Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Sengaja Memperlihatkan Sisi Licik dan Jahat Kepada Bawahan


__ADS_3

Zhao Yu yang melihat Assasint di bawah kelompoknya sudah menggunakan Jubah yang sama dengan kedua jubah pemberian Zang Wei sebelumnya, ia seketika merinding dan memikirkan berapa banyak jubah yang Tuan mudanya punya saat ini.


“Apa mereka sudah tiba?” Tanya Zang Wei yang kini mendongakkan kepalanya ke samping.


“Baru 2 kelompok yang di pimpin oleh Tetua Xiao dan Tetua Cang.” Jawab Assasint no 5.


“Apa yang dia maksud adalah tetua dari Klan Besar Tuan muda?” Tanya Zhao Yu melirik Zang Wei.


“Benar, tadinya aku ingin menunggunya di perbatasan gerbang Kota, tapi karena kalian datang, mau tak mau aku harus menemui kalian lebih dulu.” Jawab Zang Wei.


Tak lama, pandangan Zang Wei kembali ke Assasint no 5. “Terus suruh Assasint no 1 mengawasinya, jika mereka semua sudah berkumpul semuanya, atau ada sesuatu yang sedikit mencurigakan, baru beritahu aku.” Ucap Zang Wei.


Assasint no 5 pun langsung mengangguk dan memghilang dari tempatnya berdiri.


...


Melihat itu, Zhao Yu sangat iri kepada Assasint No 5 yang sudah mampu menggunakan Jubah kegelapan, terlihat jelas jika Assasint no 5 mampu menghilangkan keberadaannya, padahal ia masih berdiri di samping Zang Wei.


Jika saja Assasint tersebut tidak muncul, maka ia tidak akan tahu dimana keberadaan Assasint no 5.


“Siapa suruh kau datang kesini terlambat,” ejek Zang Wei terlihat bercanda kepada Zhao Yu.

__ADS_1


“Karena dia ada di dekatku, tentu saja aku memberikannya jubah kegelapan, itu aku lakukan agar mereka bisa menjaga diri dan mampu lepas dari musuh. Kau juga sadar jika mereka masih lemah, Tingkat tertinggi dari mereka hanya ada di Ranah Prajurit Tingkat 3 Ahir saja. Sementara kau, tingkat kultivasimu bahkan jauh lebih tinggi dariku,” sambung Zang Wei memberitahu Zhao Yu agar Zhao Yu bisa tersadar.


Dan benar saja, Zhao Yu langsung sadar, pertama, ia jauh dari Tuan mudanya, kedua, para Assasint wanita yang dulu Tuan mudanya selamatkan, kini bertugas di Kota Janghu, jadi tentu saja Tuan mudanya akan memberikan mereka sebuah perlindungan berupa sebuah item kepada bawahan yang ada di dekatnya.


“Hehe,, maafkan akan kecemburuan saya Tuan muda, saya seharusnya merasa malu saat ini,” ucap Zhao Yu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Tentu saja kau itu kan memang tak tahu malu,” balas Zang Wei dan Han Liu Sheng serempak di sertai senyum ejekan.


Mendengar itu, wajah Zhao Yu memerah malu, ingin rasanya ia menengglamkan kepalanya untuk menyembunyikan rasa malunya saat ini.


Urgh..!!


“Lebih baik kalian bunuh saja aku,” ucap Zhao Yu cemberut.


Hahahaha..!! Hahaha...!!


Zang Wei dan Han Liu Sheng seketika tertawa bahagia saat melihat ekspresi Zhao Yu saat ini.


....


Setelah puas mengerjai Zhao Yu, kini Zang Wei kembali serius dalam membahas rencana masa depannya saat melawan Mantan Tetua Ke 3, atau kini di panggil Chao San.

__ADS_1


“Apa anda yakin ini akan berhasil?” Tanya Han Liu Sheng.


“Hemm..!! Saya yakin akan rencana anda, tapi saya rasa itu pasti membutuhkan waktu, usaha dan kerja keras untuk membuat Klan Besar membelot dan memusuhi Pemimpin Kota Zuan.” Sambung Zhao Yu.


Melihat keraguan kedua bawahannya, Zang Wei pun tersenyum kecil. “Karena Chao San memancing para Klan Besar ini dengan uang, maka kita akan melakukan hal yang sama.” Ucap Zang Wei menyeringai licik.


“Khehe..!! Berikan saja mereka 10 kali lipat dari yang Chao San berikan, toh karena pada akhirnya uang yang kita berikan akan kembali kepada kita lagi.” Kekeh Zang Wei.


Glek..!!


“Urgh..!! Kau terlalu menyeramkan jika terhadap musuh Tuan muda, beruntung aku menjadi bawahanmu, jika aku musuhmu, aku mungkin tak akan tahu akan di permainkan seperti apa dan tak akan tahu akan mati dengan cara apa.” Ucap Zhao Yu secara terang-terangan.


“Hemm..!! Beruntung otak licik mu itu tidak kau gunakan untuk kami Tuan muda. Jika itu terjadi, aku tidak bisa membayangkan bagaimana aku mati di permainkan oleh kebengisanmu.” Sambung Han Liu Sheng.


Walau keduanya mengatakan hal seperti itu kepada Zang Wei, di satu sisi mereka berdua merasa nyaman. Mereka nyaman karena Zang Wei ini sosok penyayang kepada bawahannya. Ia juga sangat peduli kepada para bawahannya. Saking pedulinya Zang Wei, Zang Wei tidak ingin mereka terluka, sehingga ia hanya mengorbankan orang lain.


Buktinya, saat ini Zang Wei ingin mengorbankan para Klan Besar untuk melawan Pemimpin kota Zuan. Dan para bawahan Zang Wei, mereka hanya mengawasi dari balik layar.


...


Zang Wei yang mendengar ucapan kedua bawahannya jika ia licik dan jahat, terlihat tidak peduli, ia juga tahu jika kedua bawahannya sangat setia kepadanya dan rela mengorbankan nyawa mereka. Tapi karena ia terlalu baik kepada para bawahannya, para bawahannya pun secara terang-terangan mengungkapkan isi hatinya.

__ADS_1


Dan memang itulah tujuan Zang Wei memperlihatkan sisi licik dan jahatnya, ia ingin mereka terbuka dalam menilai dirinya. Maka dengan begitu Zang Wei tahu mana yang berpura-pura setia, mana yang tidak.


Tap tap..!!


__ADS_2