
Alfon yang saat ini mendekam didalam penjara hanya bisa menahan emosinya saat istri juga anaknya tak kunjung mengunjunginya.
"Istri macam apa suami dipenjara nggak ada perdulinya!!" omelnya.
"Aku harus segera bebas dan mengambil alih perusahaan itu!! dan membalas penghinaan ini!!" raut wajahnya terlihat mengerikan dengan tatapan tajamnya.
"Kalian pikir saya tidak bisa berbuat apa-apa ketika didalam penjara?? lihat aja apa yang bisa saya lakukan pada kalian semua!!" dendamnya.
Seolah menyimpan dendam terhadap Arletta, wajah Alfon nampak menakutkan saat binirnya menyebut nama Arletta.
Sedang dirumahnya, Cally bersiap akan mengunjungi daddynya bersama Arum. Hampir 1 minggu dipenjara keduanya bahkan belum sekalipun menengoknya.
"Mom ayolah.." teriak Cally kesal.
"Iya darling .. sabar dong," seru Arum sambil membenahi penampilannya.
Dalam perjalanan keduanya tak saling bertegur kata, suasana sunyi menyelimuti kepergian keduanya. Cally yang fokus mengemudi, sedang Arum sibuk membenahi make up nya.
"Ayo mom .." ajak Cally saat mobilnya sudah terparkir dihalaman kantor polisi.
"Tunggu lipstik mommy udah bener belum??" repotnya membenarkan make up nya.
"Mom ayolah, kita mau bertemu daddy!" kesalnya.
Namun kedatangan mereka ke penjara rupanya tak mendapat sambutan baik dari Alfon. Alfon hanya menatap sinis kedua wanita didepannya tanpa mau bersuara.
__ADS_1
"Dad ?" tegur Cally.
"Saya fikir kalian lupa kalau saya sedang ada disini!!" sindirnya dengan melipat kaki bergaya angkuh.
"Jangan memulai sayang, kita datang baik-baik.." sahut Arum menenangkan namun mendapat tatapan tajam dari Alfon.
"Istri macam apa suami dipenjara dan baru menjenguknya..!!"
"Iya maaf tapi kan sekarang aku sudah disini dad,".
"Tenanglah dad kita disini mau membahas cara mengeluarkan dad dari penjara busuk ini..".
"Satu-satunya cara suruh anak sialan itu mencabut gugatannya ini..".
"Tapi masalahnya bukan Letta yang menggugat dad,".
"Arga .." .
"Brengsek!! berani sekali dia bermain denganku!!" amuknya memukul mukul meja hingga terpaksa diseret masuk oleh beberapa polisi.
__________________________
Hari ini sesuai rencana, Arletta sudah diijinkan untuk pulang. Dengan penuh perhatian Arga membantu memapah Letta dalam berjalan.
"Mas ak bisa jalan sendiri..".
__ADS_1
"Mas bantu aja ..".
"Malu mas dilihat orang..".
"Yaudah gini aja kalo gitu," dengan tiba-tiba Arga mengangkat tubuh Arletta membopongnya masuk kedalam lift.
"Mas turunin aku, malu mas .." serunya menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Arga.
"Dipapah jalan malu, digendong malu terus maunya gimana yank ?" tanyanya Arga.
"Dijorokin gitu ??" candanya, namun langsung ditatap sinis oleh istrinya.
"Hhahahahhah, becanda sayang .. mana aku tega. Istri cantikku lagi hamil gini masa aku jorokin jatuh .." tawanya sambil dengan mesranya menggesekkan hidungnya ke hidung Arletta.
"Mas banyak orang .." tegur Letta memukul perlahan bahu Arga.
"Mau main disini sekalian nggak yank ? lele udah lama nggak masuk rawa nih .." goda Arga membuat Arletta terkejut malu menyembunyikan wajah merahnya.
"Mas mesum .. " cicit Arletta.
"Ahhh .." tanpa diduga Arletta yang malu malah menggigit dada bidang Arga, membuat Arga tanpa sadar mengeluarkan suara merdunya.
"Ehm .. maaf, mohon maklum istri saya lagi hamil jadi suka yang aneh-aneh.." sadar akan tatapan semua orang didalam lift akhirnya membuat Arga meminta maaf dengan malu-malu.
"Nanti ya sayang jatahnya dirumah .." seru Arga dengan suara lantangnya membuat Arletta mengeratkan pelukan dileher Arga.
__ADS_1
"Gpp mas itu biasa hormon istri hamil suka minta aneh-aneh.." seru seseorang.
"Iya mas, tapi saya enggak seagresif istri mas sih .. hehhehe" dan masih banyak komentar hingga mereka keluar dari lift menuju tempat parkir mobil.