dirinya.
Namun kini Letta duduk diruang tunggu saat menunggu pamannya Alfon dibawa keluar.
"Mau apa loe datang" tanya saat mendudukan dirinya.
"Apa paman baik-baik saja disini ?" lirihnya.
"Loe nggak perlu basa-basi, katakan apa maumu!!" bentaknya.
Ali begitu geram saat Alfon berani membentak nonanya, namun saat dirinya akan maju tangan Letta menghentikannya.
"Kenapa ?? nggak terima nona kalia saya maki-maki !!" serunya keras.
"Bagus jika paman baik-baik aja, saya permisi.." serunya berdiri dari bangkunya.
Namun saat ketiganya akan melangkah keluar, Alfon tiba-tiba saja berteriak dengan sangat percaya diri.
"Masa bahagiamu hanya tinggal menghitung waktu !!" serunya berteriak.
Dan Letta hanya diam bahkan tak menolehkan kepalanya. Ditatapnya sendu kaca didepannya.
Ia sungguh merasa terluka jika keluarga pamannya merasa kesusaha. Namun ia juga bukan siapa-siapa, bahkan tak sama jika harus disamakan dengan keluarga suaminya.
"Aku percaya masih ada Tuhan yang selalu menjagaku dari sana.. "
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
......HAPPY READING GUYS,......
...šš...
__ADS_1