Rahasia Cinta Zoya

Rahasia Cinta Zoya
Tamat


__ADS_3

Mereka terdiam cukup lama, Kyara yang membungkam membuat Rey ikut bersandar di badan mobil yang saat ini terparkir di pinggir jalan.


"Maafkan Aku!" Rey mengambil tangan kyara dan menggenggamnya, tapi tatapan mata mereka masih jauh lurus ke depan.


"Aku sangat merindukanmu, hingga aku mempercepat kepulanganku. Tapi, saat aku melihat ada seseorang yang ingin melamarmu, dan ternyata dia lelaki yang baik dan lebih mapan dari aku." kalimat Rey terus meluncur meski tak ada respon dari gadis di sampingnya. Rey juga tahu direktur utama klinik yang baru diresmikan itu adalah Daniel.


"Aku minder dengan keadaanku yang sekarang. Dan kamu juga berhak mendapatkan yang terbaik." Seketika itu pula Kyara menoleh menatap Rey dengan tatapan penuh selidik. Rey hanya tersenyum, dia masih menggenggam tangan Kyara.


"Aku tidak punya apa apa untuk dibanggakan. Bahkan, saat ini aku baru memulai usaha bersama dengan temanku. Mungkin, saat ini kamu lebih mapan dari aku, Ra." jelas Rey kemudian.


Suasana sore terlihat semakin menjadi gelap. Tapi seolah tidak membuat mereka menyadarinya. Genggaman tangan lelaki di sampingnya membuat Kyara merasakan rasa hangat di hatinya.


"Pernahkah kamu menganggap aku ada, Bang?" tanya Kyara tanpa melihat Rey, tapi dia bisa merasakan debaran yang berbeda saat berada di dekat lelaki itu. Hatinya yang masih bergetar hebat meski dia sudah sekuat tenaga menenangkannya.


"Aku mencintaimu, Ra. Bahkan, aku tidak pernah berhenti merindukanmu selama ini. " Jawaban Rey kali ini membuat Kyara menoleh ke arah lelaki di sampingnya. Dia kemudian mengarahkan tubuhnya menghadap ke arah lelaki yang menatap ke depan dengan pandangan sayu.


"Kamu bilang mencintaiku? Kamu bilang Merindukanku? Tapi, kamu menghilang tanpa alasan. Itu sama juga kamu mempermainkan perasaanku." Kyara menghela nafas sejenak karena dorongan emosinya.


"Betapa menderitanya aku saat itu. Aku dihimpit rasa dilema yang begitu hebat." dengan nafas tersengal Kyara menjeda kalimatnya, tapi tidak dengan tatapan matanya. Rey melihat mata Kyara yang sudah berkaca- kaca. Kyara memang hampir menangis tapi, masih dia tahan.


"Kamu keterlaluan, Bang. Kamu egos, hanya memikirkan dirimu tanpa memikirkan perasaanku." Tangis Kyara pecah. Rey yang melihatnya pun mendekat ke arah gadis di depannya. Tidak pernah dia melihat Kyara terbawa perasaaan hingga membuat membuat Kyara menangis di depan seseorang.


"Maafkan aku, Ra. Aku sangat mencintaimu, Ra." Rey memeluk Kyara yang tidak bisa membendung tangisnya.


"Apa kamu bisa menerima keadaanku?" tanya Rey saat gadis itu menjatuhkan kepalanya di bahunya. Kyara hanya mengangguk. Dia tak mampu lagi menjawab pertanyaan cowok yang membuat hatinya bercampur aduk. Gadis itu terisak lirih, untuk meluapkan perasaan yang selama ini terpendam. Cukup lama mereka saling berpelukan melepas rindu, hingga pada akhirnya. Dia mengurai pelukan lengan kokoh Rey.


"Ini dosa, kita belum halal!" ketus Kyara dengan manja. Ternyata biar bagaimanapun seorang perempuan sejatinya memang seorang yang manja. Hal itu yang membuat Rey saat ini tersenyum ke arah gadis yang menguasai hatinya.


"Besok aku akan menghalalkanmu. Apa kamu bersedia menerima keadaanku?" tanya Rey, yang dengan cepat dianggukki lagi oleh Kyara. Jika Kyara mau menerimanya dan dia mendapatkan kesepakatan dari gadis yang menjadi tujuannya untuk melanjutkan hidup, Rey memang akan menikah secepatnya.

__ADS_1


"Aku hanya punya motor itu!"


"Aku menikah denganmu, Bang. Bukan dengan mobil atau motormu." jawab Kyara dengan jujur. Dia merasa Allah sudah memberikan semua pada-Nya hingga dia tidak perlu untuk menjadi tamak. Tapi, tetap saja Kyara realistis, Rey adalah sosok yang telaten, cerdas, penuh talenta dan sekarang dia sedang berjuang untuk pendidikannya. Setidaknya, itu sudah cukup untuk masa depan mereka.


"Ayo kita pulang! Aku akan mengiringi mobilmu dari belakang." ucap Rey. Tapi, saat lelaki itu akan beranjak menuju motornya, Kyara bergegas mencekal tangannya.


"Aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi. Aku akan ikut naik motor." kalimat Kyara membuat Rey tersenyum. Ketulusan Kyara menguatkannya dan membuatnya lebih bersemangat untuk membangun masa depannya mereka.


"Apa itu artinya kamu akan ikut aku ke Jerman selama satu tahun?" tanya Rey lagi.


"Jika Bang Rey menikahiku, aku akan ikut kemana suamiku pergi." tegas Kyara. Dia juga yakin jika di Jerman pun mereka tidak akan lama karena Rey juga merintis usaha di Indonesia. Sungguh, Rey sangat senang. Tapi, dia juga tidak akan menghentikan karir Kyara begitu saja jika itu adalah dunia keduanya. Mereka kemudian saling melempar senyum karena rasa bahagia di hati masing masing.


"Mobilku, biar diambil sopir." ucap Kyara saat mata Rey tertuju pada mobil itu.


Mereka melakukan perjalanan pulang bersama Keduanya merasakan rasa bahagia yang membuncah. Pertemuan ini meleburkan rasa rindu yang selama hanya menggantung. Rey, mengeratkan genggaman tangan Kyara yang ada di perutnya. Kali ini dia mendapatkan sesuatu yang istimewa dalam hidupnya. Gadis yang istimewa, perasaan yang istimewa karena Kyara menerima apapun kondisinya.


###


Kediaman Hans begitu ramai. Apalagi saat ini ada Ibu Nurma dan Zahra yang berkunjung. Sejak kelahiran si kembar, Ibu Nurma dan Zahra sering dijemput oleh Pak Dino untuk berkunjung di rumah mereka saat Zahra liburan.


Mereka kini berkumpul di depan ruang TV menemani si kembar dan Ale bermain. Terdengar oleh Zoya tawa mereka menertawakan Hanum. Hanum memang lebih ekspresive dari pada Aleks. Menurut Mama Shanti, sikap Aleks lebih mirip dengan Hans kecil yang lebih banyak diam dan asyik dengan dunianya sendiri.


"Sayang... " Hans mendekati Zoya yang sedang membereskan lemarinya. Lelaki itu memeluk istrinya dari belakang.


"Bagaimana, jika kita buat adiknya Hanum dan Aleks." Hans memutar tubuh mungil di depannya. Lelaki itu mendongakkan wajah istrinya agar bisa melihat mata indah istrinya.


"Ya Allah, Apa kita akan membuat peternakan?" Zoya yang sedikit kesal dengan suaminya pun asal nyeplos.


"Bahasamu itu lo, Sayang." Protes Hans kemudian tertawa. Tapi, tangannya sudah mulai bergerilya di dada istrinya.

__ADS_1


"Mas Hans nanti asinya bocor." Zoya menahan tangan suaminya yang terus meremasnya.


"Sejak hamil kamu bikin aku ***** terus, Zoy." Hans pun, mencium bibir di depannya. Ciuman itu pun berhasil menjadi *******.


"Papa... Papa." Ale berteriak sambil mengetuk pintu kamar membuat keduanya terkaget dan mengakhiri cumbuan yang hampir keterusan.


Secepatnya mereka berjalan beriringan untuk membuka pintu. Wajah merona masih terlihat di wajah Zoya membuat Mama Shanti. mengeluarkan deheman dengan senyum mengejek.


"Papa Hanum, bisa ngomong Papa gitu." Mendengar kalimat Ale Hans hanya meluruhkan bahunya yang sudah menegang. Dia kira sudah terjadi sesuatu yang buruk.


"Pap-pa! " bocah kecil itu langsung memanggil papanya dengan bertepuk tangan berkali kali membuat Hans berjalan mendekat. Sedangkan, Zoya berjalan dengan memeluk bahu putri sulungnya mengekor di belakang Papanya.


Hans langsung mengambil Hanum dalam pelukannya. Bocah itu terus saja berkata Pap -pa membuat Hans sangat senang, kata pertama yang disebut oleh putrinya adalah namanya. Aleks lebih dulu bicara kalimat pertamanya adalah Mama.


"Coba panggil sekali lagi? " Pintar Hans dengan mengangkat tubuh putrinya. Lelaki itu terlihat begitu sayang dengan Hanum, mungkin akan terlihat sedikit berbeda, tapi Zoya membuatnya berimbang, Zoya begitu dekat dengan Ale. Bahkan, rasa sayangnya semakin besar untuk putri sambungnya itu.


Jangan ditanya lagi untuk Aleks. Bocah cool itu adalah kesayangan Mama Shanti. Bagi Mama Shanti, Aleks adalah putra mahkota yang akan meneruskan generasi selanjutnya.


"Pap- pa." Hanum terlihat girang dengan bertepuk tangan. Bahkan, sesekali dia menepuk wajah Papanya, membuat Hans meringis kemudian menghujani putrinya dengan ciuman gemas hingga membuat Hanum terkekeh.


Pernikahan penuh gejolak saat mereka belum saling mengenal dan menyadari jika keduanya saling terikat dengan perasaan cinta yang luar biasa. Dan kini waktu membuat sebuah proces yang membuat mereka saling memiliki, saling menjaga dan saling memberi dengan prosi masing masing tanpa mengurangi kenyamanannya dalam sebuah hubungan hingga waktu sendiri yang akan memisahkan mereka tanpa mengikis rasa cinta yang ada.


Tamat


Akhirnya kita berada di penghujung cerita dan jujur itu membuat Author seolah akan berpisah dengan sesuatu.


Rahasia Cinta Zoya yang inti memang hanya sebatas di part 130. Bagi author Extra part hanya memperjelas saja, jadi jika ada yang protes tentang Rahasia Cinta Zoya kok ada Kisah Kyara dan Nilla Itu hanya bonus. Makanya saya masukkan di extra part untuk penyelesaian kisah mereka.


Terima kasih yang sudah mengawal hingga akhir. Semoga bisa memberi manfaat atau setidaknya bisa menghibur.

__ADS_1


Insyallah kita akan bertemu dengan kisah dan judul yang berbeda. Sekali lagi Terima kasih atas dukungannya selama ini


__ADS_2