Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
146


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


David datang bersama Arga kehotel dimana Mr. B menginap. Keduanya pun disambut hangat oleh pihak Mr. B, bahkan mereka juga sempat bercengkrama membangun keakraban.


"Saya sungguh tidak sabar melihatnya .." ujar Mr. B


"Tenanglah, saja jamin Mr. akan menyukainya.."


"Saya pegang ucapan anda tuan David, " tawa Mr. B


"Biarkan anak buah saya mempersiapkan dulu, setelah itu kita akan pergi menemuinya.. "


"Katakan pada anak buahmu tuan Arga, lekaslah karena aku sungguh tidak sabar melihatnya.."


"Hhahaha.. baiklah, saya akan menghubungi anak buah saya.. " tawa Arga sambil sedikit menjauh untuk menghubungi anak buahnya.


"Bagaimana tuan, " tanya Mr. B saat Arga kembali.


"30 menit.. "


"Lama sekali tuan Arga, "


"Maafkan kami jika membuat Mr. kurang puas. Tapi saya bisa jamin anda puas dengan satu ini.. "


"Saya percaya dengan kalian berdua.. "


Digudang, Orland sedang mempersiapkan Loise. Namun perlawanan dari Loise membuat semuanya kewalahan, bahkan ia hampir lolos saat semua kelelahan.


"Ikat dia dan persiapkan dia!!" Teriak kesal Orland yang sudah kelelahan.


Orland yang kesal melonggarkan dasi yang serasa mencekik lehernya. Kalau saja ia tak mengingat pesan Arga untuk tidak menyakiti Loise mungkin saat ini tangannya sudah berlumur darah.


"Tuan, dia terus saja melawan!!" Lapor anak buahnya.


"Brengsek!!" Umpat Orland kemudian berjalan menghampiri Loise.


"Lepaskan saya!! Kurang ajar sekali kalian berani membuka pakaianku!!" Teriak Loise.


"Patuhlah !!" Bentak anak buah.


"Singkirkan tangan menjijikanmu dari tubuhku!!"


"Kalau bisa memilih, gue lebih suka menyentuh wanita seksi dari pada anda ini..!!"


"Brengsek!! Lepas!!"


"Stop Loise!!" Bentak Orland yang tiba-tiba datang.


Loise terus memberontak dan melalukan perlawanan pada anak buah Orland. Karena sudah tak tahan, Orland terpaksa memukul leher belakang Loise hingga tak sadarkan diri.


"Beres, kalian selesaikan. Saya mau semuanya rapi!!"


"Baik bos, "


Orland keluar dengan wajah lelahnya, sungguh ia ingin sekali menghubungi Arga dan memakinya.


"Brengsek nih Arga, tugas gini harusnya David kenapa malah jadi gue!!" Omelnya sambil merebahkan tubuhnya di sofa.


Ia terus saja mengomel mengumpati Arga juga David yang sedang tertawa riang di hotel.


Hampir 30 menit semua anak buahnya mempersiapkan Loise dengan baik.


"Bos, kita sudah kelar.."


"Bagus, coba saya lihat dulu.."


Loise dipindahkan kesebuah kamar kosong dengan hiasan lampu didalamnya. Loise yang tadinya bau, dekil dan lusuh kini berubah begitu tampan juga begitu rapi.


"Bagus!! Pasti mereka puas!!" Senyum Orland.

__ADS_1


"Kamu, hubungi Arga dan katakan kita sudah selesai disini .." lanjut Orland.


"Baik bos .. "


"Kalian, jaga diluar kamar juga luar jendelanya. Jangan sampai dia kabur,"


"Siap bos, "


"Dan satu lagi, jangan ada yang masuk kedalam biarkan dia sendirian karena tamu kita orang yang pilih-pilih.."


"Baik bos,"


Mereka semua mulai membubarkan diri dan berdiri ditempat penjagaan masing-mansing. Orland mulai membenahi penampilannya yang tadi sempat acak-acakan.


Dan tak lama deru mobil mulai terdengar diarea gudang. Salah seorang anak buah datang melapor pada Orland, ia pun segera bergegas menyambut tamu besarnya.


"Inikah gudang anda tuan Arga ?" Heran Mr. B saat melihat bentukan gudang yang begitu lusuh serta kotor tak terawat.


"Ini hanya hiasana saja, sebaiknya anda lihat dalam gudang saya. ."


"Selamat datang semuanya, selamat menikmati keindahan gudang kami.. " seru Orland yang tiba-tiba hadir.


Jika nampak dari depan, itu hanyalah bangunan yang sudah lapuk tanpa pintu. Namun siapa sangka jika Arga memang sengaja memindahkan pintu area masuk mereka.


"Tuan Orland.. "


"Halo Mr. B .."


"Lama sekali kita tidak jumpa ya, "


"Itu terjadi semenjak Mr. B terlalu sibuk dengam jadwalnya.." ledek Orland.


"Mari kita masuk .." ajak Orland dengan sikap riangnya.


Mr. B mengikuti kemana Orland membawanya, dan ia merasa begitu takjub saat melihat pintu asli dari gudang ini.


Diluar hanya nampak gudang lusuh terbengkalai, namun siapa sangka dalamnya adalah perabotan bermerk semua.


"Tak masalah Mr. ,, saya harap anda akan menyukainya.. "


"Bawa aku menemuinya tuan ,"


Salah satu anak buah Arga datang dan melangkah maju. Ia menuntun Mr. B kedalam kamar berisi Loise.


"Apa anda puas Mr. ?" Tanya Orland saat Mr. B diam mematung didalam kamar.


Mr. B tak menyahutinya, ia melangkah masuk mendekati Loise yang terlelap diatas ranjang.


"Apa dia akan puas ,??" Bisik David pada Arga.


"Tentu saja, " percaya diri Arga.


"Kamu, berikan suntikannya padaku.." seru Mr. B tanpa memalingkah wajahnya dari Loise.


"Ini Mr. . " seru salah seorang anak buahnya.


"Ekhmm .. " lenguh Loise saat Mr. B menusukkan jarum suntiknya..


"Ssstttzz, tenanglah sayang .." ucap Mr. B


Tubuh Orland tiba-tiba saja bergidik ngeri saat mendengar ucapan Mr. B , dan tak hanya Orland namum David dan anak buah Arga juga merasa begitu ngeri.


Arga menangkap sinyal mereka yang terkejut, dan dengan pandangan matanya Arga mengendalikan semuanya.


"Tuan Arga, " panggil Mr. B


"Saya, "


"Tak masalah buatku dengan semua reaksi mereka, saya sudah terbiasa.. " serunya yang menyadari suasana didalam kamar.


"Maafkan kelancangan kami Mr. B .."


Mr. B turun dari ranjang, ia berbalik dan berjalan mendekati Arga. Ia mengulurkan tangannya kepada Arga yang direspon dengan cepat.

__ADS_1


"Tidak semua orang menerima kalainan yang saya miliki tuan ,"


"Saya hanya tidak ingin menyinggung Mr saja.."


"Saya baik-baik saja, sangat baik karena hadiah menarik dari anda .. " bahagianya sambil melepas jabat tangannya.


"Kalian, pindahkan dia dan kita kembali.. " seru Mr. B


"Siap!!" Seru serempak anak buahnya.


"Saya akan membawanya bersama saya tuan, dan saya harap anda serta keluarga akan dilimpahi kebahagian untuk selamanya.." harap Mr. B pada Arga.


"Begitu juga dengan anda Mr. ."


Arga mengantarkan Mr. B dengan rombongannya keluar dari gudang, namun sebelum itu ia sudah berpamitan dengan Loise yang tak sadarkan diri.


Arga terus melambaikan tangannya pada mobil yang membawa Loise pergi. Dibenaknya kini sudah lega saat musuh istrinya sudah benar-benar pergi.


"Udah jauh, loe mau sampai lambain tangan .." tegur Orland.


"Sampai adik gue sadar dan nggak mau sama loe!!" Balas Arga meninggalkan Orland.


"Sialan loe!! Berhenti!!"


**


Letta yang sedang bermain bersama Shaka begitu terkejut saat melihat Cally masuk dengan berderai air mata.


Ia segera membawa baby Shaka berjalan mengikuti Cally masuk kedalam kamarnya. Namun ia malah berpapasan dengan Elena.


"Ada apa sama Cally ? Bukannya dia tadi ijin mau pergi sama Daniel ya ?"


"Nggak tau mah, makanya ini Letta mau nanya.. "


"Yaudah siniin cucu mama, kamu pergi tenangin dia.."


"Makasih ya mah, " menyerahkan baby nya.


Tok.. tok..


"Cally, gue masuk ya .." seru Letta, namun tak ada sahutan.


Letta masuk, dan ia melihat Cally tengah duduk disudut kamar sambil berderai air mata.


"Cally.. " memeluk tubuhnya.


"Letta .." tangisnya.


"Katakan, siapa yang membuat mu seperti ini.."


"Letta .."


"Katakan Cally siapa!! Biar aku yang membereskannya.." marah Letta melihat Cally menangis.


"Bawa gue pergi Ta, bawa gue pergi jauh dari sini.. "


"Katakan, ada apa !!" Menatap wajah sembab sepupunya itu.


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya, dan share juga ke teman juga kerabat kalian.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—


Jangan lupa share..


......HAPPY READING GUYS,......


...šŸ“–šŸ“š...


Nb : Udah mau bahagia nih mereka, makasih ya udah setia..

__ADS_1


__ADS_2