Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
118


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


...āœ...


Siang yang begitu terik, namun tak menyurutkan usaha Seruni untuk terus mencoba melepaskan ikatan pada tangannya.


Namun tiba-tiba saja Loise masuk dan melihat dirinya yang sudah terbangun dari pingsannya. Loise nampak bahagia melihatnya, ia begitu buru-buru menghampiri Seruni.


"Halo maniss .. " sapa Loise mengejutkan Seruni.


"Loe !!" Sinis Seruni saat mengenali siapa laki-laki dihadapannya itu.


"Kau mengingatku manis ??"


"Tentu saja, mana mungkin aku melupakan wajah jelekmu ini om .." ejek Seruni mengejutkan beberapa laki-laki yang berdiri dibelakang Loise.


Beberapa dari laki-laki itu bahkan ada yang memuji keberanian Seruni dalam melawan Loise secara mental. Dan Loise sendiri terlihat menahan emosinya pada Seruni yang saat ini sedang tersenyum sinis dihadapannya.


"Singkirkan senyummu itu sebelum kamu tak bisa lagi tersenyum manis .. " ancam Loise.


Namun bukan Seruni jika ia takut pada sebuah ancaman. Justru semakin ia melihat kemarahan pada diri Loise, makin ia tersenyum penuh kemenangan dihadapannya.


"Saya bilang singkirkan senyumanmu !!" Seru Loise menahan emosinya, bahkan ia memejamkan matanya saat berbicara dengan Seruni.


"Kenapa ?? Terlalu maniskah senyumku hingga membuat si om-om tua ini diabetes ??" Ucap Seruni dengan sangat beraninya.


Plakk .. !!


Loise tak mampu lagi menahan emosinya, ia kehilangan kendali atas emosinya. Dan ia dengan keras menampar wajah Seruni hingga membuat sudut bibirnya terluka dan mengeluarkan darah.


"Cuihh .. " Seruni meludahkan darah yang masuk kedalam mulutnya.


"Jangan pernah katakan jika saya tak pernah memperingatkanmu untuk berhenti melawanku.." sinis Loise mendekatkan wajahnya tepat didepan wajah Seruni.


Namun semua orang begitu terkejut saat tiba-tiba saja Seruni memukulkan kepalanya dan tepat mengenai hidung Loise hingga membuatnya berdarah.


"Brengsek !! Jalang tak tahu diri !!" Amuk Loise sambil memegangi hidungnya.


Anak buahnya begitu panik saat melihat bos nya diserang dihadapannya, bahkan darah dari hidung bosnya pun tak berhenti keluar.


"Bos ini .. " seru salah seorang menyerahkan tisue untuk membersihkan darahnya.


"Kalian siksa dia !! Jangan pernah beri dia minum ataupun makanan tanpa seijin saya !!" Bentak Loise menatap benci pada Seruni yang sedang mengejeknya.


"Tunggu sampai kamu menangis darah dan memohon untuk menjadi jalangku diatas ranjang !!" Geram Loise meninggalkan gudang.


Semua orang keluar menyisakan Seruni yang sedang tertawa puas saat mengingat rasa kesal Loise terhadapnya.

__ADS_1


Namun sedetik kemudian tawa itu menjadi air mata saat teringat oleh almarhum orang tuanya. Dalam diam Seruni menangis merindukan sosok orang tuanya.


Hatinya sakit saat mengingat apa yang terakhir kali mereka lakukan bersama. Dan sebelum kecelakaan itu, ketiganya sempat memiliki rencana untuk pergi mengunjungi Bandung tempat tinggal mereka dulu.


Seruni menggigit bibir bawahnya agar suara isakan tangisnya tak terdengar sampai keluar ruangan.


"Maafin Runi mah, pah.. " ucapnya ditengah isak tangis.


Hatinya sangat terluka, ingin ia menangis menjerit mengeluarkan semua hal yang dirasakannya. Seruni butuh pelukan yang bisa menenangkannya, dan ia biasa mendapatkan itu dari Ilham papanya.


Ditempat lain, Orland begitu bahagia saat sahabatnya David sudah membuka matanya. Bahkan hal pertama yang diucapkan sahabatnya adalah makian untuknya karena telah berani berfikir merebut Seruni darinya.


"Gimana dok .???"


"Semua baik-baik saja, tinggal pemulihan untuk luka luarnya saja.."


"Jadi saya sudah boleh keluar dari rumah sakit dok ..??"


"Gila loe !! Baru sadar undah minta pulang. Jangan bolehin dok.."


"Hehe kita tunggu sampai 2 hari dulu ya, kalau sampai waktu itu kondisi anda terus meningkat saya akan mengijinkannya.."


"Dengerin tuh, terima kasih dok .."


"Sama-sama. Kalau begitu saya permisi dulu, semoga anda semakin membaik ya.."


"Terima kasih dok .."


Hati David begitu tak tenang, fikirannya kini tertuju kepada Seruni yang masih belum ada kabar sama sekali. Hal-hal buruk mulai merasuki fikirannya.


"Gimana bisa baik-baik aja Land, dia dibawa pergi dalam kondisi yang masih lemah dan belum stabil .."


"Seruni cewek kuat bro, gue yakin dia mampu jagain dirinya sendiri bagaimanapun kondisi tubuhnya .." ucapnya sambil memasukan buah jeruk kedalam mulutnya.


"Gue tau dia cewek pemberani, gue tau dia kuat. Tapi sekuat-kuatnya dia tetap perempuan yang bakal rapuh kalau sampai tahu tentang kedua orang tuanya.." cemas David.


"Iya juga ya, semoga Loise masih punya otak biar gak bongkar kematian om sama tante dulu.."


Orland terus memasukan buah jeruk kedalam mulutnya, bahkan ia sudah menghabiskan 2 buah jeruk tanpa sadar.


"Loe makan sendiri buahnya dari tadi ?? " tanya David.


"Astaga, gue lupa .." serunya cengengesan.


"Tapi apa Arga udah ngasih kabar ??"


Mendengar pertanyaan dari David, Orland akhirnya menceritakan semuanya kepada David. David begitu terkejut saat Reno juga Arga melepaskan Letta masuk kedalam sarang Loise.


"Letta gak tau kalau Arga udah tau semuanya. Yang dia tahu sekarang hanya om Reno yang tahu .." jelas Orland.


"Terus gimana ??"


"Ya mau nggak mau Arga ngikutin permintaan papanya untuk diam saja .."


"Letta ??"


"Letta sudah dibekali bela diri juga menempak sama lempar pisau untuk keadaan darurat.."

__ADS_1


"Gila!! Letta bener-bener nekat.. "


"Om Reno lebih takut Letta nekat jika kita tak ada yang mendukungnya.


Keduanya larut dalam percakapan hingga tak menyadari jika Arga sudah mendengarkan percakapan keduanya sedari tadi.


Sambil memainkan ponselnya Arga mendengarkan apa yang kedua sahabatnya bicarakan. Ia begitu heran sata keduanya benar-benar tak menyadari kehadirannya didalam ruangan itu.


Namun saat Orland berdiri dan membalikkan badannya, ia begitu terkejut dengan sosok Arg yang sudah duduk bersandar pada sofa.


"Astagaa !!" Seru Orland terkejut.


David yang baru saja memejamkan matanya ikut terjekut saat mendengar teriakan Orland. Matanya menatap pada objek yang ditatap oleh Orland saat ini.


"Sejak kapan loe duduk disana ??" Tanya David.


"Sejak loe berdua rumpi kek emak-emak .." santainya melipat kakinya.


"Loe kalau masuk kasih suara kenapa sih, jantungan tau gak gue kira hantu loe .." mendudukan dirinya disebelah Arga.


"Kalau copot tinggal gue ambil, gue jual nanti uangnya buat beli pampers anak gue.."


"Kehabisan uang loe bro sampai harus jual jantung sahabat loe !!"


Dan ketiganyapun larut dalam pembicaraan mereka. Hingga tanpa sadar David memejamkan matanya dan tertidur.


*


Letta yang sudah selesai berlatih segera membersihkan tubuhnya. Setelah itu ia mulai memompa asinya dan memasukkannya kedalam botol kaca.


Elena masuk kedalam kamar dan mendapati kegiatan yang sedang dilakukan oleh menantunya. Hal itu membuatnya begitu khawatir.


"Apa yang kamu lakuin sayang ...??" Tanya Elena panik.


"Ma, nanti jika baby Shaka haus mama tinggal masukin botol ini kedalam mesin penghangat asi itu lalu ditaruh di dot nya .." jelas Letta menunjukkan letak penghangat asi yang baru dibelinya.


"Nak .."


"Mah, aku harus lakuin ini. Aku nggak mau ada korban lagi karena aku .." menggenggam kedua tangan Elena.


Elena tak mampu menolaknya, namun ia begitu khawatir dengan keselamatan Letta nantinya. Latihan beberapa hari ini tak membuat Elena tenang melepas Letta.


"Kapan kamu berangkat??"


"Sore ini ma .."


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—


......HAPPY READING GUYS,......


...šŸ“–šŸ“š...

__ADS_1


__ADS_2