
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
Arga berdiri tepat dibelakang Lio dengan mata menatap tajam pada anak buahnya. Sedangkan Lio dengan begitu asyiknya melontarkan apa yang ia pikirkan.
"Bagus banget namanya.."
"Bagus lah, Julio gitu loh.." bangganya pada diri sendiri, namun sedetik kemudian ia menyadari kesalahannya.
"Mampus loe!! Digantung beneran nih gue.." gumam Lio tak berani bergerak dari posisinya.
"Kenapa diam?? coba sebutkan lagi nama anak-anak saya ??" ucap Arga, dan terlihat tubuh Lio kaku diam dalam duduknya.
"Aduh, kenapa tiba-tiba mules ya?? Ehm, permisi mau ke toilet dulu ya .. " seru Lio, lalu dengan cepatnya ia berlari meninggalkan semuanya yang sedang tergelak dalam tawanya.
"Udah bro, diakan cuma bercanda.." sahut David masih dalam tawanya.
Namun Arga hanya diam tak menyahutinya, ia berjalan menghampiri istrinya.
"Loe ngapain duduk deket istri gue??" tanya heran Arga pada David.
"Astaga bro!! istri loe yang tadi datang terus duduk disamping gue kali.." balas David.
"Iya mas, tadi aku yang duduk disini sendiri.."
"Ya loe kan bisa langsung pindah kalu tau istri gue mau duduk ..??"
"Astaga mas!! kamu fikir aku ini kuman apa ya yang harus dijauhi!!" seru Arletta yang terlihat kesal.
"Loh, bukan gitu sayang. Maksud aku itu-
"Udah ah mas ngeselin!!" beranjak pergi meninggalkan semuanya.
"Sayang tunggu !!" kejar Arga tanpa perduli ditertawakan semua temannya.
"Gak nyangka gue seorang Arga Wijaya bisa takut sama perempuan.."
"Bener Vid, kita tau gimana dinginnya dia dan sekarang berubah jadi hangat banget .." timpal Orland.
"Sebaiknya kita cari pembahasan lain saja, takutnya pak Arga kembali dan mendengarkan kita. Bisa-bisa jadi Lio ke dua.." tawa Verrel.
Ketika semua orang tengah bahagia dengan acara serta kemeriahan 7 bulanan Arletta, disudut sebuah kamar tengah menangis meraung-raung seorang anak manusia.
Sia begitu terpuruk dengan keadaannya saat ini, bukan hanya kehilangan kehormatannya sebagai perempuan namun ia juga kehilangan pekerjaan juga teman yang begitu baik terhadapnya.
"Bodoh Sia!! bodoh.. bodoh!!" rutuknya.
"Kenapa loe harus percaya begitu saja sama si Carlos!! loe lebih lama kenal bu Letta dan begitu saja percaya sama dia ..!!" sesalnya.
Namun semua sudah terjadi dan tidak mungkin diputar kembali. Kini hanya penyesalan yang menghampiri Sia tanpa bisa berbuat apapun.
"Apa yang harus gue lakuin sekarang! Gue kehilangan semuanya ..!!"
"AaaaakkkkHhhhh ..!!!"
Dalam suasana hati juga pikiran yang kacau, Sia menghancurkan semua isi didalam kamarnya. Bahkan ia memukulkan tangannya kekaca hingga berlumuran darah!
"Gue benci loe Carlos!! gue benciiiii ... !!" teriaknya.
___________________________________________
Pagi ini rumah Arga begitu ramai, sebab semua keluarganya bermalam dirumahnya.
"Pagi semuaa .. " seru Elena membawa minuman ditangannya.
__ADS_1
"Mah, kita jadi sarapan ditaman depan gak ??" tanya Jesika begitu antusias.
"Jadi, gih kamu sama Kenny kedepan terus tikarnya dipasang.."
"Siap bu bos!!"
Dan dengan penuh semangat Jesika menarik tangan Kenny untuk mengikutinya. Dalam suasana bahagia kedua bocah itu terlihat asyik memasang tikar.
"Pagi semuaa .." sapa Letta yang berjalan dengan Arga selalu menuntunnya.
"Nak kamu kenapa ?? kamu sakit ??"
Flora yang berada dibelakang Letta dan melihatnya dituntun oleh suaminya merasa sangat khawatir.
"Gpp kok tante, aku sehat kok .."
'Lalu kenapa kamu berjalan dengan dituntun suamimu nak??" tanya Elena yang juga penasaran.
Bahkan kini semua mata sedang beralih menatap keduanya.
"Wah kenapa rasanya kayak kita dijadiin tersangka kejahatan ya..??" seru Arga.
"Kejahatan apa mas .. ??"
"Kejahatan karena telah membuat kamu kelelahan semalaman .." bisiknya membuat wajah Letta tersipu malu.
Letta yang malupun tanpa sadar memukul perut Arga dengan sikunya.
"Auu .. " pekiknya.
"Sakit sayang.. "
"Kalian ini kenapa ??" heran Reno.
"Gpp kok pah, mas Arga nih lebay banget perhatiannya .."
"Kan aku jagain kamu yank, "
"Ya ya ya yaaa.. "
"Langsung kedepan aja ya bik, ada anak saya didepan.."
Sarapan pagi ini begitu spesial dan berbeda, mereka tak makan dimeja makan. Mereka menggelar tikar dihalamn depan, menyulapnya dalam sekejab seperti piknik keluarga.
"Sayang duduk sini .." titah Arga menepuk sebuah kursi yang dibawanya.
"Nggak mau, nggak sopan mas. Masa yang lebih tua dibawah ak diatas.." lirihnya.
"Ya tapi mana bisa kamu duduk dibawah sayang.."
"Gpp Letta, bener kata suami kamu. Perut kamu udah besar, akan lebih mudah kalo kamu duduk dikursi aja.." seru Ilham.
"Benar nak, kita memaklumi kondisi kehamilan kamu kok.." timpal Reno.
Dan dengan telaten Arga mengambilkan setiap makanan yang diinginkan istrinya.
"Buka mulutnya sayang.. " perintah Arga saat mengarahkan sendok berisi makanan pada Letta.
"Mas aku mau makan itu.." tunjuknya pada Udang goreng mentega.
"Mas ambilin dulu.. " dan dengan penuh perhatian Arga mengupas kulit udang hingga tersisa daging untuk istrinya.
"Terima kasih sayangnya aku.." tutur Letta mengejutkan Arga.
Walaupun pelan, namun Arga dengan jelas mendengar suara juga panggilan sayang untuknya. Dan hal sederhana itu mampu membuat Arga bahagia bahkan terkesan salah tingkah.
"Ga, loe gpp kan ??" tanya David yang juga ikut bermalam.
"Ehm.. eng enggak kok," gugupnya.
Letta begitu gemas dengan tingkah suaminya yang malu-malu. Dan dengan sengaja ia pun menggoda suaminya.
"Sayang.. " bisiknya lirik, dan hembusan nafas Letta tepat mengenai daun telinga Arga.
__ADS_1
Wajah Arga yang tadinya malu-malu kini menunjukkan ekspresi yang berbeda. Tatapan matanya begitu tajam seperti menatap sesuatu dihadapannya.
"Sayang .. " ulang Letta, dan Arga masih diam.
"Sayang, aku menginginkanmu .. " bisiknya lagi, namun kali ini tangannya bermain dipunggung suaminya.
"Sayang jangan menggodaku!!"
"Aku menginginkannya yank.." dan suara Letta terdengar sangat menggoda ditelinga Arga.
Kedua mata itu sempat saling mengunci tatapan dalam beberapa detik, sebelum pada akhirnya Letta mengajukan inisiatifnya.
"Akhh.." pekik Arga yang tertahan, sebab Letta dengan mengaja mengenai senjatanya.
"Wow.. lelenya udah besar aja," ucap Letta tanpa menghiraukan Arga suaminya.
"Jangan menggodaku lagi yank," pinta Arga dengan frustasi menahan gairahnya, bahkan kini keringat dingin membasahi dahinya.
"Auu, maaf yank .." goda Letta yang dengan sengaja menyenggol kembali milik Arga.
Wajah Arga kini sungguh memerah, bukan lantaran malu namun lebih karena ia sangat menahan gairahnya.
"Sayang cukup ya, kita makan lagi aja.."
"Wow .. makin tumbuh," goda lagi Letta, bahkan kini ia menyentuhnya dengan sengaja.
"Sayang !!" teriak Arga yang kesal dengan tingkah istrinya.
Dan teriakan itu membuatnya menjadi pusat perhatian.
"Aaa.. maaf, tadi Letta susah makan.." serunya salah tingkah, namun Letta malah mentertawakannya.
"Tanggung jawab sayang, lelenya udah besar dan butuh rawanya.. " bisik Arga.
"Oke, siapa takut!! Mau pergi ke rawa disini apa dimana ??" tawarnya dengan pilihan gilanya.
Arga hanya diam karena begitu terkejut dengan pertanyaan istrinya. Letta nya yang selalu malu-malu saat berhubungan bahkan kini dengan beraninya menanyakan tempat padanya.
"Wah sayang mulai nakal ya.." seru Arga dengan mengembangkan senyumnya.
"Yaudah yuk, udah gak tahan!!" ajak Letta menarik tangan suaminya.
Namun saat keduanya berdiri, tiba-tiba saja Reno memanggil dirinya.
"Letta ..??"
"Iya pah,"
"Mau kemana nak ?? makanan kamu belum habis loh.."
"Ini pah nanti aja makan lagi, udah nggak tahan.." ucapnya, membuat Arga memalingkan wajah menatapnya.
"Gak tahan kenapa nak ?? kamu sakit??" tanya panik Elena.
"Enggak sakit mah, cuma dedeknya rindu sama bapaknya.."
"Udah dulu ya .." putus Letta, menatik masuk Arga bersamanya.
"Pelan-pelan sayang.." seru Arga saat Letta berjalan dengan cepat.
Lalu sesampainya didalam kamar, dengan agresifnya Letta mendorong tubuh Arga hingga terjatuh diatas kasur.
"Wow .. nyonya Arga hari ini agresif sekali " puji Arga.
Dengan perlahan Letta naik dan duduk dipangkuan suaminya.
Dalam diam keduanya saling memagut, mencecep sensai manis dari masing-masing.
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.
__ADS_1
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤