Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
series II‐eps 24


__ADS_3

...Sebelum lanjut membaca mohon pastikan untuk :...


○like


○komen


○vote


○share cerita


○juga masukan dalam keranjang favorit kalian


...-------------------------🌾------------------------------...


Entah mengapa kini Alex malah membawa masuk Laisa kedalam ruangannya, mengunci dengan rapat ruangannya seolah ada seseorang yang sedang mengintai Laisa.


"Ih bapak kenapa sih, kenapa bawa saya masuk kesini? Bapak mau macam-macam ya sama saya," menyilangkan tanganya didepan dada.


"Nggak usah mikir yang aneh-aneh, masih kecil juga," serunya sambil memijat pangkal hidungnya.


"Ya terus ngapain bapak narik saya keruangan bapak, dikunci segala lagi."


Alex memutar otaknya, ia harus memberikan alasan yang jelas pada Laisa kali ini kalau tidak ia akan mendengar semua ocehan Laisa yang tak ada hentinya.


"Saya suruh kamu kerjain ujian susulan kali ini, " kilahnya menemukan alasan yang menurutnya tepat untuknya.


"Susulan?" tanya ulang Laisa mengerutkan dahinya.


"Iya susulan, kamu pikir kenapa saya bawa kamu kemari?"


"Yakin cuma susulan pak, kirain bapak mau berduaan sama saya," ucap Laisa sambil berjalan menuju sofa.


"Nggak usah kepedean , sekarang duduk dan selesaikan susulan kamu ini," memberikan Laisa tiga buah lembar ujian diatas mejanya.


"Terus bapak mau nungguin saya disini," tanya Laisa alas.

__ADS_1


"Tentu saja, saya hanya tidak ingin kamu melakukan kecurangan ketika tidak ada pengawasan."


"Ehm, bilang aja mau berduaan dengan saya pak," lirih Laisa berucap.


......


...


"Untuk apa loe balik, Meya Agrasi!"


Benar saja, gadis yang baru saja memanggil Laisa adalah Meya. Meya anak kandung Daniel dengan Vira, entah apa kini tujuanya kembali dan menemui Laisa.


"Ternyata loe, Samira. Anjing setia nona muda Laisa."


"Anjing kok ngomong anjing, sadar diri," menepuk perlahan bahu Meya yang kini tepat berada didepannya.


Meya menepis kasar tangan Mira dari tubuhnya, ia benar-benar tak sudi bersentuhan dengan semua musuhnya.


"Jaga mulut loe," kesal Meya menunjuk Mira dengan telunjukknya.


"Awww, sakit. Lepas nggak!"


Olla datang, ia datang sebagai calon mahasiswa baru dari kampus kedua kakaknya. Namun siapa sangka ia yang semula hendak mencari kedua kakanya malah melihat salah satu kakaknya sedang dirundung oleh seseorang.


"Anjing ya loe," umpat Meya setelah berhasil melepaskan jarinya.


"Guk guk guk, " balas Olla yang malah membuat Meya bertambah kesal.


"Kak Mira gpp, ada yang luka nggak," tanya Olla memeriksa tubuh Mira.


"Gpp kok," singkat Mira.


Meya begitu geram melihat tingkah kompak kedua wanita didepannya itu, dengan sangat marah ia memilih pergi meninggalkan keduanya. Mira membawa Olla menuju ruang pendaftaran untuk para mahasiswa baru, ia meminta Olla untuk tetap menunggunya diruang tersebut sampai ia kembali lagi.


Dan dengan patuh Olla mengiyakan sang kakak, menuruti semua yang diperintahkan kakaknya tanpa bertanya sedikitpun. Hanya menganggukkan kepalanya, membuat Mira gemas hingga mengacak-acak rambutnya.

__ADS_1


Mira pergi kebelakang sekolah, disana ada sebuah taman yang biasa digunakannya dengan Laisa ketika keduanya sedang merasa begitu bosan.


Diruangannya, Shaka sedang mengamati semua penjualan prodak yang baru saja dirilisnya. Dan ia merasa begitu puas dengan hasilnya, rasanya semua pikrian juga kerja kerasnya terbayar dengan pencapaian penjualan prodaknya.


Dering ponsel memaksanya menghentikan semua aktivitasnya, melihat kedalam layar siapa yang mencoba menghubunginya.


"Halo Mira, ada apa?"


"Kak Shaka, ini gawat."


"Ada apa, apa terjadi sesuatu dengan Laisa. Apa kepala Laisa sakit lagi," panik Shaka.


"Bukan itu kak," kesal Mira.


Terdengar Shaka menghembuskan nafas leganya setelah mengetahui keadaan adiknya ternyata baik-baik saja, tak seperti yang ia khawatirkan sejak tadi.


"Ya terus apanya yang gawat dong?"


"Kak, dia kembali. Iblis itu kembali kesini."


"Siapa sih maksud kamu ini, yang jelas ah kalau ngomong. Jangan bikin kakak mikir muter-muter."


"Iblis kecil itu kembali kak, kembali ketengah-tengah kita semua," seru Mira dengan suara beratnya.


Shaka tercengang, ia kini menyadari apa yang dimaksudkan oleh Mira padanya. Tangan nya gemetar mengingat iblis yang telah menyakiti adiknya.


"Berani sekali ia kembali!"


"Kak aku takut Laisa masih ditargetkan seperti dulu."


Ingatan-ingatan itu membuat rasa takut Shaka menjadi berlebihan, ia yang begitu posesif terhadap sang adik mulai merasa begitu cemas. Ingatan-ingatan itu membawanya kembali dalam kesakitan dirinya melihat sang adik terluka.


"Bersama siapa dia kembali?"


...•••••••••••••••jangan lupa pesan diatas ya•••••••••••••...

__ADS_1


__ADS_2