Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
38


__ADS_3

Arga begitu lega saat David sahabatnya mengiriminya foto wanita yang sedang dicarinya. Hati Arga begitu terasa damai saat memandangi foto wanita yang tengah mengandung anaknya itu sedang tertawa, namun sedetik kemudian ia juga merasa bersalah.


"Maafkan aku sayang, aku tak bermaksud membuatmu marah .. " membelai foto Arletta yang ada diponselnya.


"Sebaiknya aku menunggunya dirumah aja .. atau aku susulin aja kesana ya .. ??" Arga sungguh merasa bimbang kali ini, ingin rasanya ia menghampiri Arletta namun ia takut membuatnya bertambah marah.


Akhirnya Arga memutuskan untuk menunggu mereka dirumah saja, dengan laju mobil sedang ia pulang menuju rumahnya.


"Loh kok udah pulang Ga ?? " sapa Elena saat melihat Arga akan menaiki tangga.


"Mah .. " mencium punggung tangan Erlin dengan sopan.


"Mana istri kamu ?? kok nggak pulang bareng ??"


"Letta lagi makan sama Sika mah, Arga pulang cepet soalnya mau nyiapin rencana buat keluarganya om Alfon.. "


"Yaudah kamu bersihin badan kamu dulu sana .. "


"Oh ya mah, papa udah ngasih kabar ??"


"Hmm .. papa udah sampai Solo, dan lagi mengumpulkan bukti kepemilikan perusahan sam om Ilham .. "


Elena kembali berkutat didapur, sedang Arga bergegas menuju kamarnya untuk membersihkan badannya. Rencananya malam ini ia akan membahas rencana yang disusun oleh Bella, Verrel serta Lio untuk membalas perbuatan Cally pada Arletta.


 


Diruangannya Bella terlihat sedang cekikikan sambil memandangi ponselnya. Lio yang melihat menjadi penasaran sendiri.


"Gila ya loe ?? ketawa-katawa sendiri lagi .. " menyentuh kening Bella menggunakan punggung tangannya kemudian meletakkannya dipantatnya.


"Sialan loe!! nih loe liat baik-baik .. " mendekatkan layar ponselnya tepat didepan wajah Lio, sangat dekat.


"Nggak kelihatan juga kalo gini nenek lampir .. " kesal Lio merebut paksa ponselnya.


"Loe gila Bel ??? ini serius loe yang kasih ke media ?????" takjubnya memandangi ponsel Bella, sedangkan Bella terlihat duduk menyandarkan punggungnya menyombongkan diri.


"Ada apasih ,, heboh banget.. " nimbrung Verrel yang penasaran, lalu Lio berlari menghampirinya.


"Loe lihat kelakuan ajaib cewek loe .." menyerahkan ponsel milik Bella.


"Beb ini beneran ?? kamu udah ijin pak Arga belum ??" khawatir Verrel pada postingan sebuah berita di internet.


"Tenang beb, itu udah acc pak Arga kok .. ntar malam aja kita juga diundang kerumahnya buat bahas rencana selanjutnya.. " serunya sambil kembali mengutak atik komputernya.


Lain hal dengan mereka bertiga, Cally yang berada diruangannya begitu terkejut saat melihat berita online memperlihatkan foto Arga saat melakukan ijab qobul namun foto wanita disampingnya tak jelas.


"Brengsekkkk !! kurang ajar!!!! siapa yang berani merebut Arga dari tanganku !!!" amuknya membanting semua barang yang ada diruangannya.


pranggg ..


brukkkk ,,

__ADS_1


pyarrr ...


Ruangan yang selalu terlihat rapi kini berubah menjadi kapal kumuh yang tak berpenghuni. Buku bertebran dimana-mana, banyak pecahan kaca juga kertas-kertas berhamburan.


"Astagaaaa !! Cally !!!" bentak Alfon saat memasuki ruangan anaknya.


"Apa-apaan ini !! kenapa bisa berantakan sekali .. " menatap sekeliling ruangan.


"Daddy ... " berhambur memeluk tubuh Alfon sambil menangis.


"Ada apa nak ?? siapa yang membuatmu menangis ??" kesal Alfon tak terima.


"Dad .. Arga ., ternyata Arga sudah menikah .. hikss ,, hikss .. " tangisnya pecah dipelukan Alfon.


"Siapa perempuannya ???" tanya Alfon dingin.


"Nggak tau dad ,, " menggelengkan kepalanya dalam dekapan Alfon.


Alfon hanya diam sambil mengusap punggung anak gadisnya. Ada rasa tak terima saat Cally menangis dengan begitu frustasi, sebagai ayahnya ia tak pernah sekalipun membuatnya menangis.


____


Usai makan bersama,David segera mengantarkan Sika juga Lett pulang karena hari sudah sore. Dalam perjalanan dipenuhi suara bising dari pertengkaran antara Orland juga Sika .


"Udah diem bisa nggak sih , berantem mulu ntar jodoh loh .. " seru David bergurau, namun membuat kesal keduanya.


"Diam !!" seru keduanya bersamaan.


Tak terasa mereka sudah sampai didepan rumah, terlihat Arga sedang menanti didepan rumah. Dengan gagahnya ia berjalan menghampiri pintu penumpang.


"Turun .. " serunya membukakan pintu untuk Arletta.


"Yang romantis dikit bisa nggak sih kak ,, masa nyuruh istrinya turun pakai nada es batu .. " kesal Sika.


Arga hanya mengerutkan keningnya mendengar ocehan adiknya itu, namun tiba-tiba Arletta keluar dan meninggalkannya diikuti oleh Sika.


"Lah .. tu dua orang main nylonong aja nggak ada tata kramanya.. makasih gitu kek atau apa kek main minggat aja .. " gerutu Orland yang dibalas tatapan tajam Arga.


"****** nggak loe .. " ledek David.


Arga yang kesal segera menutup pintu mobil dan meninggalkan mereka masuk kedalam rumah. Ia bergegas ke kamarnya saat tak mendapati istri juga adiknya.


"Mau ngapain masih diem disini ???!! nunggu diusir ??" kesal Orland memarahi David.


"Sabar ini juga jalan .. " cekikikan David.


Arga memasuki kamar dan mencari istrinya, namun Arletta sedang berada di kamar mandi membuat Arga akhirnya menunggu sambil memainkan ponsel Arletta yang diambilnya dari tasnya.


"Yank .. ??" pnaggil Arga saat Arletta keluar, namun ia hanya diam tak menyahuti.


"Kamu masih chattingan sama tukang cilok ???" kesal Arga terlihat dari nada bertanyanya.

__ADS_1


"Kamu buka pesan aku ??" tanyanya tanpa membalik tubuhnya, dan masih sibuk menyisir rambutnya.


"Ngapain kamu simpen nomor dia !! kalian udah nggak ada urusan apapun yang mengharuskan kalian tetap berhubungan.. " emosi Arga yang tak tertahan.


"Apasih kamu mas .. kamu udah buka udah baca juga kan .. dia cuma nanya kenapa bukan aku yang megang proyeknya .. udah cuma itu ngapain kamu sampai marah gini .. " kesal Arletta menghampiri Arga ditepi ranjang.


"Laki-laki itu hanya mencari alasan untuk dekat dengan kamu .. !!" seru Arga yang mulai terpancing emosinya.


"Namanya Robi, panggil dia dengan namanya.." ucap Arletta dingin kepada Arga.


"Kamu membelanya ?? bahkan aku tak perduli siapa namannya, yang aku mau kamu menjaga sikapmu Arletta. Kamu adalah nyonya Arga istri sah saya!!" teriaknya.


Arletta tak membalasnya lagi, mendengar teriakan serta kemarahan Arga membuatnya merasa takut juga kesal. Namun rasa kesalnya hanya sampai air matanya saja.


Setelah pertengkaran mereka bedua didalam kamar, mereka menyerukan aksi saling mendiamkan. Bahkan tak ada satupun dari mereka yang menegur satu sama lain.


Arga terlihat turun dari tangga sambil memainkan ponsel milik Arletta ditangannya, kemudian ia mengajak Bella Verrel serta Lio yang baru saja tiba dirumahnya.


"Kita bicara diruang kerja saya saja .. " ajaknya kemudian diikuti oleh ketiganya.


Tak berapa lama turunlah Arletta dengan raut wajah kesalnya yang mencari ponselnya.


"Sika .. "


"Ya .. "


"Tau ponsel aku nggak ??"


"Enggak tuh kak , tadi kakak taruh mana ??"


"Dikamar Sika .. "


"Ada apa ini nak ??" seru Elena menghampiri keduanya.


"Kak Letta lagi nyari ponselnya mah .. "


" Tadi mama lihat lagi dibuat mainan sama suami kamu deh .. "


"Terus mas Arganya sekarang ada dimana mah ??"


"Diruang kerjanya nak .. "


Tanpa menunggu lama Arletta berjalan menuju ruang kerja Arga, namun langkahnya terhenti saat melihat ada kripik dihadapannya.


"Bawa aja deh .. lumayan buat senjata," kembali melanjutkan langkahnya.


Klekkk ..


"Mas Argaaaaa .."


Pyarrrrr .. !!!!

__ADS_1


__ADS_2