Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Menganggap Bai Xin Gila dan Sebuah Tulisan Nama di Tangan


__ADS_3

“Musuh yang menghancurkan klan ku adalah sebuah klan besar yang bersekutu, jumlah klan tersebut ada 5 dan aku tak tahu siapa dalang dari balik itu semua. Butuh kekuatan yang besar jika ingin melawan mereka semua dan menemukan siapa dalangnya.”


“Jadi aku harap kalian mengerti mengapa aku menutupi ini semua, termasuk kepada Tuan muda,” ucap Wen Zi melirik ke arah Zang Wei.


“Kenapa saya menutupinya, itu karena kita saat ini masih lemah dan hanya sebuah organisasi kecil.” Sambung Wen Zi dengan nada sedih dan terdengar tidak ingin kehilangan anggota keluarganya yang baru saja terbentuk.


...


Mu Lan Jia, Ratu Jing Ling dan Bai Xin pun mengangguk setuju dengan apa yang Wen Zi katakan.


Sementara Zang Wei yang mendengar kepedulian Wen Zi terhadap dirinya, hanya menanggapi dengan senyuman hangat.


...


“Hoho,, aku suka akan kesetiaanmu dan kepedulianmu terhadap saudaraku ini Wen Zi,” ucap Bai Xin dengan senyuman kecil.


“Tapi kau salah dalam menilai sifat saudaraku ini.” Sambung Bai Xin melirik ke arah Wen Zi.


“Mungkin selama kau mengenalnya, kau hanya menganggap dia ini tipe orang yang mudah marah saat keluarganya di sentuh dan akan melakukan segala cara untuk balas dendam, walau ia tahu musuh jauh lebih kuat darinya. Itu memang benar, tapi kau lupa akan sisi lainnya yang sangat cerdas, saking cerdasnya dia, saudaraku ini bahkan bisa menghancurkan Benua Barat ini hanya dengan kecerdasannya saja. Bukankah begitu saudaraku,” ucap Bai Xin melirik ke arah Zang Wei sambil tersenyum tipis.


Bai Xin baru mengetahui jika ia bukan hanya keturunan darah Naga dari leluhurnya, melainkan ia juga keturunan dari sosok yang Bai Xin selama ini kagumi.

__ADS_1


Ia tak lain adalah bawahan leluhurnya yang paling cerdas dan leluhurnya telah menganggapnya adik, itulah yang Bai Xin ketahui dari leluhur-leluhurnya terdahulu.


Kini Bai Xin langsung mengingat dulu Leluhurnya pernah menceritakan jika leluhur pertamanya selalu di ikuti oleh dua sosok, yang satu sangat kuat tapi bodoh dan yang satu sangat cerdas, mereka selalu berkelahi setiap hari, namun saling menyayangi dan menjaga.


Keduanya memiliki kekuatan masing-masing, yang pertama memiliki kekuatan bawaan Naga dan bisa melakukan berseker, lalu yang kedua memiliki kekuatan bawaan bayangan dan kecerdasan.


...


Zang Wei yang mendengar ucapan Bai Xin jika dirinya mampu menghancurkan Benua Barat hanya dengan kecerdasannya, kini mengerutkan keningnya.


“Itu terlalu berlebihan, aku tak mampu melakukan itu, aku juga tidak secerdas yang kau bayangkan saudara Xin,” ucap Zang Wei langsung membantah.


“Benar, mana mungkin Zang Wei mampu menghancurkan Benua hanya dengan kecerdasan, fantasimu terlalu berlebihan huh,” dengus Mu Lan Jia yang juga tidak percaya akan ucapan Bai Xin.


Sementara Wen Zi yang mendengar itu, terlihat merenung sesaat, karena apa yang Bai Xin katakan tadi, ia merasa sebuah kebenaran, karena ia tahu jika Tuan mudanya ini sangat cerdas. Tapi kecerdasan Tuan mudanya ini ia gunakan hanya untuk melindungi anggota keluarganya saja, bukan untuk membunuh.


Di tempat Bai Xin, ia yang melihat semua orang tidak percaya akan ucapannya tadi, termasuk saudara sesumpahnya, hanya bisa tersenyum kecil.


“Hoho,, saudaraku, mungkin kau tidak menyadarinya sendiri, tapi aku baru saja menyadari jika kau ini keturunan dari 2 orang yang selalu bersama leluhur pertamaku. Jika kau mengembangkan kedua bakat bawaan dari kedua leluhurmu, kau mungkin akan menjadi sosok yang menakutkan bagi setiap makhluk hidup.” Ucap Bai Xin yang kini menjelaskan Zang Wei dengan tawa bahagia.


Bukannya menanggapi serius ucapan Bai Xin, Zang Wei dan yang lainnya malah menganggap Bai Xin ini sedikit gila, karena fantasinya terlalu tinggi.

__ADS_1


“Huuff,, saudara Xin, hilangkan pikiranmu yang terlalu berlebihan ini, aku tahu jika kau ingin aku kuat, tapi bukan dengan khayalan,” ucap Zang Wei yang langsung menepuk pundak Bai Xin.


...


Tepat pada saat Bai Xin ingin menjelaskan lebih lanjut, terdengar sebuah suara dari Wen Yu Ning, yang langsung membuat semua orang teralihkan.


Pfftt..!!


“Kalian semuanya sangat lucu, aku sangat terhibur,” ucap Wen Yu Ning sambil menahan tawa.


“Eeh nak, kau bisa tertawa juga ya,” ucap Mu Lan Jia yang langsung mencubit pipi Wen Yu Ning.


Urgh..!!


“Syakitt bibi,” ucap Wen Yu Ning langsung cemberut, entah kenapa hati Wen Yu Ning saat ini merasakan ketenangan saat berada di sekitaran orang-orang ini, hal tersebutlah yang membuat Wen Yu Ning memberanikan diri berbicara tadi.


“Ya ya,, maafkan bibi, jika bibi boleh tahu, apakah kau memiliki nama nak? Kenapa kau selalu memanggil dirimu dengan kata aku?” Tanya Mu Lan Jia di sertai senyuman hangat di arahkan ke Wen Yu Ning.


Mendengar pertanyaan itu, semua orang termasuk Wen Zi melirik ke arah adiknya, ia mungkin sudah tahu jawaban adiknya jika ia tidak memiliki nama. Tapi ia tetap berharap jika adiknya ini mengingat nama klannya atau mengingat sedikit masa kecilnya sebelum klannya di serang.


Hem hem..!!

__ADS_1


“Namaku ada di sini bibi, aku sengaja menulis namaku dengan jarum saat aku masih kecil, itu aku lakukan agar aku mengingat namaku, tapi sayang sekali, aku kini sudah tidak tahu caranya membaca dan menulis lagi.” Ucap Wen Yu Ning dengan nada cemberut sambil menunjukkan tangan kanannya.


__ADS_2