
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
...ā...
Arletta menatap iba Arum yang sedang tertawa bahagia dengan sosok bayangannya. Digenggamnya erat tangan Arga untuk mendapatkan kekuatan dari suaminya.
"Sayang tenang, jangan terlihat gelisah oke.." bisik Arga sambil mengusap rambut istrinya.
Perlahan Arga juga Letta masuk kedalam kamar. Dilihatnya Arum yang masih saja tertawa entah dengan siapa bayangannya.
"Yank.. " panggil Letta yang tak kuasan melihat bibi nya.
Letta menyembunyikan wajahnya dibalik lengan Arga, tak kuasa melihat kondisi Arum membuat Letta menitikan air matanya.
"Sayang tenanglah.." bujuk Arga menepuk-nepuk tangan Letta.
Suara tangis Letta tiba-tiba menyadarkan Arum akan kehadiran orang lain didalam kamarnya. Ditatapnya Arga juga Letta bergantian sambil mengerutkan dahinya .
"Kalian siapa ya ??" Tanya Arum pada keduanya.
Arga terkejut, sedang Letta kini semakin menjadi tangisannya. Arum beranjak dari atas ranjangnya, berjalan menuju kedua orang dihadapannya.
"Kemarilah nak, " Arum berdiri dan menarik tangan Letta untuk dipeluknya.
Dipeluknya tubuh Letta, dibelainya rambut panjang hitam serta halus milik Arletta. Tangis itu semakin menjadi sangat pilu didengar.
"Tenanglah nak, tidak baik wanita hamil menangis seperti ini. Kasian anakmu nanti juga merasakannya loh.." nasehan Arum.
Letta semakin erat memeluk tubuh Arum, didekapnya tubuh yang dirindukannya itu. Arum membalasnya, ia juga memeluk serta memberikan sebuah ciuman dipelipis Letta.
Arga begitu haru melihat pemandangan dihadapannya, bahkan ia sedikit menitikan air mata.
"Sudah ya jangan menangis, kasian bayinya loh.." melepas pelukan lalu membelai perut besar Letta.
Namun tak berapa lama Arga melihat sosok Daniel, dokter psikiater kenalannya masuk kedalam rumah.
Perlahan Arga keluar tanpa mengganggu interaksi keduanya.
"Niel .." sapa Arga saat sosok dokter juga temannya ada dihadapannya.
"Bro.." memeluk khas laki-laki. (Bukan cipika cipiki ya š¤)
"Gimana? Siapa yang harus gue periksa.." tanya Daniel.
Arga menceritakan semuanya, dan Daniel terkejut saat mendengar Arga meninggalkan keduanya sendirian.
"Gila loe Ga ninggalin bini loe sama orang depresi.." panik Daniel berlari menuju kamar yang ditunjukkan Arga.
Didalam kamar Arum mengajak Letta duduk diatas ranjang. Masih menggenggam tangan Arum, Letta merasa begitu iba juga sedih melihat kondisi bibinya.
__ADS_1
"Bibi.." panggil Letta.
"Siapa ?? Aku ..??" Tanya Arum menunjuk dirinya.
"Ehm.." Letta menganggukan kepalanya.
"Memangnya siapa namaku ??" Tanya Arum.
Letta terkejut, ia menutup mulutnya menyadari bibinya melupakan namanya.
Daniel masuk bersama Arga diikuti Ali dibelakangnya. Ditatapnya kedua orang yang kini sedang saling berpandang satu sama lain.
"Bawa istri loe jauh dulu dari bibi nya bro.." pinta Daniel.
Arga menurutinya, perlahan dihampiri dan disentuhnya tangan Letta.
"Kita kesana dulu sayang.." ajak Arga.
Letta bangkit dari duduknya, ditatapnya Arum yang juga sedang menatapnya. Lalu tiba-tiba saja Arum mencengkeran pergelangan tangan Letta dengan sangat kencang.
"Aww.. " pekik Letta mengejutkan Arga.
Arum menatap tajam pada Arga yang kini menatapnya. Ada tatapan kemarahan dimata Arum saat melihat Arga membawa Arletta.
"Mau kau bawa kemana anakku !!" Bentaknya.
Letta berjingkat kaget mendengar bentakan bibi nya. Ada rasa takut dalam dirinya dengan sikap bibinya itu.
"Tolong bantu saya memegangis pasien.." serunya pada Ali.
Daniel juga Ali mencoba melepaskan genggaman tangan Arum pada Letta. Namun semakin mereka berusaha semakin juga Arum mengeratkannya,membuat Letta menangis kesakitan.
Perlahan Arga mendekati Arum, digenggamnya tangan Arum yang mencengkeram Letta. Tatapan mata Arga kini mengiba, meminta kasih pada Arum yang kini didepannya sambil berjongkok.
"Tolong lepaskan istri saya ya bi, kasian dia sedang hamil besar.." memelaskan suaranya.
"Hamil ?? " tanya Arum menatap Arga.
Arga diam dan hanya menganggukan kepalanya. Perlahan cengkraman tangan itu mulai longgar hingga terlepas.
End masuk dan segera membawa nonanya menjauh dari Arum. Tenang tak ada yang berbicara, namun tiba-tiba Arum bangkit dan akan menghampiri Arletta kembali.
"Tahan dia .." pinta Daniel.
Ali maju dan menahan lengan Arum yang hendak maju, sedang Arga segera mundur dan melindungi istrinya.
Arum memberontak, ia tiba-tiba saja histeris dan melawan pada Daniel juga Ali.
"End, bawa istri saya ke atas.." perintah Arga.
Arletta dibawa naik oleh End menuju kamarnya. Letta hanya mengikutinya, ia masih syok dengan apa yanh terjadi barusan.
_____________________________________________
Malam mulai menunjukkan cahaya bulannya saat Cally tiba dirumahnya. Seharian berada dirumah sakit membuatnya bosan dan kesal.
Tes urine yang harusnya bisa keluar hari ini harus tertunda karena suatu hal lainnya hingga membuat Cally sempat marah pada petugas laboratorium.
"Non.." sapa pelayannya, namun Cally melambaikan tangannya sambil menaiki tangga.
__ADS_1
Cally acuh dengan pelayannya, padahal sang pelayan hendak memberitahukan tentang mommynya.
"Gimana sih si non ini ?? Besok pasti marah-marah.." gerutu pelayan, lalu ia berbalik kembali kedalam kamarnya.
Cally merebahkan tubuhnya pada ranjang empuknya, ditatapnya langit-langit kamarnya sambil menyentuh perutnya.
"Bagaimana jika memang ada kehidupan disini ??" Gumamnya sambil meraba perut ratanya.
"Nggak,, nggak!! Nggak mungkin gue hamil anak Carlos.. " tolaknya.
Cally bangkit, ia mulai berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Tak lama ia keluar, didepan kaca besar tiba-tiba Cally membuka jubah mandinya.
Dipandanginya tubuh polos tanpa sehelai kainpun miliknya. Lalu pandangannya berhenti pada perutnya yang masih tetap rata.
"Apa gue bilang, dokter itu cuma sok tau! Mana mungkin gue hamil sedang perut gue rata seksi gini.. " serunya memutar-mutarkan tubuhnya.
Memakai baju tidur seksinya, Cally mulai merebahkan dirinya dan mulai terlelap ditidurnya. Namun baru saja ia memejamkan matanya, suata dering ponsel kembali membangunkannya.
"Sialan!! Siapa ganggu gue malam-malam.." kesalnya.
Namun sebuah nomor tak dikenalinya terus menghubunginya. Dengan penasaran ia mencoba mengangkat sambungan telponnya.
Raut wajah yang semula penasaran kini berubah menjadi terkejut, bahkan Cally terlihat menitikan air matanya.
š" Apa bapak serius dengan ini ??" Tanya Cally menutup mulutnya.
š" Benar buk, dan nomor ibu adalah nomor yang terakhir korban hubungi.. " jawab penelpon.
Cally lemas, ponselpun terjatuh diatas ranjang dengan masih terhubung sambungan telponnya.
Cally menangis, ia menangis histeris sambil memegangi perutnya. Ditatapnya kembali ponsel yang masih menyala itu.
Namun tiba-tiba pandangannya kabur, dan semakin lama Cally merasakan kepalanya semakin terasa berat. Hingga tiba-tiba saja Cally pingsan tak sadarkan diri.
*
Reno yang berada dirumahnya begitu gelisah setelah menerima kabar dari anak buahnya. Sebenarnya selama ini Reno menyiapkan beberapa anak buah tersembunyi untuk selalu menjaga keluarganya.
Dan kali ini ia mendapat kabar tentang apa yang terjadi didalam rumah Arga anaknya.
"Dimana pikiran anak itu !! Bagaimana bisa membawa Arum pulang dengan keadaan seperti itu !!" Kesalnya.
Didalam ruangan kerja itu hanya ada dirinya seorang diri, Reno mencoba berfikir apa yang harus ia lakukan untuk bisa melindungi keluarganya.
Kemudian ia mulai mengirim email pada Ilham yang sedang berada diluar negeri. Ia meminta Ilham juga keluarganya untuk segera kembali, terlebih waktu kelahiran Letta sudah mulai dekat.
"Arum harus keluar dari rumah Arga.." gumam Reno.
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
......HAPPY READING GUYS,......
...šš...
__ADS_1