Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
105


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


...āœ...


Arga begitu terharu hingga tanpa sadar ia menitikan air matanya. Dikecupnya seluruh wajah Letta yang saat ini juga tak kalah bahagianya dengan Arga.


"Yank.. " panggil Letta.


"Husstt, jangan nangis sayang.." seru Arga menghapus air mata istrinya.


"Selamat ya pak, bayinya sehat selamat dan tidak kurang satu apapun.. " seru dokter memberi selamat pada Arga.


"Anak saya dok, " tanya Arga.


"Ini jagoan bapak, " Arga menatap haru bayi yang masih berlumur darah dalam gendongan suster.


Lalu dibawanya bayi itu untuk dibersihkan lalu diazani oleh Arga. Raut bahagia tak dapat disembunyikan Arga hari, senyumnya bahkan tak pernah luntur dari wajah dinginnya.


Saat Arga keluar, Elena sudah menyambutnya dengan segala pertanyaannya. Namun Arga diam, ia hanya memeluk mama nya sambil menangis dibahunya.


"Selamat nak, " seru Arga menepuk-nepuk bahu Arga.


Arga beralih memeluk Reno, tak hentinya Arga berucap terima kasih pada Reno papanya.


"Selamat bro .." ucap Orland memeluk Arga.


"Nak gimana Letta sama anakmu ??" Tanya Elena penasaran.


"Letta masih lemas dan masih ditanganin sama dokter didalam mah.. "


"Anakmu ??"


"Cucu mama sama papa jagoan yang sehat .." ucap Arga bahagia, bahkan senyum itu tak pernah luntur dari wajahnya.


Lalu kini pandangan Arga menatap beberapa laki-laki berbaju hitam yang berbaris rapi didepannya.


"Siapa mereka ??" Tanya Arga.


"Mereka anak buah yang sengaja papa bawa untuk menjaga istri juga anakmu.. " jawab Arga.


Reno menceritakan kecurigaannya tentang kecelakaan yang menimpa Ilham serta Flora itu adalah kesengajaan, Arga mendengarkan dengan teliti setiap detail cerita Reno.


"Kalian bagi tiga tema. Team satu jaga ruangan istri saya, team dua jaga ruang bayi beserta anak saya dan team tiga kalian berkeliling rumah sakit untuk memastikan keamanannya.." seru Arga dengan perintahnya.


"Saya mau team tiga lebih banyak orang, dan juga ganti pakaian kalian agar tidak mencolok .." lanjutnya.

__ADS_1


Lalu tak lama dokter keluar disusul dengan anak Arga yang sudah berada didalam inkubator.


"Cucuku .." seru Elena terharu, ditatapnya bayi mungil yang sedang bergerak-gerak lincah didalam inkubator.


"Lucu sekali pah.. "


"Iya mah, putih dan tampan sekali cucu kita.. "


"Maaf, kami akan membawanya keruang anak dulu.. " seru dokter.


Lalu Arga meminta waktu dokter sebentar untuk mengajaknya berbicara. Arga meminta ijin untuk melakukan penjagaan untuk anaknya, ia juga menjelaskan alasan mengapa ia melakukan hal itu.


"Baiklah pak, asal tidak mengganggu kenyamanan pasien lain ya.. " ucap dokter.


Tak lama setelah itu Letta juga keluar bersama beberapa suster yang mendorongnya. Letta lemah, ia hanya diam bak patung tanpa ekspresi.


"Sayang, kamu kenapa ??" Tanya Arga panik.


"Sus, istri saya kenapa ya ??" Tanya Arga.


"Kami juga tidaj tahu pak, tapi tadi pasien sempat menangis saat kami membantunya membersihkan bekas persalinannya.." jelas suster.


Seakan tahu akan alasan dibalik tangisan Letta, tak ada seorangpun yang berkomentar. Mereka hanya diam menundukkan kepala.


"Maaf kami harus membawa pasien keruang rawat .. "


Sebuah ruangan VVIP telah Arga sulap dengan begitu cantiknya untuk menyambut kelahiran buah hatinya. Namun suasana yang harusnya bersuka ria kini berselimut duka, duka yang sangat mendalam bagi Letta yang harus kehilangan untuk kedua kalinya.


Didalam ruangan itu kini hanya ada Arga juga Letta yang masih diam membisu tak bersuara.


"Sayang, mau sampai kapan seperti ini?? Kalau kamu mau menangis silahkan yank jika itu bisa membuat kamu lega.. "


Arga terus mengajak Letta berkomunikasi, perlahan Letta mulai menitikan air mata dalam diam.


Arga menghapus air mata dari sudut mata istrinya, digenggamnya tangan Letta lalu perlahan dikecupnya lama.


"Menangislah, ada aku disini.. " seru Arga.


Letta menangis, ia menangis tersedu-sedu sambil memanggil nama kedua orang tuanya. Rasanya luka lamanya kini terasa terbuka lagi, mengingatkan rasa sakit atas kehilangan kedua orang tuanya.


Arga diam menundukkan kelapanya , ia ikut memangis mendengar tangisan istrinya.


Lelah menangis membuat Letta tanpa sadar tertidur dengan masih terisak. Dihapusnya air mata yang masih membekas diwajah Letta, lalu dikecupnya kedua mata Letta oleh Arga.


"Aku akan pastiin orang itu menerima balasan atas apa yang terjadi kepada om Ilham juga tante Flora, ia juga harus membayar setiap tetes air mata kamu sayang.. " seru Arga menahan emosinya.


Lelah dengan semua aktivitas membuat Arga juga tanpa sadar tertidur disamping Letta sambil menggenggam tangannya.


____________________________________________


Esok pagi ketika matahari menyingsing, Loise sudah sampai dirumah sakit tempat Letta dirawat. Semalam anak buahnya mengabari soal kelahiran Letta yang mendadak, lalu Loise penasaran dengan sosok anak mereka.


"Seperti apa rupa anak itu ya ?? Apa mirip Letta dengan wajah Mark , atau mirip Arga dengan garis wajah dinginnya ??" Senyum Loise membayangkan.


Ia mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah sakit, namun Loise tak sadar jika sudah ada mata yang sedari tadi menatapnya.

__ADS_1


"Permisi sus, ruang bayi dimana ya ??" Tanya Loise pada suster yang tengah berjalan melewatinya.


"Bapak naik lantai 3 saja, nanti lurus terus belok kanan pak.. " jelas suster.


Loise pun berterima kasih lalu berjalan pergi menuju ruang bayi. Mata itu mulai mengikuti kemana Loise pergi dengan sangat hati-hati.


"Sebentar lagi .. " senyum Loise didalam lift sambil menggosok-gosokkan kedua tangannya.


Loise sungguh tak sadar jika mata itu terus menatapnya dan memperhatikannya. Dia masih saja tersenyum penuh arti mengabaikan sekelilingnya.


Sampai dilantai 3, Loise keluar namun tidak dengan laki-laki yang mengintainya tadi.


"Sasaran keluar lift.. " seru laki-laki itu mengintruksikan.


Loise sampai didepan ruang bayi, namun tak ada satupun penjaga suruhan Reno yang berada disana.


"Mana bayinya ?? Dimana bayi itu diantara mereka ?? " bingung Loise diantara banyak bayi didalam ruangan itu.


Lalu seorang suster keluar dari dalam, buru-buru Loise menghentikan langkah suster tersebut sebelum pergi menjauh.


"Suster .. " seru Loise.


"Iya, ada yg bisa saya bantu pak ??" Tanya suster.


"Saya ingin melihat keponakan saya. Lahir kemarin sus, tapi saya tidak tau yang mana anaknya.. "


"Kalau boleh tau atas nama siapa orang tuanya ya pak ??"


"Arletta Ferrour.. " sebut Loise.


"Sebentar ya pak saya periksa dulu.. "


Lalu ketika suster masuk Loise juga mengikutinya. Namun dengan segera dihentikan oleh suster .


"Maaf pak, ini ruang steril untuk bayi. Tidak ada yang boleh masuk kecuali petugasnya.. "


"Oh maaf sus saya tidak tahu.."


"Kami akan menunjukkan lewat kaca pak, saya akan menunjukkan kotak mana keponakan bapak berada.."


Lalu suster kembali masuk kedalam ruang bayi, sedangkan Loise berjalan dan berdiri didepan kaca besar.


Suster berjalan dan berhenti tepat disebuah inkubator disudut ruangan, mata Loise terus menatapnya. Namun karena jarak yang cukup jauh Loise tak bisa melihat bayi itu dengan jelas.


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—


NT : anak Arga Letta cwo , enaknya namanya siapa yašŸ¤” ?? ada yang punya nama bagus kah .. ?? siapa tahu bisa cocok 🤭


......HAPPY READING GUYS,......

__ADS_1


...šŸ“–šŸ“š...


__ADS_2