Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
06


__ADS_3

"Hai semua .. kebetulan banget ketemu disini .." sapa Cally


"Bukannya loe udah lama ya nungguin kita-kita disini!!" sindir Orlan tak suka ..


Sedang Arga maupun David hanya acuh dengan kehadiran Cally bersama mereka .. tak ada satupun yang berniat mengajaknya untuk mengobrol .. hanya Cally yang berusaha mengajak Arga berkomunikasi ..


Dengan kesalnya .. ia segera menukar minuman yang dibawanya dengan minuman Arga yang berada tepat didepannya .. ia tak sadar saat Orland menatap curiga kepadanya ..


"kita lihat aja .. habis ini loe bakal jadi milik gue sepenuhnya .. gue bakal jadi wanita pertama dan satu-satunya yang tidur diranjang sama loe!!" senyum liciknyapun tak luput dari pandangan Orland


---


Dirumah sakit, dokter baru saja keluar dari ruang UGD .. Elena dan Reno pun segera mendatanginya ..


"Bagaimana dok kondisinya .. " panik Elena


"Ibu tenang aja ya .. anak ibuk sekarang baik-baik saja,, hanya kondisinya masih lemah .."


"Apa perlu dirawat dok. " tanya Reno


"Seharusnya seperti itu pak, namun anak bapak menolaknya .. ia hanya ingin istirahat dirumah .."


"Apa bisa dok ..??"


"Bisa saja buk, nanti kita resepkan obatnya .. dan juga kemungkinan nanti malam akan mengalami demam, tapi gak perlu cemas .. itu hal yang wajar .. "


"Terima kasih dok .. "

__ADS_1


Setelah kepergian sang dokter, Elena dan Reno pun segera masuk menghampiri Arletta yang terbaring lemah ..


"Arletta !!" kaget Reno


"Pak Reno !!" kaget Arletta


"Kalian saling kenal??" tanya heran Elena


"Pak Reno bos dikantor saya tante .." ucapnya lemah


"Ternyata dunia sedikit sempit ya .. saya gak nyangka ternyata kamu yang selama ini diceritakan anak dan istri saya .. " ucapnya dengan tersenyum senang


Setelah menebus resep obat, Arletta hendak pulang ke kontrakannya .. namun Elena menolaknya, ia memaksanya untuk pulang bersamanya .. setelah perdebatan antara Elena dan Arletta .. sampailah mereka dirumah ..


"Mamahh .. papahh . . " ucap Sika riang, namun langkah kakinya terhenti saat melihat Letta disana


"Astagaaa !! Letta .. kamu kenapa?? kok wajah kamu pucat sih .. aduh ini lagi tangan kenapa??" heboh Sika


"Astagaaa .. kok bisa sih ,, sakit ya?? sini .. sini gue liat dulu .. aduh pasti sakit banget ya .." mimik wajah sedihnya mengundang tawa mereka bertiga ..


"Lebay banget sih kamu .. Letta aja diem aja ..yuk sayang kita masuk .." ajak Elena


"Nah .. Letta sayang , malam ini kamu tidur disini ya nak .. " ucap Elena berdiri didepan ranjang kamar tamu


"Kok disini sih mah,, kenapa gak tidur sama aku aja!!"


"Gak bisa!! yang ada ntar kamu timpa tangannya Letta lagi .. kan kasian .." ledek Reno pada anaknya

__ADS_1


Sika hanya diam mengerucutkan bibirnya .. segera setelah mereka semua keluar, Arletta membaringkan tubuhnya yang lelah .. perlahan tepejam masuk dunia mimpinya


--


Setelah menenggak habis minumannya .. ia merasa ada yang aneh pada tubuhnya .. rasa panas tiba-tiba saja menjalar diseluruh tubuhnya .. Cally yang menyadari itu segera menyentuh dada Arga dengan lembutnya ..


"Singkirkan tanganmu .." melempar tangan Cally, kemudian ia bangkit menuju toilet ..


"Sialan .. pasti dia masukin obat keminuman gue!! brengsek!!" umpat Arga


Karena ia tak mau masuk perangkap Cally, ia segera keluar dari Bar dan memesan taxi .. dalam perjalanannya ia mengirim pesan kepada David mengenai kondisinya dan menitipkan mobilnya..


Sampai didalam rumah .. kondisi gelap membuat Arga malas harus naik ke kamarnya .. kemudian ia berbelok masuk ke kamar tamu dan segera merebahkan tubuhnya ..


Namun ia terkejut saat ada perempuan tidur disampingnya .. karena dalam pengaruh obat ia perlahan menyentuh kulit Arletta perlahan ..


"Hemm .. dinginnya .. " gumamnya


Merasa ada yang menggerayangi tubuhnya, Arletta terbangun dari tidurnya ,, saat membuka mata ia terkejut sudah ada laki-laki diatasnya .. dengan reflek Arga membekap mulut Arletta yang akan teriak..


"Sssttt .. jangan berisik,, malam ini loe harus bantuin gue!!"


Setelah mengucapkan itu, ia segera ******* bibir ramun Arletta memaksakan lidahnya masuk .. mengabsen tiap deret gigi disana .. mencoba terus melawan hingga akhirnya ia hanya bisa pasrah saat Arga melepaskan semua pakaiannya ..


"Aku mohon jangan .." lirihnya dalam tangis


"Ssstt .. hanya akan sakit sebentar .. tenanglah .."

__ADS_1


Tanpa menunggu persetujuan, ia segera menanamkan miliknya ditubuh Arletta sepenuhnya .. tak bisa berucap karena bibirnya terbungkam oleh bibir Arga,, ia melampiaskan rasa sakitnya dalam tangis dan cakaran dipunghung dan juga bahu Arga ..


Entah karena pengaruh obat atau memang keinginan Arga .. malam itu mereka melakukannya berkali-kali ,, menjadikan malam yang dingin menjadi malam terkejam untuk Arletta yang hanya bisa pasrah dan menangis ..


__ADS_2