
Sore hari sepulang kerja, Letta baru saja selesai mandi saat Arga masuk kedalam kamar. Menggunakan handuk kimono yang ditali diatas perut memperlihatkan perut buncitnya membuat Arga gemas dibuatnya.
"Halo anak papa lagi apa didalam .. " seru Arga menirukan suara anak kecil sambil berjongkok tepat didepan perut Letta istrinya.
"Lagi main pa .." jawab Letta sambil menahan tawa.
"Tadi siang dikasih makan apa sama mama nak ???" dengan penuh sayang dibelainya perut Arletta lalu dikecupnya.
"Makan nasi pah sama ayam bakar.."
"Pinter banget sih .." dengan gemas Arga memeluk perut buncit Arletta sambil menempelkan pipinya disana.
"Mandi dulu mas, kamu bau habis dari luar.." seru Arletta sambil berusaha melepaskan pelukan suaminya.
"Yaudah kalo gitu mas mandi dulu ya, habis gitu kita ngobrol. Ada yang mau mas kasih tau .. "
"Yaudah sana mandi dulu, ak mau ganti baju.."
Dengan segera Arga beranjak dan berjalan menuju kamar mandi setelah mencium kening sang istri.
Arletta yang sudah selesai berganti baju memilih bersantai dibalkon kamarnya sambil menikmati langit sore.
"Lagi ngapain sih ???" seru Arga mendekat sambil menggosok rambutnya.
"Menikmati sinar sore.. " sahut Letta membenarkan posisi duduknya, ia juga meminta Arga untuk mendekatinya.
__ADS_1
"Biar aku yang gosok mas .. " mengambil alih handuk, dan dengan perlahan menggosoknya.
"Mas ada yang mau disampein kekamu sayang..."
"Apa ? serius banget kayaknya.. "
Dengan serius Arga menjelaskan semua rencana yang ia juga semua orang rancang. Terlihat beberapa kali mereka saling berdebat, namun pada akhirnya Letta mau mengikuti rencana yang diberikan oleh Seruni.
"Tapi aku takut kalau aku nggak bisa mengelola perusahaan.. "
"Ada aku yang akan ngajarin juga ngedampingin kamu. Ada Seruni yang akan menjadi membantu kamu menjadi kepala keuangan perusahaan, ada om Ilham juga yang bersedia ditempatkan sebagai wakil direktur untuk membantu kamu sayang.. "
"Iya, tapi aku takut nggak bisa.."
"Lihat aku yank!! kamu bisa, !! jangan kecewakan kita semua .. " terlihat wajah Arga berubah menjadi sendu sata menatap kedua bola mata indah Letta.
_________________
"Gue harus bisa ngasih pelajaran jalang itu!! berani sekali merebut Arga dariku!!" marah Cally meremas bolpoin dimeja kerjanya hingga patah menjadi dua.
"Arletta !! loe tunggu gue, gue pastiin loe nggak akan selamat dari gue !!"
Tok .. tok ,,
"Masuk .." serunya ketus.
__ADS_1
"Maaf buk, ada tamu yang ingin bertemu ibuk ,," seru sekretaris Cally
"Siapa ?"
"Nona Ria bu katanya.."
Cally yang mendengar nama Ria disebut segera mengalihkan pandangannya. Dan dengan terkejut ditatapnya wajah sekretarisnya itu dengn raut wajah heran.
"Suruh dia masuk .. " putusnya akhirnya membiarkan Ria masuk.
"Baik buk.. " silahkan nona, " dengan sopan memberika jalan untuknya berjalan.
Tak lama kemudian muncullah Ria masuk dengan tampilan seksinya. Rok diatas lutut dengan tang top berlapis blazer membuat mata yang melihat tak mampu berkedip.
"Selamat siang non Bella.. " tanpa permisi Ria terlihat duduk dikursi telat didepan Cally.
" Ada urusan apa anda datang kemari ??"
"Ada hal yang sangat penting yang belum anda ketahui nona .."
"Tentang apa ...???"
"Tentu saja tentang Arletta juga antek²nya.. !!"
"Ada apa ??" tanyanya dengan penasaran.
__ADS_1
Ria dengan senang hati terlihat bergemira sata bercerita apa yang diketahuinya. Ia juga terlihat beberapa kali menirukan suara.
Tak nampak rasa terkejut namun telihat Cally tengah menajamkan pendengarannya untuk memperjelas nya.