
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
...ā...
Letta juga Arum terus berpegang tangan menatap jenazah Alfon, Cally marah .. ia marah saat melihat mommynya malah membela Letta.
"Loe udah ambil semuanya dari gue, dan kali ini gue nggak bakal biarin loe ambil nyokap gue!!" gumamnya menatap marah pada Arletta.
Mobil Arga memasuki halaman, Reno yang sudah mendapat kabar kedatangan anaknya segera pamit dan keluar rumah menghampiri Arga.
"Pah," panggil Arga saat melihat Reno berjalan menghampirinya.
Plak ..!!
"Suami macam apa yang meninggalkan istrinya sendirian, suami macam apa kau ini nak !!"amuk Reno dengan nada yang dipelankannya.
"Maaf pah, Arga kelepasan tadi.." menundukkan kepalanya.
"Untung ada adikmu disana, dan lebih untung istri dan calon anakmu baik-baik saja !!" kesal Reno.
Lalu Reno menarik tangan Arga masuk kedalam rumah. Mata Arga menatap sosok istrinya yang sedang duduk didepan jenazah, namun ia menatap heran Arum yang dengan tenangnya disamping Arletta.
"Pah ??" panggil Arga.
Seolah tau apa yang ingin dipikirkan anaknya, Reno hanya diam menggelengkan kepalanya saja.
"Darimana saja kamu !!"tanya Elena saat Arga duduk disampingnya.
"Kantor mah,," sahutnya.
Cally yang mulai geram dengan kedekatan Arum dengan Letta segera bangkit dari duduknya. Dihampirinya Letta lalu ditariknya paksa lengannya.
"Bangun loe !!" seru Cally emosi.
Arga menatap geram Cally yang menyakiti Arletta dihadapannya. Lalu ia bangkit dan berjalan menghampiri istrinya.
"Jangan keterlaluan kamu Cally, dia juga keluarga kita. Dia berhak berada disini .!!" seru Arum.
"Lepaskan tangan kotormu dari istriku !!" geram Arga saat mencengkeram lengan Cally.
"Aww .. sakit Ga ," seru Cally kesakitan.
Dilepasnya lengan Letta, namun dengan gerakan mendorong hingga membuat Letta hampir saja terjatuh.
"Ikut gue .. !!" ucap Letta mengajak Cally meninggalkan keramaian.
Cally berjalan mengikuti Arletta dihalaman belakang, diikuti juga oleh Arga serta bodyguardnya.
Plakk .. !!
__ADS_1
Sesampainya dihalaman belakang, Letta segera berbalik dan menampar Cally.
"Loe !!" seru Cally hendak menampar balik Letta.
Plak ..!!
Namun sebelum itu Letta sudah lebih dulu menamparnya kembali. Arga yang semula khawatir dan hendak mendatangi keduanya, kini hanya diam bersandar pada pintu melihat keduanya bertengkar.
"Istriku sudah jadi wonder women ternyata.." serunya tersipu malu.
" Loe yang udah buat paman meninggal, tapi dengan seenaknya loe limpahin semua kesalaham itu ke gue juga mas Arga !!" seru Letta berani.
"Mau loe nyalahin gue ataupun mas Arga, sampai kapanpun hal itu nggak akan bisa menutupi rasa bersalah loe !!" lanjutnya menekan Cally .
"Kalo loe juga suami loe nggak membeli saham gue, semua gak akan jadi seperti ini !! Bokap gue gak akan meninggal !!" teriaknya emosi.
"Mas Arga hanyalah seorang pembeli, dan disini yang salah justru loe Cally.. "
"Loe !!" geram Cally.
"Gak usah menyangkal Cal, loe pikir coba semisal loe nggak jual saham paman dan semisal loe masih tetap rahasiain kondisi perusahaan apa paman akan kena serangan jantung tiba-tiba ??" tanya Letta menekan.
"Loe nggak tau apa-apa !!" balasnya murka.
"Gue memang nggak tau apa yang kalian bicarakan sampai paman anfal dan kehilangan nyawanya. Tapi yang gue tahu, paman sama kayak daddy. Paman berusaha mati-matian mendirikan perusahaan itu dengan jerih payahnya, tapi nggak tahunya malah dihancurkan sendiri oleh anaknya..!!" ledek Letta.
Cally geram dan mencekik leher Letta, gerakan Cally yang tiba-tiba tak mampu dihindarinya. Arga terkejut dan berlari menghampiri keduanya.
"Sudah kukatakan jangan pernah sentuh istriku dengan tangan kotormu !!" bentak Arga dengan raut wajah marahnya.
Begitu emosi, Arga sampai mencekik balik Cally dihadapannya.
"A.. Arga !!" serunya terbata-bata.
"Nona baik-baik saja .. " tanya End yang juga berlari menghampiri nonanya.
Letta hanya diam menggelengkan kepalanya, namun matanya terus menatap suaminya yang sedang diselimuti kemarahan.
"Ali, hentikan suamiku .." perintahnya.
Namun kekuatan Ali tak sebanding dengan kekuatan Arga yang sedang diselimuti emosi. Letta maju, disentuhnya dada Arga untuk menenangkannya.
"Lepas yank, Cally bisa mati nanti .." ucap Letta sambil mengusap dada suaminya.
Arga hanya diam tak menyahuti Letta, dan ia juga masih mencengkeram leher Cally dengan tatapan mematikan.
Disentuhnya tangan Arga yang mencekik Letta, dengan perlahan diturunkannya tangan itu lalu memeluk tubuhnya.
"Pergilah dari sini jika masih mau hidup ..!!" seru Letta memperingati Cally sambil memeluk dan mengusap punggung Arga.
Bersamaan dengan Cally, End juga Ali pergi meninggalkan majikannya berdua saja.
"Tenangkan dulu diri kamu yank .." tutur Letta.
Arga hanya diam, namun ia membalas pelukan istrinya dengan begitu sayang.
"Maafin aku yank .." tulus Arga.
"Aku juga minta maaf karena tak menghargai usahamu.." ucapnya.
__ADS_1
"Tapi satu hal yang harus mas tau, aku bukan tak menghargai apapun itu usaha mas. Tapi aku lebih khawatir dengan keselamatan suami aku ini.." lanjutnya melepas pelukan kemudian saling menatap.
Arga hanya menganggukan kepalanya lalu kembali memeluk mesra istrinya. Dikecupnya kening Letta berkali-kali hingga membuat istrinya tersipu malu.
_____________________________________________
Tubuh Alfon kini sudah tertutup oleh timbunan tanah juga tebaran bunga mawar diatasnya. Cally menangis, namun ia diam tak berani bersuara apalagi menyentuh mommynya.
"Daddy, bawa aku juga dad.. " tangis Arum memeluk nisan Alfon.
"Bibi tenanglah, paman sudah bahagia bukan disana. Kita pulang ya ..??" ajak Letta.
Semua orang pulang meninggalkan pemakaman, namun masih ada satu orang yang terus bersembunyi menunggu semua orang hilang.
"Sepi juga .. " seru Loise keluar dari balik pohon.
Loise berjalan menghampiri makam Alfon, ia duduk berjongkok dan menyentuh nisan.
"Bagaimanapun kita pernah bersama, gue turut sedih dan kehilangan loe teman .." sendunya berucap.
"Gue terlalu menganggap putrimu pintar, sampai pada akhirnya putrimu sendiri tega merenggut nyawa daddynya.. " sesal Loise.
Ditatapnya papan nisan Alfon, lalu Loise juga tak lupa menaburkan bungan sebagai penghormatan terakhir pada temannya itu.
"Gue bakal gantiin loe merenggut semua milik gadis itu, gue juga bakal kasih putri loe pelajaran yang paling berharga .. " janji Loise.
*
Mobil Arga berhenti didepan rumah Arum, dilihatnya Cally berdiri menghadang kedatangannya.
"Biar bibi turun disini saja, sebaiknya kalian pulang.." ucap Arum.
"Terima kasih Arga .." serunya saat akan membuka pintu.
Arga hanya mengangguki saja ucapan terima kasih bibi Arum itu, ia tak berniat membuka suaranya lantaran masih curiga.
"Kenapa mommy memilih pulang-
Tak sempat meneruskan ucapannya, Cally berlari mengejar mommynya yang masuk kedalam rumah tak memoerdulikannya.
"Mommy .. !!" teriak Cally.
"Mommy tunggu Cally bilang !!" teriaknya lagi.
Arum tak mengindahkan seruan anaknya, ia terus saja berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Cally marah lalu memanggil kembali mommynya.
"Arum Braham berhenti ditempatmu !!" teriak Cally menirukan seruan Alfon ketika bertengkar dengan mommy nya.
Namun hal itu berhasil, Arum diam ditempatnya. Namun Cally tak sadar jika itu melukai hati mommynya. Anak yang dibesarkannya dengan kurang ajarnya memanggil namanya juga mengingatkannya kembali pada Almarhum suaminya.
Arum menangis, hatinya sungguh sakit saat ini. Ingin ja berteriak, namun ia memilih diam.
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
__ADS_1
......HAPPY READING GUYS,......
...šš...