Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Terkepung dan Mengulur Waktu Dengan Cara Memprovokasi


__ADS_3

“I..Ini..!! Tu..Tunggu dulu, apa-apaan kalian semua, datang langsung menyerang,” teriak Jin Xuan yang bingung di sertai mata melotot karena terkejut.


Trank..!!


Walau begitu, bawahan para Bangsawan dan Patriak klan Besar terlihat sama sekali tidak peduli dengan teriakan Jin Xuan. Mereka malah langsung mengayunkan senjata mereka ke arah Jin Xuan.


Beruntung Jin Xuan terbilang seorang pemuda jenius, jadi dengan mudah ia menahan serangan musuhnya menggunakan pedang yang langsung ia keluarkan.


“Sialan, kalian menginginkan perang rupanya, akan ku layani kalian,” teriak Jin Xuan sambil melirik ke arah Wen Zi yang sudah membunuh 5 dari musuh yang menyerangnya.


Hal tersebut membuat Jin Xuan yakin jika ini bukanlah rencana Wen Zi untuk menjebak dirinya, ia juga semakin kagum dengan cara Wen Zi membunuh musuhnya saat melihatnya secara sekilas beberapa waktu lalu.


“Tuan Zang sungguh luar biasa, tanpa banyak bergerak, namun mampu memotong 5 ahli bela diri sekaligus, aku harus belajar darinya apapun yang terjadi.” Gumam Jin Xuan yang kini mulai menggila dengan menunjukkan bakat dan keahliannya yang sebenarnya, agar bisa membuat Wen Zi tertarik dengannya.


Woaahh..!!


“Akan ku bantai kalian semua para cecunguk sialan, aku adalah Jin Xuan, orang yang paling jenius di Kota Janghu. Jadi berbanggalah saat mati di setiap ayunan pedangku,” teriak Jin Xuan.


Dengan cepat Jin Xuan melesat ke arah sekumpulan musuh yang mudah ia bunuh, karena menurutnya dengan memperlihatkan itu kepada musuh-musuhnya yang lain, mereka akan takut terhadap dirinya.


Wuss..!! Slash slash..!!


Crash..!!


Dalam kurang dari 1 menit, terlihat Jin Xuan mampu membunuh 7 musuhnya tanpa memerlukan energi yang banyak.

__ADS_1


Wung..!! Slash..!!


“Mati kau,” teriak 10 musuh Jin Xuan yang menerjang ke arah Jin Xuan dari berbagai arah.


Jin Xuan yang melihat dan merasakan itu, langsung memegang pedangnya dengan kedua tangannya dan mengarahkan pedangnya tepat di depan wajahnya dengan cara ujungnya ke atas.


“Teknik Pedang Angin, gerakan kedua, tebasan tanpa batas.” Teriak Jin Xuan yang terlihat langsung mengangkat kaki kanannya dan langsung mengayunkan pedangnya secara Horizontal dari arah samping kanan menuju kiri.


Slash..!!


Crash..!! Bruk bruk bruk..!!


Tidak sampai di sana, terlihat kaki Jin Xuan yang terangkat tadi, kini mulai menginjak tanah dan bersamaan dengan itu, ia memutar tubuhnya dalam seperkian detik, setelah itu ia kembali mengayunkan pedangnya tepat di saat musuhnya sudah berjarak kurang dari 1 meter.


Bruk..!!


Alhasil, ke 10 musuh Jin Xuan langsung terpotong menjadi 2 bagian.


“Haha,, mati kalian semua, itu akibatnya mencari masalah dengan klan Jin,” teriak Jin Xuan tertawa terbahak-bahak.


Wen Zi yang mendengar itu, hanya bisa menggelengkan kepalanya. “Kenapa aku merasa dia itu sangat bego ya, aku merasakan firasat buruk jika bersamanya di masa depan,” gumam Wen Zi yang terlihat baru selesai memotong 15 dari musuhnya dalam sekali gerakan menggunakan langkah Naga dan dua Dagger panjang yang kini menjadi senjata utamanya.


...


Melihat dan mendengar suara Jin Xuan yang selalu berkoar-koar, membuat beberapa dari Patriak Klan Besar langsung murka.

__ADS_1


“Hanya klan yang jatuh, bisa apa klan yang sudah di ambang kehancuran seperti itu di hadapanku,” dengus Patriak Klan Zee.


Tap tap..!!


“Kalian semua mundur, biarkan aku yang akan mencincang orang bau busuk ini,” teriak Patriak Zee.


“Kalian juga, kenapa kalian malah diam saja. Apa kalian tidak malu dengan jumlah kita sebanyak ini, dan malah hanya menunggu kedua bocah kehabisan energi. Jika orang lain tahu, nama kita akan tercoreng nantinya. Jadi kita harus membuktikan ini kepada kedua bocah ini, jika saat ini mereka sedang mengganggu Singa yang tertidur,” sambung Patriak Zee.


Mendengar itu, para Bangsawan dan Patriak Klan besar pun langsung setuju dengan apa yang di ucapkan Patriak Klan Zee.


Sontak mereka pun langsung menyuruh para bawahan mereka mundur dan langsung melangkah maju.


...


Melihat dan merasakan tekanan dari para Bangsawan dan Patriak klan Besar, kini membuat Wen Zi langsung waspada, karena ia sadar, salah sedikit saja, maka nyawanya akan langsung melayang.


Sama halnya dengan Jin Xuan, ia langsung mendekati Wen Zi dan berdiri dengan cara saling membelakangi.


“Sial, mulutku ini memang selalu cplas cplos Tuan Zang, jadi maafkan aku jika membawa anda dalam keadaan bahaya.” Ucap Jin Xuan terdengar merasa bersalah.


“Tidak perlu menyalahkan diri sendiri, lebih baik kita berusaha menahan mereka sampai bala bantuan dari Klan Jin datang, aku juga sudah meminta bantuan ke Cabang Bunga Malam tadi, tapi mereka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk datang.” Sambung Wen Zi.


“Jadi, untuk mengulur waktu sampai bantuan datang, kau ikuti saja arahanku, dan arahanku adalah buat mereka semakin marah, dengan begitu mereka tidak akan bisa berkonstrasi dalam menghadapi kita,” ucap Wen Zi yang kini membuat Jin Xuan menyeringai lebar, lantaran itu adalah keahliannya selama ini.


Khehehe..!!

__ADS_1


__ADS_2