
David yang melihat kepergian Seruni dengan sengaja membuntuti mereka dibelakang. Tak lama mobil Seruni berhenti dan terparkir dihalaman sebuah cafe.
"Ngapain nih anak main ke cafe ??" gumam David dari dalam mobil mengawasi Seruni.
"Ahh!! masuk ajalah daripada penasaran gue," putusnya dan keluar dari dalam mobil.
David memilih duduk di sudut cafe yang arahnya lebih leluasa mengawasi Seruni. Bertemankan sebuah coffee robusta David terus memandangi mereka , bahkan senyum Key pun tak luput dari pandanganny.
"Dasar mesum!! lagian jadi cewek kok mau-mau aja diajak ketemuan.. " gerutunya kesal tanpa alasan.
"Lah, kenapa gue jadi kesel??" tanyanya.
"Gila nih gue !!" menepuk nepuk pelan dahinya.
Seruni juga Key yang telah selesai membahas dan menandatangani kerja sama segera memesan makan siang mereka bersama kedua sekretarisnya.
"Iya terima kasih mbak .." ramah Seruni saat seorang pramusaji meletakkan makanannya.
"Terima kasih .." santun Key.
Dalam nikmat mereka menikmati makan siang masing-masing begitu juga dengan David yang sedang menyantap makan siangnya walaupun matanya selalu curi pandang kearah meja Seruni.
______________________________
Suasana sepi dirumah membuat Arletta merasa bosan. Sika sedang kuliah, Elena juga sedang arisan bersama teman-temannga jadi Arletta hanya sendiri ditemani pelayan dirumah.
"Non mau makan siang sekarang ?" tegur bi Ani saat Arletta turun namun denga pandangan kosong.
"Ehm bik, saya pengen makan sambal kluwak ya terus sama lauknya pindang goreng sama lalapan timun, kacang panjang sama selada. Terus sama tolong bikinin saya omelet telur setengah matang.." pintanya menyebut apa yang dipikirkannya.
__ADS_1
"Ada lagi nggak non, biar bibi buatin juga .." tawar bi Ani.
"Itu aja sih bik, eh iya sama kalau ada itu ya bik ikan asin juga tapi maunya yang ikan asin pipih .." manjanya.
"Siap non, bibi siapin semuanya dulu non duduk santai aja ya. Nanti kalau sudah siap bibi panggil ya .." .
"Makasih bi Ani..".
"Sama-sama non cantik ..".
Dengan perlahan Letta berjalan kearah tv sambil memegangi perut buncitnya yang terlihat sudah besar.
"Aduh sayang .. kita duduk disini aja ya sambil nonton tv," seru Letta mencoba mengajak calon buah hatinya berbicara sambil meluruskan kakinya disofa.
Sambil menunggu Arletta mencoba menonton tv, namun tak ada satu channel yang disukainya. Hingga tiba-tiba ada sebuah iklan es cream yang menarik perhatianya.
"Mau itu .. " inginnya.
"Angkat mas .. lama banget deh," gerutunya.
Arga yang sedang mendengarkan para pembicara melirik sekilas ponselnya yang bergetar diatas meja. Nama nafasku❣ terlihat jelas dilayar ponselnya, membuat Arga menghentikan sejenak meetingnya.
"Halo sayang .. ".
"Halo mas, mas coba deh lihat saluran tv shopping mall sekarang..".
"Kenapa ?? nanti aja ya, mas lagi kerja yank".
"Nggak mau, cepet lihat sekarang!!" pintanya dengan kesal.
__ADS_1
Dan dengan terpaksa Arga menuruti keinginan itu, dimintanya Manda untuk menyalakan tv yang ada diruang meeting.
"Maaf semuanya, saya mengganggu meeting sebentar.." sopannya meminta maaf sambil menutup speaker ponselnya.
"Tenang saja pak, silahkan.." sahut salah seorang pemegamg saham.
"Sudah pak," seru Manda.
"Sayang tadi nama salurannya apa.?"
"Shopping mall mas .."
'Shopping mall Manda," tuturnya.
"Udah ini yank .. " tanyanya sambil matanya menatap layar tv.
"Itu disana ada promo apa mas ..??" tanyanya.
"Es cream warna hitam. Gak suka yank .." gelinya.
"Aku mau itu mas, aku mau makan itu sekarang.." rengeknya manja.
"Nanti mas beliin ya," bujuknya.
"Nggak mau, maunya itu !! sekarang!!" .
Arga hanya bisa mengusap kasar wajahnya tanpa memperdulikan semua orang dihadapannya. Namum hal yang sangat mengejutkan Arga adalah terdengar suara tangis istrinya disebrang telpon.
"Iya .. iya mas beliin yan sekarang!"
__ADS_1
Mendengar Arga menyanggupi keinginannya membuat Arletta bahagia bahkan gak berhentinya tersenyum. Wajahnya berseri penuh bahagia.
Sedang Arga segera memerintahkan Manda untuk membeli seluruh es cream ditv tersebut. Tanpa Arga ketahui bahwa banyak mata yang sedang menatap bangga pada sirinya.