Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
series II ‐eps 21


__ADS_3

...Sebelum lanjut membaca mohon pastikan untuk :...


○like


○komen


○vote


○share cerita


○juga masukan dalam keranjang favorit kalian


...-------------------------🌾------------------------------...


Operasi berjalan dengan lancar, kondisi Laisa kini sudah membaik namun masih harus berhati-hati. Shaka begitu bersyukur adiknya kembali kepadanya, ia bersumpah akan menjaganya lebih ketat lagi mulai dari sekarang.


"Gimana Shaka, tadi dokter bilang apa," tanya Arga.


"Kondisi adik sudah membaik pah, tapi tetap harus dipantai dengan hati-hati."


"Bagus kalau gitu. Sebaiknya mulai besok kamu kembali bekerja, biar mama juga papa yang jaga disini."


"Baik pah."


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, dan setelah Letta membukakan pintu nampaklah Nakila dibaliknya.


"Selamat malam semuanya," sapanya.


"Malam nak, masuklah," ucap Letta mempersilahkannya masuk.


Nakila dengan hati-hati masuk, ia menyerahkan bunga juga buah-buahan yang dibawanya kepada Shaka. Arga membawanya duduk bersama dengan Letta, sedang Shaka menggangti bungan lama dengan bungan yang dibawa Nakila.


"Bagaimana keadaan nona Laisa saat ini," tanya Nakila.

__ADS_1


"Alhamdulillah sudah membaik, tadi sudah dioperasi dan kondisinya sudah mulai stabil lagi," jelas Letta.


"Syukurlah, tadi saya mendengar tentang operasi itu makanya saya memutuskan segera kesini melihat langsung keadaan nona Laisa."


"Terima kasih untuk perhatiannya nona Nakila, anda sungguh baik sekali," puji Arga.


"Tuan Arga terlalu memuji."


"Anda anak laki-laki saya tidak sedingin es mungkin bisa mendapatkan wanita seperti nona ini."


"Uhuk uhuk uhuk, papa," Shaka begitu terkejut dengan ucapan Arga, hingga ia yang sedang meneguk minumannya langsung tersedak.


"Anda bercanda tuan Arga, pesona tuan Shaka ini begitu besar. Saya yakin dia bisa mendapatka wanita apapun yang diinginkannya."


"Hhaha, anda terlalu memandang tinggi putraku. Andai begitu nyatanya mungkin sekarang saya sudah mengenal calon menantu saya," ucap Letta.


"Jangan dengarkan mereka, lihatlah adikku. Bukankah tujuanmu melihat adikku?"


"Oh, tentu saja. Permisi tuan nyonya."


"Sayang itu juga putramu. Kamu yang mengandungnya pasti kamu yang membawa gen salju."


"Sembarangan kalau bicara, butuh kaca?"


Shaka hanya menggelengkan kepalanya mendengar kedua orang tuanya kembali berdebat dengan masalah yang begitu tak penting. Namun ia masih bersyukur sebab semua keluarganya masih baik-baik saja.


Karena hari sudah malam, Shaka memutuskan untuk mengantar Nakila kembali kerumahnya. Ia meminta supir pribadinya membawa mobil Nakila dan mengikutinya dari belakang. Nakila hanya begitu terpana dengan pemandangan didepannya kini, seorang Shaka tengah sibuk berbincang sambil memasukkan sebelah tangannya kedalam saku bahkan sesekali ia akan menatap tanah dan menendang batu-batu kecil didepannya.


Alex masih tak bisa melepaskan Laisa dari fikirannya, ia begitu penasaran dengan hasil opersainya juga kondisi terkini Laisa. Namun dirinya begitu enggan jika harus pergi dan menemuinya sendiri dirumah sakit.


"Gimana kabar cewek bar-bar itu sekarang ya," batinnya membolak-balik bukunya.


"Kalau gini terus gue bisa nggak fokusn ngapa-ngapain nih,"menutup kasar bukunya.

__ADS_1


Alex terlihat mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang dari balik telponnya.


"Halo dokter."


"----------- "


"Oh tidak, saya baik-baik saja. Saya hanya ingin menanyakan sesuatu kepada dokter."


"----- ?"


"Apa ada pasien disana yang bernama Laisa, kalau nggak salah selesai operasi tadi."


"------- "


"Lalu bagaimana keadaannya saat ini dok?"


"_------------ "


"Syukurlah kalau begitu, saya jadi tenang."


"----------- "


"Benar dok."


"Eh bukan dok, maksud saya dia buka pacar saya hanya murid saya saja."


"--------- "


"Oh, baiklah. Terima kasih informasinya."


Alex merutuki kebodohannya tadi, ia tak menyangka bisa mengiyakan ketika ditanya tentang Laisa kekasihnya. Kini ia hanya bisa memijat pangkal hidungnya sambil merebahkan tubunya.


"Semoga pagi masih sama dengan mentari seperti biasanya."

__ADS_1


...•••••••••••••••jangan lupa pesan diatas ya•••••••••••••...


__ADS_2